Kata gue sih, kalo ada tim PLN datang ke rumah, always always foto dan video apa yang mereka kerjakan.
Pastikan identitasnya ada. Yang dia kerjakan apa saja jelas.
Simpan foto video itu di telegram atau google drive. Jangan sampe hilang.
Kertas bukti mereka kerja, juga simpan.
Kalo perlu mobil dan plat mobil yang mereka pake, foto juga.
Akan berguna beberapa bulan/tahun kemudian.
YTTA.
tebakkan gw.
ortunya minta duit ke anaknya buat “renovasi rumah”
pas pulang, kok lantai-nya belum di renov? kemana uangnya?.
jadi-nya pulang ajalah, kasih pelajaran ama ortu.
trus ortu-nya playing victim. kek familiar aja.
aneh bgt soalnya baru tahun ini complain masalah lantai
Jam 3 pagi listrik rumah gue tiba-tiba mati. Meteran turun (jetrek). Gue coba naikin, langsung turun lagi.
Karena gak ngerti kelistrikan gue telpon PLN, teknisi dateng dan bilang:
"Ini estimasinya segini pak."
Dia nunjukin HP nya dengan nominal hampir 600rb.
Akhirnya gue cancel dan bilang saya bayar jasa pengecekannya aja.
Padahal ternyata penyebabnya sepele banget. Simpan thread ini ya, suatu saat bakal berguna.
Ini nominal yg gue bayar untuk jasa pengecekannya doang
🗣️ "Sekarang udah ga seperti dulu duitnya bro. Udah ga bisa lah. Banyak kali pemainnya. Cuan sangat tipis, berdarah-darah marketnya. Mending cari yang lain."
Kata gue, di bisnis, kalo mau masuk, ga usah terlalu dengerin kalimat-kalimat seperti ini.
Prinsipnya selalu: start small aja dulu.
Cicipin marketnya.
Ga usah nyebur sampe basah dulu.
Kita mengukur kesempatan dan peluang di bidang tertentu itu pelan-pelan. Setelah lebih yakin, baru melangkah lebih maju lagi. Lebih masuk lagi. Lebih dalam.
Faktanya, banyak pemain lama yang udah "capek" di industry mereka.
Udah burnout di situ, ga mau mikir lagi, ga ada inovasi. Lebih jelek lagi, mereka ga bisa melihat value-value yang masih bisa diciptakan di market itu.
Kalo diajak ngobrol, ya keluar komentar di atas itu.
I bet you hear this often.
Kalo emang kita suka dengan problem yang akan kita jual solusinya, I say, go for it. Masuk aja dan pantau pasarnya.
Lagian, ada aspek-aspek bisnis yang sifatnya personalized dan customized.
Tergantung siapa yang menjalankannya.
Tergantung apa yang dikerjakan.
Tergantung angka yang diharapkan.
Tergantung tujuan yang ditetapkan.
Cara eksekusi dan sudut padang yang berbeda, akan memberikan hasil yang berbeda juga.
Temen kita mungkin merasa, punya 5 project per tahun dengan profit per bulannya 10 juta itu kecil banget, karna dulu dia pernah merasakan 50 project per tahun dan cuan 200 juta per bulan. Kondisi itu blom tentu valid untuk kita kan?
Bisa jadi, we are more than grateful to have 10 million per month in profit.
Metode jualan lama mungkin ngandelin beli putus, sehingga mereka harus ngejar project baru terus-menerus. Bisa jadi kita malah menciptakan additional value yang bisa dibundling dengan subscription-based services. Jadi income bisa masuk lebih rutin.
Ga ada yang tau.
Poinnya, jangan terlalu pusingin apa kata orang. Boleh dijadikan sebagai nasehat agar kita lebih berhati-hati, tapi ga usah disimpen dalam hati. Apalagi kalo itu malah bikin rencana kita ga jadi-jadi.
Makes sense ya.
Di bisnis, jangan sampe kita berada di posisi ga mau angkat telpon dan ga bales pesan WA.
Usahakan selalu kasih closure yang orang lain butuhkan.
Deal atau ga deal, jelas-jelas aja.
Lanjut atau berhenti, be clear about it.
Butuh biaya tambahan, sampaikan.
Butuh waktu lebih lama, utarakan.
Issue-issue di bisnis, ga harus berakhir ghosting kok.
Kalo sampe harus menghindar dan menghilang, ya kita ga profesional aja.
(NB: kalo gue blom bales request lo, chat lagi aja ya. I will give you the closure you need)
Kalo lagi tahap negosiasi, sebaiknya ga usah ngobrol-ngobrol ke calon client kalo kita kenal/teman dekatnya si ini si itu.
Name dropping kalo konteksnya mau bragging/naikin credibility, tapi kita ga fokus bicara value, sebaiknya dihindari. 👌
Kita blom tau prospek yang lagi mau kita menangin projectnya ini, punya problem/engga dengan tuh orang.
Salah-salah gak deal karna mereka musuh bebuyutan. 😂
Makes sense ya.
Baru saja ngasih solusi yang menghemat 85% biayanya client.
Sebagai service provider, posisi kita seharusnya jadi experts, bukan sekedar order-takers.
Client mintanya A, ya kita gali, problem utamanya dia apa, dan kenapa bisa sampe pada solusi itu.
Kalo udah paham, giliran kita yang meng-exercise masalahnya mereka, trus kasih solusi yang punya impact sama tapi lebih ramah.
Kontraktor kalo dibayar cuma ikut perintah, ya keahliannya ga ada guna.
Makes sense ya.
Punya 2 app WhatsApp di HP, satu yang personal, satu lagi WA Business.
Nah, herannya tiap tap link di website, auto membuka ke WA Business app.
Biasanya diberi pilihan, mau launch app WhatsApp yang mana.
Ada yang ngalamin juga?
Orang yang ga enakan, sering bikin bingung, sebenarnya dia itu mau atau ga mau? Trus rela atau terpaksa?
Belajar lebih tegas ke kemauan diri sendiri, ga apa-apa harus ikut kata orang lain, ini bisa dilakukan dan penting.
Jangan terlalu ngikut arus.
Jangan terlalu seganan.
Jangan terlalu toleransi.
Learn to say out loud what you want.
Learn.
Makes sense ya.
Kalo kalian lagi mau menata hidup lebih baik lagi, ini salah satu video yang gue save. Bagus banget. Memecah "hidup" ke poin-poin yang makes sense.
Nonton deh:
https://t.co/YjKkxa8OjF
Supaya ada duit di rekening,
kita butuh ada invoice yang akan cair.
Supaya ada invoice yang akan cair,
kita butuh ada project.
Supaya ada project,
kita butuh ada proposal penawaran.
Supaya ada proposal penawaran,
kita butuh ada meeting dengan calon client.
Supaya ada meeting dengan calon client,
kita butuh ada prospek yang tertarik.
Supaya ada prospek yang tertarik,
kita butuh ada networking yang jalan.
Supaya ada networking yang jalan,
kita butuh ada personal branding yang kuat.
Supaya ada personal branding yang kuat,
kita butuh ada konten yang konsisten.
Buat orang lain, hidup kita itu penuh kejutan.
Buat kita, hidup kita itu dipikirkan.
Ada keinginan yang dibuatkan perencanaan dan dijadikan tujuan.
Selanjutnya dipecah-pecah jadi aksi, yang setiap hari terbawa mimpi, dan terus-menerus kita eksekusi.
Buat orang lain, saat kita mengumumkan pencapaian, mereka anggap itu keberuntungan.
Buat kita, itu mimpi yang berhasil diwujudkan.
Makes sense ya.
Kalo udah tau apa yang lo mau, udah masuk 70-80% dari checklist, udah sesuai kriteria, trus ada kesempatan di depan mata, ga usah mikir terlalu lama.
Ambil peluangnya.
Sikat aja.
Gas.
Kelamaan mikir, diambil orang.
Beneran deh.
Ada calon client yang minta diskon, kita infoin harga udah nett, namun budgetnya ga nyampe, jadi ngotot mau minta kurangin lagi, kitanya udah ga bisa turunin harga.
Cara nego-nya kasar, penuh emosi, dan kayak ngajak berantem.
Akhirnya tetep gak deal.
Udah marah-marah.
Ini strategi negosiasi gimana ya?
Apakah strategi bakar kapal juga kah? Kan jadinya mau deal di kemudian hari, jadi sulit.
Dari penyedia jasa akan melabel calon customer ini. Bahkan masuk ke blacklist.
Ga mungkin kerja sama.
Setelah sukses dan lancar pakai wifi mesh untuk kantor (bangunan 3 lantai), hari ini gue setup lagi untuk di rumah.
Udah sulit berpaling dari produk ini. Terlalu mudah untuk di-setup. Almost plug and play. Terlalu reliable. 🫡
Bangunan 3 lantai, gue pake 2 unit. Sementara cukup.
Dari lantai bawah berpindah naik ke lantai atas, auto connect wifi yang sama. Sinyal strong. Speed juga dapet maksimal.
Gue pake tipe ini https://t.co/d8BE9J6iCH
Very recommended.
@Rothmus Here's a step-by-step guide to create a filter in Gmail to delete emails with "unsubscribe" in them:
Step 1: Log in to your Gmail account
Step 2: Click on the gear icon
In the upper right corner of the page, click on the gear icon.