manik kembar rhymeria berbinar mendengar kegiatan seru. ia jadi tidak sabar untuk hadir di pertemuan minggu depan.
“sampai jumpa di kelas berikutnya, profesor!! selamat beristirahat!” seru meri riang setelah mengisi lembar kehadiran.
ㅤㅤ.FIN
ㅤ
“Hati-hati lo kalau ke Slytherin!” tawanya. “Baik saya cukupkan kelas hari ini. Minggu depan bakal ada kegiatan yang sangat seru, jangan sampai ketinggalan, ya? Sampai jumpa lagi!” Wisteria mengakhiri kelas dengan lambaian tangan.
ㅤ
tidak sampai di sana, sebelum kelas tutup, kebiasaan bloody baron yang mudah marah dan sering menakut-nakuti murid asrama slytherin sempat dibahas. ada fakta menarik lainnya tentang hantu asrama slytherin tersebut yang meri tulis dalam catatannya.
ㅤ
“Hati-hati lo kalau ke Slytherin!” tawanya. “Baik saya cukupkan kelas hari ini. Minggu depan bakal ada kegiatan yang sangat seru, jangan sampai ketinggalan, ya? Sampai jumpa lagi!” Wisteria mengakhiri kelas dengan lambaian tangan.
ㅤ
ㅤ
“Namun, penampilannya bukan satu-satunya hal yang membuat Baron dikenal. Seperti yang baru saja kita bahas, ia memiliki hubungan langsung dengan kematian Helena Ravenclaw. Rasa bersalah atas perbuatannya menjadi bagian penting dari kisahnya sebagai hantu.”
ㅤ
ㅤ
“Sepertinya kamu @aiyikuro sudah curi start baca buku, ya?” godanya. “Kita mulai dari Grey Lady, hantu asrama Ravenclaw. Nama aslinya adalah Helena Ravenclaw, putri dari Rowena Ravenclaw, salah satu pendiri Hogwarts.”
ㅤ
kelas diakhiri dengan lembar hadir yang dibuka untuk murid-murid isi sebelum meninggalkan ruang kelas.
satu persatu dengan tertib mengisi perkamen tersebut dan kemudian berpamitan pada pengampu. “selamat malam, tuan falk! terima kasih materinya. selamat beristirahat.”
ㅤㅤ.FIN
“di belakang?” meri menolehkan kepalanya mencari letak tugas yang dimaksud. setelah kelas akan ia baca dan menimbang akan mengerjakan tugas opsional tersebut atau tidak.
ㅤㅤ
“Terakhir, sebelum kalian kembali ke asrama, ada tugas di papan di belakang kelas. Tugas ini sifatnya opsional, tapi saya lihat upahnya cukup menggiurkan. Jangan lupa dicek.” Johann menunjuk papan pengumuman di belakang kelas.
🖇 : https://t.co/p8oSPFB45c
ㅤㅤ
ㅤㅤ
“Great. Kalian melampaui ekspektasi saya,” gumam si tua Falk. Ia berjalan ke depan kelas.
“Simfoni No. 5 di gedung pertunjukan memang sebuah fine art. Tapi, ceritanya akan berbeda jika seseorang menjadikan itu musik iringan senam. Bisa saja langsung berpindah kategori.”
ㅤ