Unpopular Opinion:
Aturan yg melarang bawa air putih sendiri itu MELANGGAR HAK ASASI MANUSIA.
akses air putih bukanlah kemewahan woi tapi hajat hidup yang paling mendasar !!!
mau di konser, tempat makan, bioskop dll itu ber HAK bawa air putih sendiri!!
maksa orang buat boleh bawa air dan harus beli air yg didalam yg udh dimahalin sama aja memperdagangkan HAK DASAR MANUSIA.
TERKUTUKLAH DAN KEKAL DI NERAKA UNTUK YG MEMBERLAKUKAN PEMBATASAN BAWA AIR SENDIRI!!!
Inget ini air putih aja ya gue protes nya.
Kemaren Reuters (portal berita luar negeri) menayangkan secara live aksi demo mahasiswa. Tayangan tsb ditonton lebih dari 100 ribu orang.
Dan kabarnya hari ini ada yang bela-belain kirim surat ke The Economist. Takut terlihat jelek di mata internasional dan biar gak keliatan titik lemah dan bobroknya dia (lagi).
Buat yang gak tau, bulan Mei 2026 kemaren The Economist pernah nulis terang2an kalo wowo dianggap lagi membahayakan ekonomi Indonesia sekaligus pelan2 mengikis demokrasi.
So, aksi kemaren yang katanya gagal, namun tetap ada yang ketar-ketir nih yeee...
“TIDAK ADA SURAT IZIN DEMO DARI BEM UI.”
LAH KOK MAHASISWA BELOM DATANG, GAS AIR MATA UDAH ADA??? kalau misalnya gak ada surat izin dari BEM harusnya kalian terperanjat, terhentak, kaget, tak menyangka, bergumam sendu dan menatap nanar.
Jika dibandingkan waktu demo tahun lalu. Kita semua bisa cek CCTV, sampe ada ojol dilindes kendaraan taktikal pun langsung keliatan dari CCTV. Semua media berlomba2 menayangkan Breaking News Live.
Tahun sekarang? Cuma Kompas TV yang berani menayangkan aksi demo. Sedangkan media lain bungkam, udah dibeli oleh rezim. CCTV pun dimatiin.
Para pendemo dihalangi dan gak sampe ke titik orasi. Rakyat dibungkam bahkan sebelum sempat bicara. Ini bener2 ngeri sih.
Gimana? Udah berasa hawa orbanya?
12 Juni 2026. Polda Metro Jaya klaim ke media:
"Sampai detik ini tidak ada surat pemberitahuan demo dari BEM UI."
BEM UI tunjukkan surat berkop resmi , ditandatangani Ketua + Kadep Aksi ,dikirim ke Polres Jakarta Pusat 9 Juni 2026, 3 hari sebelumnya.Sesuai UU No. 9/1998 Pasal 10.
Polisi bilang sudah cek Polres Depok, Polres Jakpus, Direktorat Intelkam , semua "tidak ada."
Satu pihak punya dokumen fisik.
Satu pihak bilang tidak pernah terima.
Perlu diingat: UU No. 9/1998 mengatur pemberitahuan, bukan izin.
Demonstrasi bukan aktivitas yang perlu disetujui polisi , hanya perlu diberitahu.
Tapi kalau dokumen resmi bisa "tidak ditemukan" begitu saja setelah dicek tiga satuan berbeda , pertanyaannya bukan soal prosedur lagi.
Siapa yang seharusnya kita percaya?
Seorang jurnalis Republika, Andi, mengunggah video berisi putrinya yang menjadi salah satu peserta aksi.
Di dalam video unggahannya, Andi menyebutkan kalau aksi yang dilakukan mahasiswa mengingatkannya pada aksi di tahun 1998, tempat ia pernah berdiri juga sebagai peserta aksi.
via https://t.co/7JXML9GcDW
cc @BudiBukanIntel
Sering banget liat konten "relawan" mbg sedih dan nangis sama nasibnya. Jadi pengen adu nasib juga ih. Itu guru honorer, nakes upahnya malah kecil. Ada juga kantin2 yg tutup gara2 mbg, kmrn ada yg keracunan ga ada tuh pada minta maaf😹
Kebohongan yg aku lihat hari ini:
1. Mendisdakmen: 43jt guru ingin MBG dilanjutkan. Meanwhile, JUMLAH GURU DI INDONESIA AJA CUMA 3,47 JUTA ORANG.
2. Polisi: BEM UI belum kirim surat pemberitahuan demo. Meanwhile, UDAH SIAPIN 4500 PERSONEL UNTUK PENGAMANAN.
Semuanya disampaikan pejabat publik.
Di depan umum. Dan tanpa malu.
cc:threadrannyafrs
Hundreds of students marched in Jakarta, Indonesia, AGAINST President Prabowo’s spending agenda, fuel price hikes, and Prabowo's troubled free meals program.
NO WONDER THE RUPIAH IS TANKING.