Guys, ada berita dari Lombok Tengah yang menurut gue paling menggambarkan ironi terbesar dari kebijakan ekonomi Prabowo sekarang.
150 karyawan Alfamart kehilangan pekerjaan.
Bukan karena perusahaannya bangkrut.
Bukan karena kinerjanya buruk.
Bukan karena ada kesalahan dari karyawannya.
Tapi karena pemerintah daerah menutup paksa 25 gerai ritel modern dengan alasan melanggar Peraturan Daerah tentang penataan pasar rakyat.
Dan ini yang paling miris:
Rudi karyawan Alfamart di Kopang datang ke kantor Bupati bukan untuk melawan.
Dia datang meminta solusi.
"Jangan sampai kami menjadi pengangguran baru.
Sekarang ekonomi semua sulit,
semua harga sudah naik,
kebutuhan makin tinggi.
Sementara pekerjaan kami tidak ada karena ditutup."
"Cari kerja sulit, Pak.
Kami banyak yang hanya tamatan SMA."
Kalimat itu
"cari kerja sulit, Pak"
menurut gue adalah kalimat paling menyayat yang bisa diucapkan oleh seseorang kepada penguasa yang harusnya melindungi mereka.
Dan ini konteks yang lebih besar yang harus dipahami:
Penutupan Alfamart dan Indomaret di Lombok Tengah ini tidak terjadi di ruang kosong.
Ini terjadi di tengah narasi besar tentang Koperasi Desa Merah Putih program andalan Prabowo yang salah satu tujuannya adalah memastikan koperasi desa bisa menjalankan fungsi perdagangan ritel di desa-desa.
Artinya sederhana:
gerai ritel swasta yang sudah ada ditutup supaya ruangnya bisa diisi oleh koperasi yang terafiliasi dengan program pemerintah.
Bukan karena ada masalah dengan pelayanannya.
Bukan karena ada keluhan dari konsumen.
Tapi karena ada kepentingan yang lebih besar yang membutuhkan ruang itu.
Dan ini yang paling pedas:
150 karyawan kehilangan pekerjaan.
Kalau setiap karyawan punya keluarga dengan 2-3 orang tanggungan ada sekitar 300-450 orang yang terdampak langsung dari satu kebijakan penutupan di satu kabupaten kecil.
Dan ini baru satu kabupaten.
Lombok Tengah.
Dengan 25 gerai yang ditutup.
Berapa kabupaten lain yang sedang atau akan melakukan hal yang sama di seluruh Indonesia atas nama program yang sama?
Dan ini yang paling mengerikan sebagai pesan kepada semua pelaku usaha:
Kalau lo punya usaha di Indonesia sekarang dan tiba-tiba ada program pemerintah yang membutuhkan ruang bisnis yang sama dengan yang lo jalankan negara bisa menutup usaha lo kapan saja.
Bukan karena lo salah.
Bukan karena lo melanggar hukum yang berlaku sejak awal.
Tapi karena ada Perda yang bisa diaktifkan atau diterapkan secara selektif ketika dibutuhkan.
Investor asing yang sudah komplain ke Prabowo soal kepastian regulasi ini adalah contoh nyata kenapa
mereka takut masuk.
Hari ini Alfamart.
Besok siapa?
Dan sambungkan ini dengan kondisi yang lebih besar:
Badai PHK sedang mengintai.
Rupiah di Rp17.700.
Lapangan kerja tidak tumbuh.
Dan di tengah semua itu ada kebijakan yang menambah 150 pengangguran baru di satu kabupaten kecil dengan alasan penataan pasar.
Prabowo bilang: "Kalau tidak beres copot. Sederhana."
Tapi 150 orang yang tidak beres hidupnya bukan karena kesalahan mereka sendiri tidak punya siapapun yang bisa mereka copot.
Negara yang seharusnya memberi rasa aman bagi rakyat yang bekerja keras justru menjadi sumber ketidakpastian yang paling besar.
Karyawan Alfamart itu tidak meminta banyak.
Mereka hanya minta bisa tetap bekerja.
Minta jangan dijadikan pengangguran baru di tengah
kondisi ekonomi yang sudah sulit.
Dan jawaban yang mereka dapat adalah:
datang ke kantor Bupati mengantri
memohon dengan harapan ada yang mendengar.
Itulah posisi rakyat kecil di Indonesia sekarang. Bukan warga negara yang dilindungi.
Tapi pemohon yang berharap penguasanya bermurah hati.
Korban kekerasan seksual:
30 santriwati di bawah umur (salah satunya dibawa/culik 19 hari, ditemukan dalam keadaan linglung di dekat Jembatan Suramadu)
Pelaku:
UF (anak kiai, pengajar ngaji) & S (adiknya)
TKP:
Pesantren Nurul Karomah, Bangkalan, Madura
Waktu kejadian:
Tahun 2025 (ada laporan sejak 2023)
Hukum:
Laporan masuk ke Polda Jatim 1 Desember 2025, UF ditangkap dan ditahan 10 Desember 2025. Pada 6 April 2026, Polda Jatim melimpahkan tersangka UF beserta barang bukti ke Kejaksaan Negeri Bangkalan (Tahap II / P21). UF sudah ditahan selama 117 hari di Rutan Polda Jatim. S masih dalam proses penyidikan.
Update:
Korban sudah mendapat pendampingan psikologis dari Polres Bangkalan dan perlindungan dari LPSK. Proses restitusi (ganti rugi) bagi korban sedang berjalan.
Inikah tampang salah satu pelaku yang harus dihukum sangat berat itu? 🤬🤬
pernah pas smp study tour ke jogja dibawain duit 250rb sama ibu. yg 50 udah kepake beli jajan, sisa 200 niatnya mau ku simpen aja dan pake kalau butuh untuk oleh-oleh, dll
baru nyampe destinasi, buka dompet lah kok wes ilang uangku. asumsi pas ambil 50, si 200 nya keikut dan jatuh tapi aku ga notice. panik, takut ibu marah (walau tau ibuku bukan tipe yg pemarah, ya namanya bocah tetep aja sungkan)
akhirnya pilih cerita ke ibu soal ini. aku udah yg keringet dingin banget, meskipun keliatannya diem ga ada ekspresi apapun tp jujur stress sendiri saat itu.
setelah nyimak ceritaku, ibu diem dan beliau bilang "Ya Allah nak, terus kamu masih bisa jajan? mau ibu reimburse/titipin uangnya ke guru kamu siapa? udah gapapa ya, berarti memang belum rezeki, semoga Allah ganti lebih. jujur ibu sedih dengernya, khawatir temen yg lain happy jajan tapi anak ibu engga, karena uangnya hilang." lalu di sepanjang tour beliau selalu nanya apa aja yg aku lakuin just to make sure that im good + ga murung
DISITU MAU NANGIS SUNGKAN, GA NANGIS TUH SUSAH NAHANNYA. my moms is actually God's favorite, i love her sm 😭😭😭
Emang better cukup temenan dan say hi aja dan gak usah terlalu dekat. Malah bikin hubungan renggang. Karena aku yg kadang gak bisa sadar diri dan gaj tau harus bersikap gimana.
Buat orang yg suka over thinking dan baperan kayak aku emang bener gak usah ngontrak yg satu atap sama temen. Emang sih beda rumah tp masih mepet sama aja satu atap kan wkwkwk Dia kalau marahin anaknya gak boleh ada yg ganggu. Kalau aku yg marahin anakku sendiri dia ikut campur.
Lulusan S1 yg cuma jadi IRT dosa besar kah? Nggak bisa banggain orang tua yg udah biayain kuliah. Nggak punya kerjaan yg bisa dibanggain. Nggak jadi apa2 cuma bisa jadi beban. Ngerasa nggak guna jadi anak karena masih ngerepotin orang tua.
@PNS_Garis_Lucu Ya bener sih diusut dari penerima bantuan terus naik ke pemerintah. Nah ada yg janggal nggak mulai dari situ.. Yuk bisa yuk meningkatkan sdm dg memperbaiki sistem pendidikan yg ada
Menjadi seorang ibu itu nano nano. Bahagia dan sedih bersatu padu. Bukan menyesal sudah melahirkan malaikat mungil dari perut. Tapi tekanan dari orang2 yang aku kira bisa menjadi penyemangat, terkadang menjadi momok yang menakutkan. Ntar kalau aku begini salah dan disalahkan,