Linimasa NIGHTMARES AND DAYDREAMS. Setelah nonton sesuai urutan episode, kalau ada waktu re-watch, coba tonton sesuai timeline ini, dan dapatkan detil-detil baru.
Oke, karena banyak yg minta, mari kita coba bikin utas investasi khusus untuk reksadana yak
Jadi investasi itu adalah naruh duit di wadah investasi dan berharap keuntungan berupa imbal hasil (biasa disebut return investasi).
Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, merespons isu dinasti politik yang belakangan tengah ramai diperbincangkan publik. Prabowo mengatakan dirinya juga merupakan bagian dari dinasti politik.
Hal itu disampaikannya usai menghadiri Rapimnas Partai Gerindra di Jakarta Selatan, Senin (23/10/2023). Menurut Prabowo, tidak ada yang salah apabila dinasti itu dilakukan untuk kepentingan rakyat.
Di sisi lain, Prabowo menyebut sudah meminta waktu untuk bertemu Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Rencana pertemuan itu terkait dengan status Gibran Rakabuming Raka di PDI Perjuangan usai digandeng oleh Prabowo sebagai bacawapres yang akan ikut kontestasi Pilpres 2024.
#SuaraPenentu | Narasi Daily
Salah satu series indonesia yang paling ditunggu kehadirannya, GADIS KRETEK!
Diadaptasi dari novel berjudul sama, digarap oleh Kamila Andini dan Ifa Isfansyah 🔥
Series ini akan terdiri dari 5 Episode, 2 November di @NetflixID
[TEORI KONSPIRASI: KEMATIAN ADOLF HITLER DI GARUT]
Haaaa...?? Pemimpin Nazi di Perang Dunia II, yang terkenal akan berbagai kejahatan kemanusiaan & rasisme level tingginya, mati di Garut? 😟
Aneh tapi... ada buktinya. Gimana dong?! 🧐
(Utas)
Ave Neohistorian!
Hari ini adalah ulang tahun Wiji Thukul. Pria yang bernama asli Widji Widodo ini adalah penyair dan aktivis hak asasi manusia (HAM) yang lahir pada tanggal 26 Agustus 1963 di Surakarta, Jawa Tengah.
Wiji Thukul merupakan seorang pria cadel yang tidak bisa mengucapkan huruf “r” dengan sempurna, tapi ia dianggap sangat berbahaya. Ia dikenal karena karyanya yang kuat dan berani dalam menyuarakan ketidakadilan sosial, hak-hak manusia, dan perlawanan terhadap rezim Orde Baru di bawah nakhoda Presiden Soeharto.
Tampilan Wiji Thukul kumal, tapi jika pria ini membaca puisi di tengah-tengah mahasiswa dan buruh, aparat keamanan mengecapnya sebagai seorang penghasut. Kalimat-kalimat yang terlontar dari mulut Wiji Thukul pun selayaknya peluru: tajam dan runcing.
Bukan cuma lewat puisi, kritiknya terhadap rezim Orde Baru tercermin dalam karyanya dan terhubung dengan pelbagai aksi protes. Dalam puisi-puisinya, seperti "Nyanyian Akar Rumput" dan "Di Tanah Negeri Ini Milikmu Cuma Tanah Air", ia mengekspresikan perlawanan terhadap masalah sosial.
Semasa hidupnya, puisi-puisinya diterbitkan di dalam dan luar negeri. Pada tahun 1989, ia diundang oleh Goethe Institut untuk membacakan puisi di Kedutaan Besar Jerman di Jakarta. Ia juga tampil di acara Pasar Malam Puisi yang diadakan oleh Erasmus Huis di Pusat Kebudayaan Belanda, Jakarta, pada tahun 1991. Wiji Thukul juga pernah menerima penghargaan Wertheim Encourage Award dari Wertheim Stichting di Belanda.
Akibat suara sang penyair yang lantang, ia kemudian lenyap pada 10 Januari 1998. Ia diduga menjadi korban dari Operasi Mantap Jaya yang dilakoni oleh Tim Mawar Kopassus. Berbeda dengan kebanyakan aktivis yang juga lenyap tak berbekas setelah Muchdi PR menjadi Danjen Kopasus per tanggal 22 Maret 1998, Wiji Tukul lenyap di masa tugas Prabowo Subianto sebagai Danjen Kopassus.
Meski begitu, dokumen DKP yang mengatur pemberhentian Prabowo tak membebankan kasus lenyapnya Wiji Tukul pada dirinya, melainkan hanya kasus pengamanan aktivis yakni Desmond Mahesa, Nezar Patria, Pius Lustrilanang dll sehingga dalang lenyapnya Wiji Tukul masih menjadi misteri hingga kini.
Penulis: Raihan Muhammad
Editor: Ivan Fauzan
Referensi:
Dokumen DKP (KEP/03/VIII/1998/DKP)
Suyono, S. J. dkk. (2013). Seri Buku TEMPO: Wiji Thukul Teka-teki Orang Hilang. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.