Menempellah nak,
menempellah kuat di rahim ibumu.
Di tempat paling hangat,
paling aman,dan penuh doa.
tinggallah, nak.
Tumbuhlah pelan-pelan.
Dengarkan detak jantung ibumu,
rasakan cinta ayahmu,
dan biarkan rahim itu menjadi rumah pertamamu di dunia.
Menempellah kuat, sayang.
Tumbuhlah sehat.
Ayah dan ibu menantimu.
kehidupan kerja
otw:
“bismillahi tawakaltu”
dikantor:
“MONYET NI ORANG ORANG BIKIN EMOSI AJA, MASI MENDING GA GUA INJEK LEHERNYA”
pulangnya:
“alhamdulillah”
repeat 25x sebulan
Allah maha baik emng udh cape badan tp msh hrs ada yg dikerjain, akhirnya buka laptop pas mau log in ternyata server pusatnya maintenance sampe senin🥲 emang disuruh istirahat sih🥹🥹🥹
WA dari temen. Siang. Jam 12.
"Bro, ponakan lo sering mual di mobil gak?"
"Iya parah. Tiap perjalanan muntah."
"Coba buka Settings iPhone lo."
"Hah? Emang kenapa?"
"Accessibility → Motion → Vehicle Motion Cues."
"Aktifin."
"Ini ngapain?"
"Udah aktifin aja. Besok perjalanan gak muntah."
Aku aktifin.
Besoknya, ponakkanu gak muntah pertama kalinya.
Bismillah after semua sakit ini yg dirasain selalu bahagia bahagia bahagiaaa bisa puas puasin jalan jalan k tempat yg di pengen berdua sm suamiii aamiin
MasyaAllah nikmatnya diksh cobaan untuk merasakan ini semua sakit after cyst surgery lanjut langsung kena cacar baru mendingan langsung haid pertama yg sakit perutnya melebihi haid sebelum sebelumnya luka jaitan ikut sakit lagi huhuu🥴🥴
Gua nemu quote indah banget, kira2 begini :
• Salah satu cara bikin hati lebih tenang itu berhenti melawan takdir.
• Salah satu diantara obat mental itu adalah belajar menerima takdir
• salah satu cara berhenti overthinking adalah yakin bahwa takdir allah selalu punya maksud
Dan yang paling ngena buat gue,
Salah satu pelajaran hidup paling berat itu belajar menerima… tanpa harus selalu tanya “kenapa”.
Tentang Kanker.
Saya butuh imajinasi teman-teman,
Bayangkan seekor semut, sendirian dan lagi jalan di ruangan yang sangat luas.
Ia hidup, tapi tidak memiliki kesadaran, kemauan, dan kemampuan yang cukup untuk melakukan apapun.
Lalu sekarang bayangkan triliunan ekor semut hidup bersama. Tiba-tiba mereka bisa membangun sarang besar, berbagi tugas mengumpulkan makanan, melindungi Ratu, bahkan berperang dengan koloni lain.
Mereka tidak berbicara seperti kita, tapi mereka tetap berkomunikasi dengan caranya sendiri.
Kita sering melihat video video semut bermigrasi dimana ada semut-semut yang hanya berdiam diri sepanjang jalan menjaga jalur migrasi semut lain. Luar biasa.
Nah begitu juga sel.
Teman-teman, masih ingat pelajaran biologi tentang bagian sel? Ada ribosom, mitokondria, retikulum endoplasma, membran sel, dan inti sel. Masing-masing bagian itu, bila berdiri sendiri, tidak hidup.
Tapi ketika semuanya menyatu menjadi satu sel, lahirlah kehidupan.
Satu sel manusia seperti satu semut tadi.
Ia hidup, tapi belum punya kesadaran utuh, belum punya tujuan, dan belum punya keinginan.
Lalu ketika triliunan sel berkumpul, mulailah terjadi pembagian tugas. Sel-sel tersebut terspesialisasi.
Ada yang membentuk organ mata. Ada yang membentuk tangan. Ada yang membentuk kaki. Ada yang membentuk usus. Ada yang membentuk jantung. Ada yang membentuk otak.
Lalu seluruhnya dibungkus oleh organ terluas dan terberat pada tubuh manusia, yaitu kulit, batas yang memisahkan diri kita dari dunia luar.
Semua sel itu tidak berbahasa, tapi mereka terus berkomunikasi dengan caranya, saling mengenali, saling mengatur.
Jadi sebenarnya kita ini adalah
Negara Kesatuan Sel.
Jumlah penduduknya puluhan triliun.
Seperti sebuah negara, penduduk tubuh kita juga terus berganti. Ada yang lahir, ada yang mati, ada yang diganti.
Negaranya tetap sama, tapi penghuninya terus diperbarui. NKRI 1945 dan NKRI 2025 99% isinya berbeda.
Tubuh kita juga begitu.
Di dalam setiap sel, ada semacam kontrak biologis, tertulis dalam DNA, bahwa usianya hanya sampai batas tertentu.
Sel darah merah, misalnya, rata-rata hidup sekitar 120 hari. Setelah itu diganti.
Sel-sel organ lain juga punya umurnya masing-masing.
Bahkan selama teman-teman membaca tulisan ini, jutaan sel dalam tubuh sudah mati dan diganti.
Tubuh kita terus membongkar, memperbaiki, lalu membangun ulang dirinya sendiri.
Lalu pertanyaannya, dari mana bahan baku untuk membentuk sel-sel baru itu?
Ya dari apapun yang kita masukkan ke dalam mulut setiap hari. Dari makanan. Dari minuman. Dari Asap. Dari semua zat yang kita konsumsi.
Karena itu, kalimat ini terasa sangat masuk akal,
We are what we eat.
Tubuh kita di masa depan sedang dibangun dari apa yang kita makan hari ini.
Kulit kita. Pembuluh darah kita. Otak kita. Hormon kita. Daya tahan tubuh kita.
Semua dipengaruhi oleh bahan baku yang masuk ke dalam tubuh.
Dua orang yang sama-sama berusia 40 tahun bisa terlihat sangat berbeda usia.
Itulah mengapa pola makan berpengaruh pada penuaan, penurunan fungsi tubuh, penyakit degeneratif, juga risiko kanker.
Kanker muncul ketika ada sel yang rusak, lalu melanggar kontrak biologis.
Sel seperti ini kita kenal sebagai sel kanker.
Ia menolak berhenti. Ia menolak mati saat waktunya tiba. Ia terus memperbanyak diri, terus hidup, terus mengambil ruang yang bukan miliknya.
Kalau sel rebel itu di organ ginjal namanya kanker ginjal, Kalau sel rebel itu di organ hati namanya kanker hati, Kalau sel rebel itu di organ paru namanya kanker paru.
Tubuh sebenarnya punya pasukan penjaga. Salah satunya adalah natural killer cell, bagian dari sistem imun yang bertugas mengenali lalu membunuh sel-sel abnormal itu.
Kalau sistem pertahanan tubuh sigap, banyak sel rusak bisa dihentikan sebelum sempat berkembang.
Masalahnya, ada banyak hal yang bisa merusak sel dan mengacaukan kontrak biologis tadi.
Sebagian sudah jelas kita kenal sebagai karsinogen.
Hidup berdua bukan sekadar hari ini atau besok, tapi perjalanan seumur hidup. Maka temukan seseorang yang seiman, punya arah yang sama, dan bisa saling mengerti. 🤍
dulu awal nikah pas honeymoon di bali sama istri, dia ditelfon terus sama kantor padahal lg cuti.
waktu itu saya cm bisa berdoa smg saya ada rezeki dan istri bisa resign someday, karna memang sesibuk itu kasihan jg.
pas Allah kasih saya rezeki, istri mau resign eh dipersulit kantor, mungkin karna susah cari pengganti.
udah hampir 3 bulan lebih masih ditahan, saya bilang saya mau ngomong sama bos kamu.
tp sblm itu untungnya dia boleh resign, dan ada kata2 bosnya yg sedikit "merendahkan" istri yg mau jadi IRT.
sekarang 6 tahun setelah resign, istri bisa mendampingi tumbuh kembang anak, dia punya bisnis sendiri sambil saya bantu marketingnya, dan penghasilannya udah berkali2 lipat dibanding dia kerja dulu.
saya percaya Allah selalu kasih jalan untuk hamba-Nya yg terus berdoa dan berusaha.
semangat temen2 smg rezeki kita selalu dimudahkan dan dilancarkan ya! 🤲🏻