Di salah satu PTN terkemuka Indonesia, ada Wakil Rektor yang S1-nya dari kampus itu, S2-nya dari kampus itu, S3-nya dari kampus itu.
Guru Besar sejak 2024.
Fenomena ini ada namanya: academic inbreeding ,ketika seseorang mendapat seluruh pendidikan akademiknya dari satu institusi, lalu memimpin institusi itu.
Riset internasional konsisten menemukan: academic inbreeding melemahkan produktivitas riset, mempersempit perspektif keilmuan, dan memperkuat status quo yang seharusnya dikritisi.
Bayangkan seorang penguji soal yang tidak pernah belajar dari kampus mana pun selain kampus yang soalnya ia buat sendiri.
Kita mau cetak SDM unggul global.
Tapi bagaimana caranya, kalau orang yang memimpin proses itu belum pernah keluar dari satu jendela yang sama?