Btw, ternyata banyak orang yang clueless tentang berita sama sekali.
Ada loh yang gak tau kalau Nadiem divonis kemarin.
Ada loh yang gak tau kalau mahasiswa demo MBG itu karena pemborosan anggaran 1.2 triliun per hari.
Ada loh yang gak tau kalau Dadan ditangkap kejaksaan karena korupsi BGN.
Gimana caranya biar orang-orang tuh ngikutin, ngerti konteks, sampai tau apa yang sebenarnya terjadi itu susah.
Apa lagi di grassroot. Yang di pikirannya hari ini makan apa dan besok makan apa.
Semua itu abstrak buat mereka.
Beliau adalah Andi Saputra, satu²nya hakim yg mengajukan dissenting opinion dan menyatakan bahwa Nadiem seharusnya dibebaskan dari segala hukuman karena menilai unsur niat jahat (mens rea) tidak terbukti kuat.
Masih ada juga hakim yg beres, tapi 1 aja ga cukup.
This morning, after Nadiem was sentenced to 10 years in jail, it’s clear that Google needs to take a strong official stand.
The Indonesian judges sullied Google’s name, claiming without evidence the U.S. giant engaged in bribery to win a Chromebook laptop contract.
In this fiction, Google invested in Nadiem’s company, GoJek. In return, Nadiem, who left GoJek to become Education Minister, ordered the purchase of Chromebooks.
Prosecutors failed to put any evidence forward to back this defamatory allegation. Yet Nadiem got 10 years. Why? Because he tried to reform a corrupt ministry and made a lot of enemies.
How can Google remain silent in the face of these baseless allegations. Just because a judge said it, doesn’t make it any less defamatory.
I would expect Sapna Chadha and other senior Google leaders in the region to show the backbone to speak up now. Nadiem was Google’s trusted partner for years. They invested in his company. Will they remain quiet just to protect their business in Indonesia. Where are they in his time of need?
sepakat dan setuju, sejalan banget sama teknik "worry time" dalam CBT (terapi perilaku kognitif). konsepnya adalah melatih otak untuk menunda dan membatasi waktu cemas, supaya beban hari esok gak ngerusak hari ini. gini cara praktis menerapkannya saat overthinking:
- jadwalkan waktu khusus kyk 15–20 menit setiap hari (misal jam 5 sore) khusus buat mikirin semua kecemasan. usahakan jangan pilih waktu dekat jam tidur yaa..
- catat dan tunda misal cemasnya muncul jam 10 pagi, jangan langsung diladenin. cukup catat di notes HP, lalu bilang ke diri sendiri, "bakal mikirin dan pusingin ini nanti jam 5 sore" lalu balik fokus ke aktivitas sekarang
- pas jadwalnya worry time, buka catatan tadi. pilah mana hal yang bisa dicari solusinya, dan mana hal yang di luar kendali kita (yang harus diikhlasin)
- begitu alarm 20 menit bunyi, STOP. langsung alihkan pikiran dengan aktivitas fisik atau hiburan yang menyenangkan.
belajar cicil cemasnya dan perlahan belajar mengendalikannya dengan memilih mana yang dalam kendalimu dan di luar kendalimu🤝🏻
Sekarang gue sholat udah gak kayak dulu, beneran gue anggap itu me time gue semacam yoga terus yapping sama Tuhan, dan ternyata disitu gue ketemu kliknya. I thought i kept coming to God bcs i was afraid. Turns out, i keep coming back bcs being with Him feels like peace.
do’anya cantik banget:
“ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ketidakpastian masa depan, dari keputusan yang keliru, dari perihnya kenyataan, dari pahitnya kekecewaan, dari hati yang berbolak balik, dari penghianatan manusia dan cinta yang salah”🥹🤍
nemu quote yg bagussss bangett!
“If you love sleeping, start waking up for Tahajjud;
If you love money, start giving more charity;
If you love listening to music, start listening to Quran.
If you love food, start fasting; because your love for Dunya should not outweigh your love for Allah.”
Buat yang berkeluarga, Sweden 🇸🇪 ini emang the best. Gue udah berapa kali ngobrol orang Sweden, dan mereka ngebanggain pajak yang mereka bayarkan, akan balik karena akan dirasakan langsung sama masyarakatnya.
Gue sebagai WNI could neveeerrrr 😭😭
Kalian perhatiin ga gmn Fathimah selalu validasi dulu argumen lawan debatnya lalu pake argumen lawannya utk membantah.
Dan momen dia senyum2 saat dengerin lawan itu satisfying bgt. Keliatan bgt dia udh th celah logikanya dmn dan nunggu giliran buat skakmat. Tenang tp mematikan. 👏🏻🫡
Ini berarti Wakil Presiden Republik Indonesia NYUAP? Bukannya SUAP ini termasuk KORUPSI ya? 🤓
BERARTI WAKIL PRESIDEN KITA TERLIBAT KORUPSI DONG YH? WADDUUUHH... 🤓🫵🫵
SEKALI LAGI, BERARTI KALO BENER NYUAP, WAPRES KITA KORUPSI DONG??? 🤓☝️
Skill Fat ini udah level tinggi. Dia ngga pernah ketarik ke level emosi yang sama dengan lawan sehingga kemudian jadi debat kusir dan dapet kesempatan kasih argumen yg jelas. Membuat mereka yang emang ngga punya argumen mendalam bingung karena lo kok dia malah validasi gue?
tidak nyangka isinya udah nyentuh 1000+ file e-book Mandarin 😭 pantes kalau scroll ngelag😭
kalau ada yang mau linknya : https://t.co/BAHSXwWTFq
[jangan lupa langsung disave, di download karena bulan September semua file bakal aku hapus + pindahin, jangan dijual]!!
Dari sekian banyak pidato, pidato kali ini bener bener nyesek
Rakyat yang bayar gaji kalian, dikritik malah dibales:
“EMANG GUE PIKIRIN” dan disambut tepuk tangan yang meriah
Cara Mengantisipasi Data yang Tersebar di Google.
Aku pernah iseng cek namaku sendiri di Google dan kaget ternyata CVku kesebar di Scribd. Ternyata itu dipublish oleh tempat kerja yang mengundang interview tapi aku tolak karena posisinya aku baru aja kerja di tempat lain. Masalahnya CVku ada nomor, email, dll yang menurutku personal dan aku tidak ingin itu tersebar. Jadi aku putusin untuk mereport itu ke Google tidak keluar jika orang cari namaku. Gimana caranya?
Gw sebelum berangkat umroh ikut sekolah proposal hidup dulu dan sama ustadz diajarin menyusun doa seakan2 lagi nyusun proposal sponsorship 😅 Jadi gak ada chapter minta sabar krn semuanya harus to the point, spesifik & well-thought-out outputnya. Misal gw minta naik penghasilan.
Do’anya cantik banget :
“Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ketidakpastian masa depan, dari keputusan yang keliru, dari perihnya kenyataan, dari pahitnya kekecewaan, dari hati yang berbolak balik, dari penghianatan manusia dan cinta yang salah.”