SPPG Bojongkaso Agrabinta, Cianjur, Jawa barat nunjukin video distribusi MBG di jalur yang rusak berlumpur
dari video ini justru nunjukin lebih butuh perbaikan fasilitas umum (jalan) daripada dapur MBG kan 😂😂😂 unik banget skala prioritasnya
cr ig TVRInasional
Kalau Teddy bilang ada Inflasi Pengamat
Maka dengan logika yang sama ia harusnya setuju ada Inflasi korupsi dan normalisasi kerugian negara
Keadaan dimana kita dulu melihat korupsi e-KTP nampak besar. Korupsi BTS nampak besar. Korupsi Jiwasraya nampak besar
Ternyata itu cuma beberapa hari anggaran MBG. Yang dikelola secara abuse of power oleh BGN
SEKOLAH AKAN DIAMBIL ALIH KOPERASI, GURU DAN MURID MELAWAN.
Ketika Guru dan murid melawan, Gedung sekolah mau dimbil untuk bangun koperasi merah putih
Usai viral di berbagai daerah rencana pembangunan gedung Koperasi Merah Putih yang menggunakan fasilitas lapangan sepakbola, kini muncul kembali adanya dugaan penggusuran dan pengambil alihan Gedung Sekolah untuk koperasi merah putih.
Bocor Alus: Rumah Dinas BAIS di Melawai Raya ternyata jadi POSKO SATGAS S buat nyusun rencana nyerang Andrie Yunus.
Kemenhan konfirmasi: Itu Barang Milik Negara (BMN) yang dikelola BAIS TNI. Pajak kita dipakai buat koordinasi nyiram air keras ke rakyat? Biadab.
Gak cuma 4 orang, tapi 13 ORANG terlibat. Ada tim intai, tim kondisikan jalan, sampe eksekutor. Pake aset Kemenhan, pake plat nomor bodong. Ini bukan oknum, ini OPERASI TERSTRUKTUR.
Sumber lengkap silahkan lihat :
https://t.co/BYep410a73
Sedih saya, sampai Ketum Muhammadiyah perlu menjelaskan hal yg sudah mestinya para tokoh pahami.
Sehingga tak perlu keluar pernyataan yg berpotensi membelah umat, walau ada fatwa MUI/Nu sekalipun. Menghindari mudharat itu juga utama.
Disuruh ikut Ulil Amri tapi dalam 2 dekade ini udah 3 Ulil Amri di Kemenag tersandung kasus korupsi
Koruptor dana abadi umat
Koruptor penyelenggaraan ibadah haji
Koruptor Kuota haji
Dan seluruhnya berasal dari ormas Newcastle United
Dan kita dipaksa ikut Ulil Amri, sorry.....yee.... sorry yeee
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, menegaskan bahwa Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) adalah keniscayaan bagi umat Islam di tengah arus globalisasi.
Haedar Nashir menjelaskan bahwa KHGT merupakan respons terhadap keniscayaan globalisasi, yang ia gambarkan sebagai “kereta raksasa” yang dapat menggilas siapa saja yang tidak siap, namun menjadi kendaraan penting bagi mereka yang mampu menghadapinya.
Dalam perspektif universum, Islam disebut sebagai agama kosmopolit yang mengandung nilai-nilai universal, sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, “Wama arsalnaka illa rahmatan lil alamin” (QS. Al-Anbiya: 107), yang menegaskan bahwa risalah Islam ditujukan untuk seluruh alam dengan nilai-nilai rahmat.
Haedar menyoroti sejarah Islam yang telah menunjukkan sifat globalnya sejak dulu. Islam menyebar dari Jazirah Arab hingga ke Magribi, Eropa (Andalusia, Balkan), Rusia, Asia Timur, dan Asia Tenggara, meskipun dengan keterbatasan transportasi pada masa itu. “Ini bukti nyata bahwa Islam telah mengglobal sejak awal, sebagai wujud rahmatan lil alamin,” ujarnya.
Oleh karena itu, di era globalisasi yang menghapus sekat administratif, kehadiran kalender hijriah global menjadi mutlak untuk menyatukan umat Islam dengan satu tanggal dan satu hari di seluruh dunia.
Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah tetap berpijak pada identitas kebangsaan Indonesia, sebagaimana diwujudkan dalam dokumen resmi Pancasila dan Darul Ahdi Wasyahadah. Namun, untuk kepentingan universal, kalender global ini dianggap sebagai langkah strategis yang tidak dapat dihindari.
“Kita tidak lagi bisa hanya berbasis kalender lokal, kecuali untuk keperluan tertentu. Kalender global adalah jihad akbar dan ijtihad umat Islam menghadapi perkembangan global,” tegas Haedar.
Dari perspektif kesatuan, Haedar menekankan pentingnya ukhuwah (persaudaraan) sebagai keniscayaan untuk menjaga keutuhan umat Islam, baik di Indonesia maupun dunia. Ia merujuk pada Al-Qur’an, “Innamal mukminuna ikhwah” (QS. Al-Hujarat: 10), yang memerintahkan umat Islam untuk bersaudara, serta perintah untuk berpegang teguh pada tali Allah dan tidak berpecah belah (QS. Ali Imran: 103).
Namun, ia mengakui bahwa ukhuwah sering sulit dipraktikkan dalam dua isu besar: konflik Palestina dan penentuan kalender hijriah.
Haedar menyebut penentuan kalender hijriah sebagai “jalan terjal” bagi Muhammadiyah, terutama karena perbedaan pandangan di tingkat lokal dan global. Ia mencontohkan kebingungan umat awam ketika tanggal penting seperti 1 Ramadan, 1 Syawal, atau 10 Zulhijah berbeda-beda, bahkan hingga dua atau tiga hari, padahal peredaran bulan, matahari, dan bumi bersifat eksak.
Meski demikian, Haedar menegaskan bahwa Muhammadiyah terbuka untuk dialog dan musyawarah demi mencapai mufakat. “Prosesnya mungkin lama, bisa 10, 50, atau 100 tahun, tapi Muhammadiyah akan sabar menanti,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi inisiatif individu dan organisasi lain yang telah merintis gagasan serupa, serta mengajak semua pihak untuk menyisihkan kepentingan pribadi demi persatuan umat. Kalender global tunggal mungkin punya kekurangan, tapi sistem lain juga tidak sempurna. “Mari duduk bersama untuk satu tujuan: satu hari, satu tanggal,” ajaknya.
Dari sisi saintifik, Haedar menjelaskan bahwa Muhammadiyah menggunakan metode hisab sebagai salah satu parameter kalender global, di samping prinsip satu hari satu tanggal untuk seluruh dunia. Ia menegaskan bahwa hisab dan rukyat sama-sama memiliki dasar dalam Al-Qur’an dan hadis, seperti hadis dari Ibnu Umar, “Fain gumma faqdurullahu,” serta ayat yang menyebutkan kepastian peredaran matahari dan bulan (QS. Yunus: 5).
Haedar menekankan bahwa perubahan metode tidak perlu ditakuti, karena metode hanyalah wasilah (sarana) untuk mencapai tujuan. Muhammadiyah sendiri pernah beralih dari rukyat ke hisab hakiki, menunjukkan keterbukaan terhadap pembaruan.
Ia juga merujuk pada konsep falsifikasi dalam ilmu pengetahuan Barat, yang membuka peluang untuk menguji dan memperbarui teori. “Jika kalender global ini dikritik, kami terbuka. Bahkan ijtihad yang salah pun mendapat pahala,” ujarnya, mengutip prinsip bahwa ijtihad adalah kunci peradaban Islam.
Haedar berharap kalender ini tidak hanya menjadi milik Muhammadiyah, tetapi milik umat Islam secara keseluruhan. “Hilangkan nama Muhammadiyah jika perlu, yang penting kita bersatu untuk satu kalender global,” katanya.
Ia juga menyoroti kebutuhan generasi milenial dan Gen Z akan kepastian kalender, serupa dengan kalender Masehi yang telah mapan, seperti perayaan Natal yang selalu jatuh pada 25 Desember di seluruh dunia.
Meski tantangan masih besar, Haedar optimistis bahwa dengan dialog, musyawarah, dan keterbukaan terhadap ilmu pengetahuan, kalender hijriah global tunggal dapat terwujud. “Jika tidak sekarang, mungkin 25, 50, atau 100 tahun ke depan. Tapi jangan terlalu lama, karena generasi muda menanti,” pungkasnya.
Sumber: https://t.co/Ki6OYgVFy8
#SaatnyaKalenderHijriahGlobalTunggal #SiapLebihAwal #Muhammadiyah
Mbak Nana disangka gabaca "rezim change, color revolution" oleh Presiden.
Dibales sama Mbak Nana "apakah bapak tidak membaca kritikan kritikan baik yang dilontarkan oleh yang bapak sebutkan"
Eh jawabannya normatif🤣
Kemudian coba tonton di pertengan sampai akhir, semakin menguat bahwa laporan bawahan Presiden kurang akurat, sampai didebat sama Mbak Nana😅
Jangan sebut oknum, para pelaku tindak kejahatan ini merupakan PRAJURIT TNI AKTIF dari Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. 3 orang PERWIRA dan 1 orang BINTARA dari 2 matra, TNI AL dan TNI AU, NDP berpangkat Kapten, SL dan BHW berpangkat Letnan Satu dan ES berpangkat Sersan Dua. Penangkapan para pelaku, walaupun anggota aktif TNI, juga sepatutnya mendapatkan "pengawalan" terkait keberlanjutan kasusnya, dikawal oleh masyarakat. Kita juga tidak boleh LUPA bahwa kejahatan ini KEMUNGKINAN BESAR memiliki DALANG, otak dari operasi ini, itu juga harus diungkap secara tuntas.
🚨Pemilik Dapur MBG Ngaku Cucu Menteri
Temuan BGN di lapangan:
- Budget MBG di "sunat" dari 10K jadi 6.5K
- Ka. SPPG, Pengawas Keuangan dan Pengawas Gizi ditekan dan diintimidasi oleh pemilik dapur/yayasan
- Menakut-nakuti para kepala SPPG bahwa akan mendatangkan polisi atau pengacara jika tidak mengikuti kemauan pemilik
Tindak Lanjut:
- Menutup dapur
Nama Yayasan: Bhakti Bhojana Nusantara
Nama SPPG:
1. SPPG Ponorogo Kauman
2. SPPG Ponorogo Jambon Krebet
📽️kompas