Meanwhile, orangutans in West Kalimantan are struggling to find food and water in the forest; some have even fainted from inhaling the smog caused by forest fires.
#PrayforKalimantan#AllEyesOnIndonesia#PrayforIndonesia
Kepada menteri hutan @RajaJuliAntoni
Dan kepada mentri LHK @jumhurhidayat
dan kepada @prabowo
PERINGATAN DARURAT
ORANGUTAN KALIMANTAN DI AMBANG KEPUNAHAN TOTAL!
Sampai Kapan Rumah Mereka Dihancurkan?
KAPAN SEMUA ini BERAKHIR? Apakah kebakaran hutan ini yang duluan usai, atau nyawa kami yang lebih dulu melayang? 😭
Kalimat pilu itu seolah terpancar nyata dari matanya. Beredar video memilukan yang memperlihatkan sesosok Orangutan Kalimantan berjalan sempoyongan, lemas, dan terkulai saat terpaksa memasuki kawasan pemukiman warga. Satwa endemik kebanggaan Indonesia ini melarikan diri bukan karena ingin mengganggu manusia, melainkan karena paru-parunya sudah tak kuat menghirup asap pekat dan rumahnya di rimba gambut telah hancur luluh lantak dibakar!
Orangutan kini BENAR-BENAR TIDAK LAGI PUNYA TEMPAT AMAN di Republik ini!
Realita Pahit & Rincian Tragedi Ekologis Kalimantan wak.
1. Tragedi Habitat Gambut & Kepunahan Massal
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan bukan sekadar bencana asap bagi warga lokal, tapi merupakan pembantaian sistematis terhadap keanekaragaman hayati. Orangutan Kalimantan yang statusnya sudah Sangat Terancam Punah kini kehilangan ribuan hektar ruang hidupnya hanya dalam hitungan hari.
2. Konflik Satwa-Manusia & Ancaman Kematian
Ketika hutan terbakar habis dan sumber makanan lenyap, orangutan yang selamat terdesak masuk ke perkebunan dan desa warga. Di sinilah ancaman baru muncul: dari risiko mati kelaparan, terserang penyakit ISPA berat akibat asap pekat, hingga ancaman konflik fisik dengan manusia atau perburuan liar.
3. Di Mana Tanggung Jawab & Ketegasan Hukum?
Pola pembakaran hutan gambut yang terus berulang dari tahun ke tahun membuktikan satu hal wak, perlindungan kawasan konservasi dan penegakan hukum terhadap oknum/korporasi pembakar lahan MASIH SANGAT TUMPUL!
• Mengapa ruang hidup satwa lindung selalu digadaikan demi pembukaan lahan baru?
• Sampai kapan negara membiarkan ikon kebanggaan dunia ini punah pelan-pelan hanya demi keserakahan ekonomi jangka pendek?
Orangutan tidak bisa bersuara membuat petisi atau turun ke jalan menggelar aksi. Merekalah korban paling tidak berdaya di tengah bencana Karhutla ini!
Jangan biarkan jeritan dan kehancuran rumah orangutan berlalu begitu saja tanpa ada tindakan radikal dari pemerintah dan aparat penegak hukum!
(untuk muslim)
walau gue ngerti ini tweetnya sarkas, but please hati hati dengan statement semacam ini ya guys. “aku bakal seneng masuk neraka” dst. ini pernyataan yg bisa menjerumuskan ke dlm kekufuran.
neraka tuh beneran siksaan paling pedih. Rasulullah dan para sahabat sering kali menangis ketika baca ayat ayat ttg neraka saking mengerikannya.
isi neraka tuh semua siksaan yg tidak pernah terbayangkan sebelumnya. gaakan ada cewe cewe cantik wangi rambut bagus.
jgn sampai kita menganggap remeh ttg neraka. jangan. even syaithon yg terbuat dari api sekalipun tersiksa dengan pedihnya adzab neraka.
RIP SUAKA MARGASATWA KERUMUTAN!
Rumah Harimau Sumatera Lenyap Jadi Arang!
Mencekam dan membagikan kebiasaan lama yang tak pernah usai: Suaka Margasatwa Kerumutan di Riau salah satu benteng pertahanan terakhir ekosistem alam dan habitat Harimau Sumatera kini luluh lantak dibakar oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab!
Pohon-pohon hijau yang tinggi menjulang berubah jadi hamparan arang hitam. Tak ada lagi naungan bagi satwa langka, semuanya ludes dilahap si jago merah karena keserakahan manusia.
📍 Realita Pahit & Rincian Krusial yang Harus Dibuka ke Publik:
1. Pembunuhan Pelahan Harimau Sumatera & Satwa Endemik
Kerumutan bukan sekadar HUTAN KAYU BIASA, melainkan kawasan konservasi benteng habitat Harimau Sumatera yang statusnya sudah Sangat Terancam Punah. Saat rumah mereka dibakar, satwa ini terdesak keluar menuju permukiman warga yang ujung-ujungnya berakhir dengan konflik, perburuan, atau kematian.
2. Pola Lama: Bakar, Lenyap, Lalu Jadi Perkebunan Sawit?
Kita semua tahu pola sistematis ini: Hutan lindung/suaka dibakar -> statusnya dianggap rusak/kritis -> lalu tiba-tiba diusulkan alih fungsi jadi kawasan perkebunan kelapa sawit atau konsesi industri. Butuh waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk memulihkan ekosistem gambut dan hutan Kerumutan, itu pun JIKA tidak diubah statusnya secara senyap oleh oligarki!
3. Di Mana Ketegangan Penegakan Hukum?
Riau kembali membara, dan yang dikorbankan adalah ruang hidup masyarakat adat, kualitas udara, serta keanekaragaman hayati. Penangkapan eksekutor lapangan saja TIDAK CUKUP jika aktor intelektual dan pemodal di balik pembakaran kawasan konservasi ini tidak diseret ke meja hijau dan dimiskinkan!
Semoga masih ada keajaiban bagi harimau dan satwa-satwa lainnya untuk selamat dan menemukan ruang baru. Namun, sampai kapan kita cuma bisa ngucapin PRAY FOR KERUMUTAN?
Apakah kasus Kerumutan ini bakal menguap begitu saja seperti karhutla tahun-tahun sebelumnya? Suarakan dan tanyakan keberadaan penegak hukum
Pak, kami di Kalimantan benar-benar membutuhkan pertolongan yang segera dan cepat. 🙏 @prabowo
Kondisi karhutla dan kabut asap sudah berdampak langsung pada warga. ini udah soal keselamatan dan kesehatan masyarakat.
Tolong jangan menunggu sampai keadaan semakin parah. Kami butuh bantuan, penanganan, dan tindakan nyata sekarang, Pak. 😔
🚨 Kondisi di Kapuas, Kalimantan Tengah pagi ini
Kalau jalan ke luar gini mesti hati2 banget, jarak pandang nya pendek karena full asap 😷🥺
Jangan lupa pakai masker selalu ya!
#PrayforKalimantan#AllEyesonIndonesia
PEMBERITAHUAN PENTING🚨🚨
Bambang Setiyawan (59) seseorang penjual cermin di pinggir jalan menjadi korban kericuhan demo pada 27 Agustus 2026
Turut berduka cita untuk keluarga korban 🤲
Suara hutan hujan jika tidak dibakar dan diseragamkan pohonnya dengan sawit.
Semoga anak cucu kita masih bisa mendengar & melihat wujud asli gajah, lutung,monyet ekor panjang, aneka burung yang bersahutan di hutan & satwa lainnya.
Pedagang Roti menjadi korban tindakan represif dari aparat padahal dia cuma ngomong "jangan main pukul".
Untung ada ojol yang ngebela si pedangang roti tersebut.
📹rowanda_18
KORBAN DEMO TADI MALAM🚨
KRONOLOGI MENINGGALNYA ALM BAMBANG SETIAWAK🥀😭
Terkait laporan mengenai jatuhnya korban jiwa dan korban luka di kawasan Pejompongan, berikut adalah rekonstruksi kronologi kejadian serta analisis mengenai dinamika tanggung jawab penanggung jawab aksi unjuk rasa wak.
KRONOLOGI KEJADIAN di PEJOMPONGAN
1. Eskalasi Larut Malam (27–28 Agustus 2026):
Memasuki dini hari, penumpukan dan pergerakan massa cair bergeser dari perimeter Gedung DPR/MPR RI dan Slipi menuju koridor Pejompongan Raya, Petamburan, dan Tanah Abang.
2. Bentrokan di Ruang Publik:
Di tengah kondisi lapangan yang minim penerangan dan gangguan sinyal seluler, terjadi gesekan fisik di area Pejompongan yang melibatkan kelompok massa tak dikenal. Dalam insiden tersebut, seorang warga bernama BAMBANG SETIAWAN dilaporkan meninggal dunia akibat pengeroyokan, sementara seorang pelajar bernama FATHUR mengalami luka-luka dan kondisi terkini masih dalam pemantauan medis.
3. Pembersihan Konten Digital:
Sejumlah rekaman video amatir yang mengabadikan insiden pengeroyokan tersebut sempat beredar di platform media sosial sebelum akhirnya diturunkan/takedown Diduga oleh Kementerian Komunikasi dan Digital untuk mencegah penyebaran konten kekerasan serta menjaga kondusivitas situasi.
EVALUASI TANGGUNG JAWAB PENYELENGGARAAN AKSI (AMPB)
Insiden tragis ini menyoroti persoalan krusial dalam manajemen unjuk rasa skala besar di ibu kota:
* Tanggung Jawab Hukum dan Moral Korlap:
Sesuai ketentuan UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, penanggung jawab aksi dan koordinator lapangan (korlap) memiliki kewajiban mutlak untuk memimpin, mengendalikan, serta memastikan keselamatan peserta maupun warga sekitar hingga massa benar-benar membubarkan diri secara tertib.
* Kelemahan Pengendalian Massa Cair:
Tindakan meninggalkan lokasi aksi lebih awal /walkout oleh koordinator lapang ketika massa dalam jumlah besar sudah terkumpul mencerminkan kegagalan manajemen risiko. Hal ini menciptakan kekosongan kepemimpinan/power vacuum, yang membuat massa aksi murni berbaur dengan kelompok penyusup atau provokator tanpa ada alur evakuasi yang jelas.
* Penyalahgunaan Ruang Demokrasi:
Aksi unjuk rasa di ibu kota yang berujung pada kekerasan dan jatuhnya korban jiwa warga sipil merusak legitimasi perjuangan aspirasi masyarakat. Penyelenggaraan aksi tanpa kesiapan logistik, pengamanan internal/ satgas aksi, dan skema pembubaran yang matang sangat berisiko dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Guna mencegah berulangnya insiden serupa, penegak hukum perlu melakukan investigasi tuntas atas tindak pidana pengeroyokan tersebut serta memanggil para penanggung jawab aksi untuk dimintai pertanggungjawaban sesuai dengan hukum yang berlaku.
ALERTA ALERTA 🚨
1 ORANG TERKONFIRMASI MD PADA AKSI 27 AGUSTUS KEMARIN ‼️‼️‼️
- Bambang Setiyawan (59)
- Ditemukan dlm kondisi mengenaskan setelah diseret dan dikeroyok menggunakan tongkat kayu oleh sekumpulan massa dari pihak tertentu, lalu sempat dibawa ke RS Pelni namun tidak selamat sekitar pukul 23.00 (27/8/26)
- Kejadian tsb terekam oleh salah 1 warga
- Terduka pelaku: Parc*k/ Gr*b Jaya
INNALILLAHI WAINNA ILAIHI ROJIUN
🥀🥀🥀