@ridhohikmawans@kwendicklmao@JOWniverse Kebaikan dalam ketuhanan dan kemanusiaan itu berlawanan. Dalam ketuhanan, baik itu harus berdasarkan perkataan tuhan melalui wahyu nya. Tp dalam kemanusiaan baik itu dihasilkan dari proses pemikiran dan kebijaksaan manusia itu sendiri.
Menarik.
Ketika agama membahas ateisme, itu disebut dakwah. Ketika ateis membahas agama, itu disebut "sesat."
Jadi kebebasan berpikir ternyata hanya dianggap sah selama arahnya tetap menuju keyakinan mayoritas. Sisanya dianggap penyimpangan kognitif yang layak dimusuhi.
Kalimat "mati kita" bahkan lebih menarik lagi, karena tanpa sadar memperlihatkan fondasi psikologisnya: ketidakmampuan membedakan antara kritik terhadap ide dengan ancaman terhadap eksistensi diri.
Padahal dalam tradisi intelektual mana pun, gagasan memang untuk diuji, dipertanyakan, bahkan dibongkarโbukan disakralkan seperti artefak rapuh yang harus dilindungi dari percakapan.
๐คก๐คก๐คก
@xyzwitter@untitled246@BUTCHYnn@sunsetJhesus Solusinya ya ga percaya konsep dosa itu sendiri. Dan melakukan civil union/ikatan sipil (jika negara menyediakan) agar hubunganya yang diakui secara hukum oleh negara.
@untitled246@BUTCHYnn@xyzwitter@sunsetJhesus Nikah dgn orang yg berbeda orientasi seksual itu kaya nikah dgn perasaan sebatas teman aja, ga mungkin ada cinta. Jd ya homoseksual nikah dgn yg berbeda jenis kelamin itu hanya pura".
@Jembrak18@Homo_sapiens21 Km pikir seorang gay/lesbi itu ga bs bereproduksi gtu?? Mereka bs aja loh punya anak, selama normal alat reproduksinya dan ada sel sperma bs masuk ke sel telurnya. Maka banyak individu lesbi/gay yg punya anak dari hubungan heteroseksual, meskipun mrka homoseksual.
@kyo_shiro007 @Abililham0V @Homo_sapiens21 Jika tujuan seks yg dibenarkan itu hanya untuk reproduksi, maka pasangan manusia yg ga menyimpang itu punya anak belasan bahkan puluhan. Karena sex yg hanya sekedar rekreasi itu menyimpang. Gtu kan logika nya?