Sedikit cerita tentang seberapa hebat Paul Scholes.
Andres Iniesta adalah pengagum Scholes, saking kagumnya, anaknya sampai ia beri nama Paolo Iniesta yang katanya terinspirasi dari Paul Scholes. #Blibli@bliblidotcom
Messi pernah bilang, bahwa di akademi La Masia itu nama Scholes paling sering disebut-sebut karena saking jagonya, ia sering dijadikan contoh, bahwa bermain sepak bola yang bener itu kaya Scholes.
Dan yang dibilang Messi itu juga diamini oleh Iniesta, dimana ia pernah bilang dalam satu sesi wawancara, dia bilang gini; "ada satu waktu di La Masia dimana kami semua diliburkan latihan, dan di hari itu khusus digunakan untuk memperlihatkan video tentang cara bermain Paul Scholes, hari itu benar-benar hari terindahku selama berada di La Masia"
Pada Final UCL 2011 di Wembley, trio gelandang terbaik era Pep waktu itu (Xavi–Busquets–Iniesta) berebut untuk bisa bertukar jersey dengan Paul Scholes, yang beruntung waktu itu Andres Iniesta.
Zinedine Zidane juga pernah ditanya wartawan dalam satu sesi wawancara, tentang bagaimana rasanya jadi gelandang terbaik di dunia, Zidane jawab; "Jangan tanya saya, tanyakan pada Paul Scholes."
Paul Scholes dinyatakan resmi gantung sepatu pada akhir musim 2010/11, namun di paruh musim berikutnya Scholes dipanggil lagi dari pensiun, ia kembali masuk ke tim demi membantu Sir Alex Ferguson menunaikan ambisinya untuk membawa Manchester United meraih gelar ke-20.
Paul Scholes is such a Legend! 👑
#utdfocusid
Ungkapan "tak ada yang tidak mau bermain untuk klub besar" tidak berlaku untuk Geoff Hurst. Legenda Inggris setia dengan kesemenjanaan.
Dilihat dari klub-klub yang pernah dibela Hurst sampai dijuluki pemain anti-ketenaran.
Bagaimana ceritanya? Sebuah utas!
CHIEVO IS BACK! 🔥
Inilah momen saat Sergio Pellisier merayakan kembalinya nama Chievo Verona, dimana ia memenangkan lelang akuisisi merk dgn nilai €330,000.
FC Clivense akan kembali berubah nama menjadi Chievo Verona di pentas Serie D! 💛
Orang Samaria meyakini bahwa mereka adalah penjaga ajaran asli Musa, sedangkan ajaran-ajaran Yahudi arus perdana (Rabbinik) sudah tercampur oleh ajaran Ezra yang mereka anggap pendusta. Mereka beribadah di reruntuhan Bait Suci Gerizim, bukan di Yerusalem. Tauratnya juga beda.
Ayat yang atas itu tidak bisa lepas dari ayat sebelumnya, yaitu ayat 119-122 yang konteksnya adalah Perang Tabuk, muncul karena kabar invasi Byzantium. Ayat bawah berkaitan dengan menyikapi orang-orang Munafik saat yang pura-pura masuk Islam tapi intinya mau nusuk dari belakang dan kerja sama dengan kaum Quraisy pembenci nabi, wajar aja disikapi begitu. Ngomong tentang Islam itu boleh, tapi kalau masalah ayat harus merujuk kepada para mufassir salaf-khalaf. Islam itu punya Orthodoksinya dan pakai Orthodoksi itu, jangan pakai Sola Scriptura. Gimana jadinya kalau teologi agamamu tak acak-acak prinsipnya pakai metodologinya Ilmu Kalam? Bijak ndak?
Silahkan ngetwit dan berpendapat, tapi gunakan kacamata yang benar dan jangan goblog.