🗣️: gimana cara buat cowo gak nyaman?
coba aja jadi cewek yg apa-apa bisa sendiri, sering ngabarin, gak friendly sama cowok, bisa nyetir mobil motor, bisa masak, gak liar, jarang keluyuran, lebih dewasa, royal, penyabar, keluarga cemara, fokus masa depan, gak matre. Dijamin bentar lagi disia-siain.
Skill komunikasi paling underrated: Silence.
Seriusan. Diem. Apalagi kalau ada orang yang ngomongnya nyakitin, nggak sopan, atau kurang ajar, kasih jeda diam 5-7 detik sebelum kamu ngerespon.
Kasih kesempatan buat otak switch dari reaksi emosional (amygdala), ke mikir rasional (prefrontal cortex), supaya kamu bisa tetap tenang, elegan, dan sepenuhnya in control.
Dulu kupikir diam itu tanda lemah, ternyata diam di waktu yang tepat adalah bentuk kedewasaan. Tidak semua hal harus dibalas.
cc:threaddbadit
Temen gue minjem duit Rp 500 juta. Jaminannya sertifikat rumah asli senilai Rp 700 juta. Janji 10 bulan balik.
Gue: "Aman lah ya, sertifikat asli di tangan gue." Pas jatuh tempo lewat 2 bulan, bisnisnya bangkrut, duitnya amsyong.
Gue: "Gue sita ya rumah lo." Dia ngakak: "Sita aja bro kalau bisa. Megang sertifikat asli gak bikin lo bisa milikin rumah gue."
Gue langsung lemes.
KESALAHAN 90% ORANG: NYAMAIN "PEGANG SERTIFIKAT ASLI" = OTOMATIS AMAN
Banyak orang mikir, kalau sertifikat rumah debitur udah di tangan, kita udah jadi "raja" yang bisa usir dia kapan aja kalau macet. Ini blunder fatal.
Di mata hukum, pegang sertifikat doang tanpa eksekusi yang sah itu cuma modal megang kertas mahal. Surat lamaran sita lo bakal masuk tong sampah pengadilan.
RAHASIA 1: PEGANG SERTIFIKAT TANPA APHT = AMPAS
Temen gue pinter memanfaatkan celah hukum, sedangkan gue cuma modal percaya.
Harusnya pas pinjemin duit Rp500 juta, gue gak cuma ambil sertifikatnya. Tapi wajib bawa dia ke Notaris/PPAT buat bikin APHT (Akta Pemberian Hak Tanggungan).
APHT itu lalu didaftarin ke BPN sampai terbit Sertifikat Hak Tanggungan. Di situ baru ada titel eksekutorial "Demi Keadilan Berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa".
FUNGSI HAK TANGGUNGAN: JALUR CEPAT SITA JAMINAN
Kalau ada APHT dan Sertifikat Hak Tanggungan, posisi gue aman sebagai Kreditur Preferen (diutamakan).
Begitu dia nunggak bayar (wanprestasi), gue punya hak:
1.Langsung jual objek jaminan lewat lelang KPKNL.
2.Gak perlu izin dia lagi, gak perlu nunggu sidang perdata yang tahunan.
Tanpa APHT? Sertifikat aslinya cuma jadi pajangan lemari. Lo gak bisa apa-apain.
RAHASIA 2: JEBAKAN BATMAN TANPA PERJANJIAN TERTULIS
Udah jatuh tertimpa tangga. Pas gue ancam mau gugat perdata ke pengadilan, dia malah nantang.
Temen: "Gugat aja, Bro. Emang lo punya bukti apa kalau gue ngutang?" Gue: "Kan gue ada bukti transfer Rp500 juta!"
Temen: "Gue tinggal bilang di sidang kalau duit itu modal investasi bisnis bareng. Lo investornya, bukan utang. Kalau bisnis rugi, ya tanggung bareng. Lo punya bukti chat atau kontrak utang?" Gue: Zonk.
KASUS UTANG TANPA KONTRAK = BUNUH DIRI FINANSIAL
Bukti transfer doang GAK CUKUP buat buktiin itu transaksi utang-piutang. Di pengadilan, argumen "modal usaha" atau "pemberian" sering dipakai debitur nakal buat ngeles.
Apalagi kalau gak ada surat perjanjian utang (SPH) di bawah tangan maupun notariil.
Niatnya mau baik bantuin temen, malah habis duit puluhan juta buat bayar pengacara dan waktu habis di sidang yang gak jelas ujungnya.
RAHASIA 3: ATURAN MAIN UTANG PIUTANG AMAN
Biar lo gak zonk kayak gue, ini pola aman kalau mau pinjemin duit jumlah besar pakai jaminan properti:
1.Wajib bikin Perjanjian Pokok (Perjanjian Utang Piutang).
2.Wajib bikin Perjanjian Aksesoir (Pengikatan Jaminan lewat APHT).
3.Urus semua di depan Notaris/PPAT yang sah.
Jangan pernah transaksi di bawah tangan cuma modal "enggak enakan" sama temen.
SIKAP DI INTERVIEW: CARA JAWAB SOAL RISK MANAGEMENT
Kasus ginian sering keluar di interview user bank/BUMN bagian legal atau risk analis.
User: "Bagaimana mitigasi risiko kredit macet dengan jaminan properti?" Jawaban gagal: "Saya pegang sertifikat aslinya, Pak, biar aman."
Jawaban cerdas: "Melakukan pengikatan Hak Tanggungan (APHT) hingga terbit Sertifikat HT dari BPN untuk mendapatkan hak eksekutorial langsung tanpa jalur gugatan perdata biasa."
KENAPA JASA NOTARIS MAHAL? KARENA MEREKA JUAL AMAN
Banyak orang pelit bayar biaya Notaris/PPAT pas utang piutang karena merasa kemahalan.
"Ah, masa bikin akta sama daftarin jaminan habis jutaan rupiah?" Akhirnya milih jalur bawah tangan. Begitu macet, rugi Rp500 juta.
Biaya notaris itu adalah premi asuransi hukum lo. Bayar mahal di awal, aman di akhir. Jangan pelit buat legalitas bisnis.
SKILL LEGAL YANG WAJIB DIKUASAI DI DUNIA KERJA:
Kalau lo mau masuk perbankan, BUMN, atau korporat, kuasai ini:
1.Hukum Jaminan: Paham beda Hak Tanggungan (properti) vs Fidusial (kendaraan/benda bergerak).
2.Drafting Kontrak: Bisa bikin klausul wanprestasi yang mengunci ruang gerak debitur nakal.
3.Litigasi Dasar: Paham alur gugatan sederhana (Small Claim Court) buat utang di bawah Rp500 juta.
Punya skill ini, lo bakal dicari banyak perusahaan.
KALIMAT SI TEMEN NAKAL YANG BIKIN GUE SADAR:
"Hukum itu gak melindungi orang yang naif. Hukum itu melindungi orang yang tertib administrasi."
Artinya: Di hadapan hukum, niat baik lo itu gak bernilai kalau gak ditulis di atas kertas bermeterai dan didaftarkan ke negara.
Stop pinjemin duit modal percaya. Mulai tanya: "Gimana legalitas pengikatan jaminannya?"
cc : ngoprekbareng2
Kesimpulan dari korban:
Jangan langsung panik & uninstall gegabah!
Instead do this:
✅ Tetap tenang
✅ Aktifin Strict Account Privacy (WA → Settings → Privacy → Advanced → Strict account setting → ON)
✅ Block & Report nomer spam secara terus-menerus
Serangan ini cukup modern & canggih untuk ukuran DC pinjol. Mereka bisa pakai tool buat ganggu orang. Mengerikan buat yang baru pertama kali ngalamin.
waktu saya pertama kali ttg berita ini, khususnya dibagian "saya ga bego", saya lgsg kepikir "wah" pantes aja banyak keputusan yg "begitulah".
secara psikologi, hal yg di umumkan secara lgsgung, itu biasanya terbalik. misalnya "saya alfa", itu udah confirm orang itu bukan alfa, orang itu indomaret. *canda yah. krn tidak ada "alfa" yg mengatakan dirinya alfa, krn seorang alfa tidak butuh pengakuan, ga butuh pengumuman.
ga ngerti kenapa orang pada rebutan mo jadi pemimpin, padahal ga punya kapabilitas, atau cuma bisa satu dari bbrp skill aja. mudah2an ini jadi pelajaran buat kita, buat cari pemimpin berikut nya yg lebih baik.
Bocoran Bloomberg soal lingkaran Prabowo:
- Akar masalahnya bukan kebijakan tapi cara Prabowo dan orang-orang dekatnya ambil keputusan, asal-asalan
- Penasihatnya berebut pengaruh sendiri-sendiri, kasih saran yang malah saling bertentangan dan dangkal
- Prabowo digambarkan impulsif main tembak keputusan tanpa mau pusingin detail
- Kalau dikritik, jawabannya cuma: "Aku bukan begok" bahkan ke keluarganya sendiri
- Benci rapat panjang, benci debat kebijakan udah dia akuin sendiri di depan umum
- Hasilnya kebijakan jadi serampangan, komunikasi berantakan, pasar ikut goyang
- Selama gaya kerja di puncak ini enggak berubah, jangan harap ada perbaikan beneran mau reshuffle menteri berkali-kali pun sama aja
- Contoh nyata: aturan ekspor batu bara berubah-ubah kayak anak kecil ganti baju diumumkan, ditarik, diumumkan lagi, akhirnya enggak jalan juga karena emang enggak masuk akal secara bisnis
Bokap pernah ngajarin gue cara menghadapi orang yang nggak suka sama kita. Caranya agak unik: jangan selalu lawan dengan cara yang mereka harapkan.
Dulu Bokap pernah dijelek-jelekin dan disikut-sikut sama temen kantornya. Sampai suatu hari orang itu ulang tahun. Yang dilakukan bokap justru beli kue & hadiah dan memberikan langsung ke orang tersebut.
Guys, ada obrolan dari Inaya Wahid putri ketiga Gus Dur yang menurut gue paling jujur dan paling menyentil tentang apa artinya jadi anak orang yang paling dihormati sekaligus paling kontroversial dalam sejarah republik ini.
Warisan Gus Dur ke anak-anaknya bukan uang.
Bukan rumah.
Bukan koneksi.
Tapi pekerjaan yang tidak pernah selesai.
Pertama tentang momen yang paling mengungkapkan siapa Gus Dur sebenarnya:
Banyak yang lupa atau tidak tahu tapi Inaya pernah mengalami sendiri bagaimana rasanya jadi anak presiden yang bahkan pengawalnya pun tidak tahu siapa dia.
Gus Dur adalah presiden yang penampilannya tidak pernah mengintimidasi.
Tidak ada aura kekuasaan yang terpancar dari cara dia berpakaian, cara dia bicara, cara dia berjalan.
Dan itu terjadi bahkan di dalam istana.
Inaya pernah tidak dikenali sebagai anak presiden oleh protokol istana.
Bukan karena sistemnya yang salah tapi karena Gus Dur sendiri tidak pernah menanamkan pada anak-anaknya bahwa mereka harus terlihat seperti anak presiden.
Tidak ada fasilitas khusus yang dinikmati.
Tidak ada pengawalan yang melekat.
Tidak ada privilege yang dipertontonkan.
"Aku bukan anak presiden.
Aku anak Gus Dur aja."
Dan ketika ditanya apakah dia dikawal jawabannya polos dan jujur sampai bikin tertawa sekaligus terharu:
"Aku bersama Tuhan aja."
Dan ini tentang beban terberat jadi anak Gus Dur:
Inaya tidak pura-pura jadi anak Gus Dur itu enak.
Dia langsung bilang: beban. Jelas beban.
Karena standar yang diharapkan orang terhadap anak Gus Dur sangat tidak manusiawi.
Gus Dur adalah Islamic scholar, pemikir, aktivis, pelawak, presiden semuanya sekaligus.
Dan orang cenderung berharap anak-anaknya mewarisi semua itu sekaligus juga.
Lalu tiba-tiba fotonya yang viral foto umur 16 tahun waktu Gus Dur jadi presiden memperlihatkan seorang remaja yang sama sekali tidak terlihat seperti putri presiden.
Dan Inaya sendiri yang komen dengan jujur tentang foto itu:
"Yang di foto itu penakut.
Dia enggak berani mengkritik presiden.
Kalau yang sekarang masih berani.
Presidennya bapaknya sendiri waktu itu."
Dan ini tentang warisan yang sesungguhnya yang tidak ada harganya tapi juga tidak ada enaknya:
Teman dekat Inaya pernah bilang sesuatu yang menurut dia paling tepat menggambarkan kondisinya:
"Lu jadi anaknya Gus Dur mau hidup enak."
Bukan dalam arti bisa hidup enak.
Tapi dalam arti: mau enaknya saja tidak bisa.
Karena warisan Gus Dur bukan harta.
Warisan Gus Dur adalah perjuangan yang tidak pernah selesai.
Dan Inaya merasakannya sendiri setiap hari dibayar dengan jengkol dari petani Cipanas, dibawain umbi-umbian dari petani Kendeng yang sawahnya terancam pabrik semen, dibayar bakso dari warga Lampung.
Itu bayaran nyata dari pekerjaan nyata yang dia lakukan sebagai advokat masyarakat.
"Perjuangan itu enggak pernah selesai.
Sampai titik darah penghabisan."
Dan ini tentang Gus Dur yang dilengserkan yang menurut Inaya paling menyakitkan:
Waktu Gus Dur dilengserkan tahun 2001 naya masih remaja.
Dan rasa sakitnya sampai sekarang masih ada.
Tapi bukan sakit karena kekuasaannya dicabut.
Yang paling menyakitkan adalah satu hal:
"Dia tidak melakukan apa yang dituduhkan."
Dan tahun lalu TAP MPR yang menjadi dasar pelengseran Gus Dur akhirnya dicabut.
Dinyatakan bahwa Gus Dur turun bukan karena inkompetensi tapi karena kondisi politik.
Tapi Inaya tahu bahwa pencabutan itu tidak membawa follow-up apapun.
Tidak ada permintaan maaf resmi.
Tidak ada rehabilitasi nama.
Tidak ada rekonsiliasi yang tuntas.
Dan ketika keluarga bertanya kepada Gus Dur soal semua yang dialaminya dia selalu menjawab dalam bahasa Jawa:
"Becik ketitik olo ketoro.
Yang baik akan terlihat, yang buruk juga akan terlihat."
Dan menurut Inaya sekarang itu mulai terbukti.
Dan ini tentang kejahatan terbesar rezim otoriter yang paling menohok:
Inaya menyebut sesuatu yang menurut gue paling dalam dan paling relevan dengan kondisi Indonesia sekarang.
Kejahatan terbesar dari rezim yang otoriter bukan korupsinya.
Bukan kekerasan fisiknya.
Tapi satu hal yang jauh lebih merusak dan bertahan jauh lebih lama:
Menormalisasi kejahatan.
Ketika korupsi dianggap biasa.
Ketika conflict of interest dianggap lumrah.
Ketika pejabat bermasalah hukum bisa nyalon lagi dan diterima masyarakat tanpa protes.
Ketika orang yang mengambil sedikit-sedikit merasa tidak bersalah karena semua orang melakukannya.
"Itu yang paling jahat.
Karena itu bergenerasi.
Pola pikir itu beranak pinak."
Dan ini yang Inaya lihat sekarang generasi muda yang tumbuh dalam ekosistem di mana kejahatan sudah dinormalisasi sehingga mereka tidak bisa membedakan mana yang salah dan mana yang benar.
Dan ini tentang harapan yang masih ada dari tempat yang tidak terduga:
Inaya tidak mau generasi muda dilabeli generasi stroberi gampang benyek, mutungan, tidak tahan banting.
Karena ada fakta yang sering dilupakan:
ada 1.000 anak muda yang sekarang masih di dalam penjara hanya karena mereka turun ke jalan menyampaikan aspirasi untuk memperbaiki negara ini.
Beberapa di antaranya masih anak SMA.
Dan dia mengakhiri dengan satu kutipan dari aktivis muda yang ditangkap Dil Pedro Marhain:
"Semakin ditekan semakin melawan."
Gus Dur tidak meninggalkan warisan uang.
Tidak meninggalkan warisan kekuasaan.
Tidak meninggalkan warisan privilege.
Yang dia tinggalkan adalah satu hal yang jauh lebih berat sekaligus jauh lebih berharga: prinsip. Integritas yang tidak bisa ditawar meskipun kekuasaan ada di tangan. Keberanian untuk tetap berdiri di pihak yang benar meskipun harganya sangat mahal.
Dan anak-anaknya tanpa pengawalan, tanpa fasilitas, dibayar dengan jengkol dan umbi-umbian masih menjalankan warisan itu setiap hari.
Sementara banyak anak pejabat lain yang bahkan tidak perlu berjuang untuk apapun sudah punya segalanya hanya karena nama belakang mereka.
Hati2 buat perempuan, terutama yang dugem ke club:
Obat tetes mata kalau dicampur ke alkohol bisa bikin kamu pingsan kayak kena obat penenang kuda. Karena mengandung zat Tetrahydrozoline yang banyak terjadi di kasus drug-facilitated sexual assault (pemerkosaan dengan bantuan obat). Mungkin baik kalau selalu bawa penutup gelas minuman.
Bener kata bang Pandji. Orang ini dari kecil hidup dari keluarga kaya yg membuat tidak ada org yg berani mendebat dia, semua keinginannya pasti dituruti. Saudara, ART, dan temannya pasti mengiyakan dia. Mungkin cuma orang tuanya yg bisa bilang 'tidak' ke dia (itupun kalo orang tuanya tegas).
Ditambah dia masuk militer yg emg sistemnya 'siap ndan'. Semua hal dilakukan atas perintah atasan, bukan hasil duduk bareng dan saling challenge pendapat seperti di lingkungan kampus.
Udah gitu jadi ketua partai pula. Tau sendiri partai di Indonesia itu fanboy club. Ngga ada ideologi tapi semua arah partainya ditentukan tokoh partai tersebut. Hampir semua bawahannya pasti ABS.
So, selama dia hidup ngga biasa dgn kritikan. Karena dia biasa diiyain segala keinginannya. Sampai pada titik dia jadi presiden. Yg mana presiden adalah jabatan publik. Banyak org yg mengawasi dan mengkritik.
Alhasil pas jadi presiden ya begini. Kaget kalo ternyata dia bisa dikritik orang banyak dan dihajar kanan kiri. Jadi lgsg cap yg kritis itu nyinyir, antek asing, musuh negara, dll.
1. knp lebih engas liat cewe di bkp??
--> cewe lebih sensitif sama suasana erotis (desahan atau ekspresi keenakan) alias otak kalian cuma ngerespon vibe seksoy nya aja.
2. knp illfeel liat kntl cwk lain?
--> bagi cewe visual alat kelamin cowo random tu gd artinya klo egk ada ikatan emosional.
3. knp pas liat tytyd cwk sendiri bkin kedut-kedut?
--> karena ada faktor cinta, kenyamanan, dan chemistry. otak cewe mengenali dia sebagai pasanganmu, makanya langsung ngirim sinyal biologis yang bikin aliran darah ke miaw2 meningkat (makanya rasanya kedut-kedut).
12 tahun didunia kerja kantoran, aku bisa nyimpulin salah satu kesamaan, kalau orang yang paling jahat dikantor adalah orang yang gak bahagia dalam rumah tangganya atau keluarganya
Teman-teman, saya ingin meluruskan sedikit. Tulisan saya ini murni berdasarkan pengalaman pribadi selama 12 tahun bekerja, bukan untuk menggeneralisasi semua orang. Saya sadar setiap orang punya latar belakang dan cerita yang berbeda.
Kalau ada yang kurang setuju atau merasa kurang nyaman dengan tulisan saya, saya mohon maaf. Terima kasih sudah berbagi sudut pandang masing-masing
cc:threadvaalldear
Bahas serius nih.
Pertama, karena ngerasa familiar sama lukanya. Kadang tanpa sadar, kita nyari pola yang mirip sama masa lalu. Jadi pas ketemu cowok red flag yang cuek atau manipulatif, alam bawah sadar malah ngerasa, "Oh rasanya kayak yang kemarin nihh."
Kedua, terjebak Hero Syndrome. Ada ego yang bisik-bisik, "Dia emang bandel, tapi kalau dia berubah demi aku, artinya aku spesial banget."
Padahal ya ... kita bukan pahlawan yang bisa ngubah orang lain.
Ketiga, kena love bombing parah dan pas dianya juga gampang luluh. Cowok red flag biasanya pinter banget manis-manis di awal sampai bikin baper parah. Pas sifat aslinya keluar, kita udah terlanjur sayang dan bertahan dengan modal "kenangan manis" doang.
Tapi sebenarnya saya percaya emang belum selesai sama luka sendiri, jadi standar self-worth-nya ikutan turun.. ya sudah..
Setuju, kak! Secara psikologis, orang yang milih ghosting daripada kasih closure biasanya punya avoidant attachment style atau conflict avoidance. Mereka gak siap secara emosional buat ngadepin konfrontasi/rasa bersalah, jadi milih kabur. Padahal dampaknya jahat bgt. 🧠💔
Setuju. Cerdas = langsung ke inti.
Tapi tanpa EQ, cuma jadi 'pedas' & kesepian. Low tolerance for bullshit bagus, tapi butuh high tolerance for people.
Gini loh, dari sononya cowok tuh emang punya insting pengen diandalkan. Jadi, egonya bakal melambung tinggi kalau dia ngerasa dihargai usahanya, sekecil apa pun itu.
Kalimat kayak, "Makasih ya udah diusahain, aku bangga banget sama kamu," atau sekadar dipercaya buat ambil keputusan, itu efeknya jauh lebih ajaib daripada dicariin atau dicatetin tiap jam.
Sebaliknya, kalau ceweknya tipikal yang dominan banget, suka ngatur, atau sering ngejatuhin harga diriny, meski si cewek bilangnya 'aku kayak gini karena sayang sama kamu', cowok tetep bakal ngerasa gak dicintai. Karena bagi mereka, kalau gak ada respek, ya artinya gak ada cinta.
Tapi inget ya, ini konteksnya ego yang sehat, bukan ego toksik yang mau menang sendiri, anti-kritik, atau minta diturutin semua maunya.
Jadi intinya, kalau mau bikin cowok bucin dan ngerasa dicintai, kuncinya ya pinter-pinter ngejaga harga dirinya..
Mari bahas ini seriusan..
kalau diomongin secara santai, ini emang bener banget sih. Tapi bukan berarti cowok tuh gak butuh disayang ya, melainkan cara cowok merasa disayang itu emang lewat egonya.
Buat cowok, bentuk cinta paling valid dari pasangannya itu adalah rasa hormat dan dihargai. .. next >>
Mindsetku skrg, kalo sendiri aja happy, ada pria lain hrsnya lebih happy. Kalo dibikin bingung dan hal lain2nya yg bikin kita capek, ya u're not what he wants brrti. Cukup "oh ok" and move on.