Ternyata kalau gue baca-baca, omongan Raditya Dika tentang 'gue gamau tau urusan orang lain dan gue gamau orang lain tau urusan gue’ adalah bentuk personal boundaries yang sehat. Salah satu alasannya adalah untuk menjaga kesehatan mental.
Penelitian ini menjelaskan bahwa menjaga privasi (tidak over-sharing dan tidak terlalu ikut campur urusan orang) memberikan manfaat psikologis besar yaitu mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan rasa otonomi, kontrol atas diri sendiri, memperkuat identitas diri, dan memperbaiki hubungan interpersonal.
Selain itu, adanya privasi juga membantu seseorang merasa aman secara emosional karena tidak ada tekanan untuk “perform” atau dibanding-bandingkan.
Penelitian lain mengatakan bahwa semakin sadar seseorang terhadap batas pribadinya, semakin tinggi juga kualitas hidupnya.
Dengan menjaga privasi dan batas pribadi, kita berusaha melindungi kesehatan mental, menghemat energi, dan hidup lebih damai.
Penelitian terutama pasca-pandemi dan era media sosial semakin menguatkan bahwa “minding your own business” adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga kesejahteraan jiwa di dunia yang hyper-connected ini.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
1. The Psychological Benefits of Keeping Your Life Private