"Tolong bantu suami saya, Pak. Biar tidak dipenjara. Suami saya buta huruf."
Itulah permohonan Darmawati Capah untuk suaminya, Jesse Togatorop, warga Desa Kuta Pengkih, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang kini menjalani proses hukum usai diduga menebang beberapa batang pohon di kawasan hutan lindung. Hasil penebangan itu disebut akan digunakan sebagai bahan pembangunan Gereja Pantekosta Sion Indonesia (GPSI).
Menurut pihak keluarga, penebangan tersebut dilakukan atas persetujuan Kepala Desa dan telah mengantongi surat izin. Darmawati pun meminta bantuan Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan agar suaminya mendapat pendampingan hukum. Saat ini, perkara Jesse masih bergulir di Pengadilan Negeri Kabanjahe.
๐ฝ๏ธ: news.nusantaratv (IG)
Nyesek lihatnya, nggak ada jembatan, siswa siswa tetep berenang arungi sungai
Ini yang di maksud Fatimah BEM UI, sebelum mengadakan MBG, perhatikan hal hal dasar pendidikan kayak gini
Nah yaudah, kalo memang udah ngga ada ruang negosiasi, trus ngapain lu pada kecentilan datengin kampus ngaku-ngaku mau diskusi? Ya wajar lah kalo lu pada diusir. Karena mereka juga paham kalo lu cuma mau bela diri.
From this to this
Mahasiswa: HENTIKAN MBG! Proyek dzalim!
Gibran: Jangan marah. Ayo kita ke NTT. MBG berjalan dengan baik kok
(sesampainya di NTT)
G: Loh.. makanan dimasak jam 3 pagi? Di kelas ga ada lampu?
Mahasiswa: ๐๐๐๐ #IndonesiaGelap#StopMBG#demo
Setuju banget dengan statement bung Ray, buat apa para mentri buat forum diskusi tapi keputusan kebijakan sudah ditetapkan dan disahakan. Harusnya sebelum disahkan ajak mahasiswa dan rakyat untuk berdialog
Kata Budiman Sudjatmiko: Se tersinggung apapun, jangan mencelakai Tiyo, jangan sentuh Tiyo.
Kata kata ini justru bagi gua adalah sebuah kode dari budiman ke tyo yang artinya
HATI HATI KAMU TYO ๐ซต