@pangeransiahaan Mau diaspora / naturalisasi, intinya lokalan ngga bisa bersaing dengan luar ,
Bilang aja iri dengan ET , ngga bisa nitip pemain lagi, hahaha
Simple padat dan Jelas
Seakan Demokrasi Ilang karna 02 menang, indonesia ini circle nya bukan temen lo doang. 02 juga sekarang menang quick count karna banyak yajg milih, “MAJORITY RULES” in “DEMOCRACY”. demokrasi malah ilang karna orang orang kek lo yang maksain pendapat dan sok sipaling moral :)
Semakin dewasa kita, akan semakin akrab dgn kalimat "Ga apa apa. Nanti juga terbisa. Kita hanya perlu berdamai dengan hal hal yg tak bisa kita ubah."
Karena ikhlas itu gak ada.
Yang ada adalah kita terpaksa menerima, kemudian menjadi terbiasa.
Ada beberapa teman yang dm nanyain Pak Ulik - Gibran sudah Fix ya bro..??
Pak Ulik - Gibran itu belum fix ya guys, kemarin itu masih sebatas dukungan Golkar untuk Pak Ulik - Gibran.
Untuk partai Koalisi lain masih belum, masih tawar menawar harga pas tancap gas.
Meskipun Gibran menikmati permainan ini, tapi Gibran juga belum memberikan kepastian.
Buat kalian yang mau beropini macam² ya bebas aja, lah wong elitnya juga menikmati permainan ini.
@VIVAcoid Mang serem2 ya skrg.. dulu di hina petugas partai, skrg bandel dkit di hajar pengkhianat.. hhahaa.. tp emg kacau sih masalah MK harus di akui.. udhlah gausa terlalu riuh ribut, tr abs pilpres elit2 ya gabung lg ketawa2, lha kita msh ada ribut di grup.. kocak
In 1965, the CIA backed a far-right coup in Indonesia, installing fascist dictator Suharto, who committed genocide, killing 1-3 million leftists.
Capitalist West Germany supported Suharto's genocide, sending ex-Nazis to Jakarta to help the CIA oversee it
https://t.co/0Upmf4jBPA
Sebab harto, kala itu, sdh sangat dikenal merupakan jenderal yg "dipelihara" oleh AS. AS sendiri sangat benci kpd Sukarno yg dianggap lebih berpihak kepada kaum kiri (Uni Sovyet dan RRT). Logikanya, jika G30S dilakukan oleh PKI, tentu harto akan menjadi the first enemy dari PKI.