Pulang sekolah 🏫
🐱: “Srooooot!”
🐶: “Uhuk! Aaa jangan ditarik tasnya. Berat, dudung.”
🐱: “Srooooot!”
🧑🍳: “Ya ampuuuuun satu muka penuh ingus! Kakak sini tasnya ayah jemur dulu.”
🐱: “Ayaaah…”
🐶: “Eum tapi ada semutnya banyak… tadi kakak bawa permen di tas.”
🧑🍳: “Buku mewarnainya basah juga, gak? Astaga ini kok ada salak busuk. Kalau makan siang gak pernah dimakan pasti buahnya. Pensil warna yang merah di mana, kak? Ini yang hitam kok sudah patah gini?”
🐱: “Ayaaaah…. Sroooot.”
🐶: “Kakak makan buah, kok! Tapi yang itu rasanya kayak batu kakak gak suka. Eum, pensilnya dipakai adek mewarnai kakak gaktau di mana….”
🧑🍳: “Duh, yaudah sini botol minumnya ayah liat dulu bocornya kaya apa.”
🐱: “Ayaaah…”
🐶: “Aaaa kakak tangannya sakit. Ayah aja yang ambil.”
🧑🍳: “Kok penyok semua? Ini habis dibanting-banting apa gimana, kak? Ayah baru beli kemarin, loh. Mau dibenerin juga gak bisa.”
🐶: “KAKAK MAIN TENDANG TENDANG SAMA JEMI! P-pakai botol….”
🐱: “Ayaah…..”
🧑🍳: “Dengerin ayah, sini mendekat telinganya dibuka. Ini ayah beliin buat kakak untuk dipakai minum, bukan dibuat main bola, paham gak ayah ngomong apa? Mendengarka gak telinganya? Kalau sudah penyok gini ya jelas tumpah. Besok ayah bawain air mineral aja kalau nakal kayak gini.”
🐶: “Kakak dengerin! Aaaaa ayah jangan marah-marah….. uhuk!”
🐱: “Ayaaah….”
🧑🍳: “Nanti ke dokter periksa, lho. Batuk kok gak sembuh-sembuh. Ayah tau, ya, kakak kalau ke rumah budhe pasti minum es tijus tijus itu hiiiiih pemanis buatan gak sehat. Eh, eh! Sini dengerin ayah dulu!”
🐶: “Huh! Kakak mau duduk ayaaah.”
🐱: “Ayaaah… sroooot!”
🧑🍳: “Eh! Ya ampun adek kok umbelnya udah sampai perut gini ayo-ayo mandi dulu semuanya!”
being nice itu ngga bayar kok teman-teman, usahakan jarinya yang baik-baik aja ya? kita ngga tau apakah orang yang kamu jadikan sasaran kebencian itu lagi dilowest point of life jadi jangan jahat-jahat sama orang lain, kamu ngga tau hidup mereka itu lagi baik atau engga, thanks🤍