@alterigoes Barusan melalui fase ini. Yg ngefek di aku jalanin hobi, liburan, spend more time with loved ones. Lalu sampai pada kesimpulan : g perlu ngoyo dlm hidup, kerja secukupnya. Kalo diturutin g bakal ada abisnya, ngabisin waktu. Pdhl waktu adalah satu-satunya yg berharga yg kita punya
Jika kamu nobody, dari keluarga gak punya, bahkan ga punya saudara yg punya nama.. fakultas teknik itu menurutku paling egaliter dan bisa membawamu dan keluarga keluar dari structural poverty.
Jadi, cara melihat apakah harga-harga di Indonesia mahal atau tidak, bukan sekadar membandingkan harga di label ...
Yang perlu dibandingkan adalah: UMR atau upah minimum setempat. Gaji rata-rata masyarakat. Daya beli masyarakat. Kualitas barang atau jasa yang didapat. Karena yang menentukan mahal atau murah bukan hanya harga, tetapi juga kemampuan membeli.
Misal ...
Suatu ketika saya beli anggur dan sushi di sebuah food court di Shenzhen. Harganya kurang lebih sama dengan di Jakarta. Apakah berarti harga makanan di Shenzhen memang setara Jakarta? Belum tentu.
Cek dulu: UMR Shenzhen berapa? Gaji rata-rata masyarakatnya berapa? Lalu, kualitas anggur dan sushi di food court Shenzhen dibanding food court Jakarta seperti apa?
Based on pengalaman, kualitas makanan di food court Shenzhen justru lebih mendekati restoran atau supermarket premium di Jakarta. 😅
Contoh lain.
Sepulang umrah, saya beli kopi di Makkah, di salah satu jaringan coffee shop internasional. Harga segelas kopinya sekitar dua kali lipat dibanding Jakarta.
Apakah otomatis biaya hidup di Makkah lebih tinggi? Belum tentu juga. Yang perlu dicek adalah: Berapa rata-rata pendapatan masyarakatnya? Harga kopi setara berapa persen dari pendapatan bulanan mereka?
Sekarang kita pindah ke Eropa dan Amerika, yang juga cukup sering saya kunjungi.
Regular sandwich di Zurich atau plain bagel di New York memang berkali-kali lipat lebih mahal daripada Jakarta. Tetapi pertanyaannya adalah: sandwich itu menghabiskan berapa persen dari pendapatan rata-rata masyarakat di sana?
Ganti contoh makanan dengan transportasi.
Seorang sahabat yang tinggal di Singapura cerita bahwa biaya transportasi bulanannya sekitar 5% dari gajinya. Kalau di Indonesia, berapa persen?
Belum lagi kalau mulai menghitung biaya pendidikan, kesehatan, dan perumahan.
Jadi, ketika membandingkan biaya hidup antarnegara, jangan hanya membandingkan harga. Bandingkan juga DAYA BELI hingga kualitas yang didapat ...
Karena harga bisa sama, bahkan lebih murah. Tapi kalau pendapatan jauh lebih rendah, kualitas barang ga lebih baik, maka secara ekonomi barang tersebut justru lebih mahal bagi masyarakat.
Jadi, menurut you, biaya hidup di Indonesia sebenarnya murah atau justru tinggi? 😁
fun fact
juara Piala Dunia 2026 nanti sejumlah Rp 810 milyar, lebih kecil dari anggaran mbg 1 hari (Rp 1,2 triliun)
itu artinya Indonesia bisa bikin kompetisi Piala Dunia setiap hari
@clownstothew3st AAAMIINN. banyak banyak explore, take many videos and photos. Cobain makanan yg ga ada disini. That is a once in a lifetime experience and should be treated that way. Sehat sehat yaaaa, semangattt :D
Media ekonomi terbesar di Singapura, The Straits Times, baru aja bikin headline:
“Sell Indonesia.”
Jujur aja, itu headline yang bikin gw merinding. Karena biasanya investor gak teriak. Mereka cuma diam-diam jual.
TAPI SEKARANG MEREKA MULAI NGOMONG TERANG TERANGAN