Alhamdulillah, ada “good news” untuk kita semua. Dua hari ini, 9-10 Juni 2026, Rupiah dan IHSG menguat secara signifikan. Selamat dan terima kasih untuk negara dan pemerintah. Semoga ini merupakan awal dan pertanda baik ~ “a good beginning”.
Kabar baik ini membuktikan apa yang saya sampaikan bulan Mei 2026 yang lalu tidak keliru. Pemerintah, tentunya pemimpin kita Presiden Prabowo Subianto, masih memiliki sumber daya politik dan ekonomi untuk mengatasi tekanan ekonomi yang kita rasakan saat ini. Masih tersedia opsi dan solusi dari otoritas moneter dan fiskal kita.
Pemerintah berhasil menghentikan proses pelemahan Rupiah dan IHSG yang terjadi secara sistematis (berturut-turut) dalam jumlah yang besar. Itulah sebabnya kebijakan yang dijalankan oleh Bank Indonesia, tentunya bersinergi dengan pemerintah, menjadi salah satu faktor positif dalam menghentikan rontoknya Rupiah dan IHSG. Kalau tidak, pelemahan saham dan mata uang kita bisa “unstoppable”. Pasalnya, sudah menjadi satu antara faktor “real economy”, utamanya situasi fiskal dan APBN kita termasuk beban utang yang melilit, dengan faktor psikologis dan persepsi pasar yang tidak positif.
Ke depan, hari-hari mendatang, kita berharap Pemerintah terus melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi. Menyehatkan APBN kita. Membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah. Mencegah terjadinya kenaikan harga barang dan jasa yang bisa memukul kehidupan rakyat. Memulihkan kembali kepercayaan investor. Meningkatkan komunikasi yang lebih efektif sehingga kebijakan dan langkah pemerintah dimengerti oleh rakyat dan “market”. Menghentikan berbagai spekulasi dan ketidakpastian. Yang tidak kalah pentingnya, melindungi rakyat kita yang sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM.
Saya tahu, karena kenyang dalam menangani tekanan ekonomi seperti ini ketika memimpin Indonesia dulu, semua ikhtiar pemerintah ini tentu memerlukan waktu. Perlu dukungan publik yang lebih kuat. Ingat, “in crucial thing, unity”. “In important thing, dialogue” dan diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif. Pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat dan aksi-aksi nyata yang serius menjadi sangat penting. *SBY*
@tanyarlfes Nder, tinggalin aja tunangan lu. Biar dia bisa sesukses masa lalu lu yang paket komplit. Karna masa lalu lu bisa komplit karna lg gak sama lu, ketika lu jadi sama masa lalu lu. Kejadian berbalik. Inget nder, istri itu pembisik. Iya lu ga salah nanya ini
@Hidupsebagai62 Udah gak main unpopuler opinion, lu mah buzzer mentang pemerintahan wowo lg gini kalian buat seakan "ih iya juga ya baik juta ya oslo ternyata" . Gak gak uda gabisa di poles lagi.
@jellypastaa Maaf terlihat tidak pintar, ketika finlandia tidak ada nyamuk lalu tiba tiba ada nyamuk chikungnya kok bisa tiba tiba ada nyamuk? Tiba tiba banget?
@Long_Scent@ruvnki Berarti intinya kak, sender lebih jelas pakai kata kontol, tete, nenen, seperti yg disarani @ruvnki dari pada pemilihan kata twingky wingky yang lebih halus ? Zaman sekarang aneh ya dengar omongan baik dan mendengar kata "kotor dan jelas menurut kaka" itu hal yang wajar hehe
@masakmakanjajan@jialmond_soul@ruvnki Gak pernah sih kak konsul 0ayudara, saya dada sebidang soalnya 😄 lanjut omongin kata kotor kenapa sih sender milih kata twingky wingky. Menurut saya aja nih kak, memang dia gasuka/tebiasa cakap kotor. Atau pemikiran dia mungkin biar anak di bawah umur tidak melihat/mengerti.
@masakmakanjajan@Rawooooooooonku@ruvnki Bener tuh kak, kata kata itu bisa jadi dimaknai kasar kalau konteksnya di pakai buat memaki. Tapi kata kotor, tetap di maknai kotor untuk konteks apapun. Ga mungkin kan, presiden pidato pakai kata tete? Iklan, atau ceramah si masjid atau gereja pakai kata kontol?
@Rawooooooooonku@ruvnki Mungkin, ada orang yg uda biasa ngomong memek, kontol, ngentod itu ga kasar / biasa aja. Bagi orang yg mungkin masih polos, atau yg paham berkata kasar dan kotor itu adalah dosa ituadalah hal yang lebih dari hal tabu kaka 😄
@jialmond_soul@ruvnki Kalau kontol, memek, nenen, tete itu ga kasar. menurut kaka nya dokter kenapa ga pakai kata itu ya ? Apakah karna kotor yg spt saya maksud? Hehe
@membegalsylus@ruvnki Wih iya bener sekali kaka, karna itu ciptaan tuhan kan yaa. Namun, kalau kaka perhatikan lg retweet ka @ruvnki , ada ga kira kira kata kotor disitu ya ka, ka ruvnki lebih setuju kalau sender itu pake kata kontol, memek, tete dari pada twinky wingky. Ketemu deh adab nya hehe