Poin pertama saja sudah sangat problematik. Belum lagi poin2 selanjutnya.
Orang ini nggak paham soal bahwa narasi biaya pribadi presiden itu justru menabrak prinsip tata kelola negara.
Klaim bahwa kelebihan biaya ditanggung oleh dana pribadi presiden itu secara etika birokrasi dan hukum tata negara adalah hal yg sangat problematis.
Ini blurs the line. Dalam administrasi publik modern, harus ada batas yang mutlak antara kekayaan pribadi pejabat (private wealth) dan operasional negara (public fund).
Saat presiden memakai duit pribadi untuk urusan kedinasan, hal ini justru merusak standarisasi penganggaran dan akuntabilitas.
Lalu bagaimana biaya2 dicatatkan dalam LKPP?
Apakah ini dikategorikan sebagai hibah pribadi kepada negara?
Jika iya, apakah sudah melalui prosedur penerimaan hibah yang sah agar tidak menimbulkan conflict of interest di kemudian hari?
Menlu kita sarjana teknik komputer, mantan TNI pangkat Letnan Satu yang resign sebelum naik pangkat, nol rekam jejak diplomasi.
Prabowo pilih dia bukan karena kapasitas, tapi karena dia orang kepercayaan sejak jadi sekpri.
Hasilnya?
a. Dubes RI untuk AS kosong lebih dari 2 tahun , baru keisi Agustus 2025 setelah didesak DPR, dan Sugiono sendiri ngaku di rapat resmi: "ini kesalahan kami"
b. Rapat koordinasi dubes tertunda hampir setahun
c. Para dubes pulang ke Indonesia, kesulitan menemui Menlu-nya sendiri
d. Diplomat karier demoralisasi, anggaran dipotong, merasa inisiatif mereka nggak akan pernah direspons dari atas
Sampai akhirnya Dino Patti Djalal , diplomat 40 tahun
, terpaksa bikin video di Instagram karena semua jalur komunikasi ke Sugiono diblokir berbulan-bulan.
Bukan dikritik lawan politik.
Dikritik orang dalam sendiri.
Ini bukan soal kurang pengalaman.
Ini soal Menlu yang jarang masuk kantor, ngurus negara kayak ngurus titipan boss-nya.
Hussam Abu Safieh is one of the Palestinian doctors (among 95 other doctors) that will be killed by the “Israeli death penalty for hostages.”
Do not let them murder him. Repost this.
1. Achmad Soebardjo | 1945.
2. Sutan Sjahrir | 1945–1946.
3. Agus Salim | 1947.
4. Sjafruddin Prawiranegara | 1948.
5. Alexander Andries Maramis | 1949.
6. Hamengkubuwono IX | 1949–1950.
7. Mohammad Hatta | 1950–1951.
𝑀𝑜ℎ𝑎𝑚𝑚𝑎𝑑 𝐻𝑎𝑡𝑡𝑎 𝑏𝑢𝑘𝑎𝑛 𝑀𝑒𝑛𝑙𝑢 𝑅𝐼.
𝐵𝑒𝑙𝑖𝑎𝑢 𝑊𝑎𝑝𝑟𝑒𝑠, 𝑃𝑒𝑟𝑑𝑎𝑛𝑎 𝑀𝑒𝑛𝑡𝑒𝑟𝑖, & 𝑡𝑜𝑘𝑜ℎ 𝑑𝑖𝑝𝑙𝑜𝑚𝑎𝑠𝑖 𝑢𝑡𝑎𝑚𝑎.
𝑆𝑒𝑐𝑎𝑟𝑎 ℎ𝑖𝑠𝑡𝑜𝑟𝑖𝑠:
𝐻𝑎𝑡𝑡𝑎 𝑎𝑑𝑎𝑙𝑎ℎ "𝑎𝑟𝑠𝑖𝑡𝑒𝑘 𝑑𝑖𝑝𝑙𝑜𝑚𝑎𝑠𝑖 𝐼𝑛𝑑𝑜𝑛𝑒𝑠𝑖𝑎", 𝑡𝑎𝑝𝑖 𝑡𝑑𝑘 𝑚𝑒𝑛𝑗𝑎𝑏𝑎𝑡 𝑀𝑒𝑛𝑙𝑢 𝑠𝑐𝑟 𝑓𝑜𝑟𝑚𝑎𝑙.
8. Mohammad Roem | 1951.
9. Wilopo | 1952.
10. Moekarto Notowidigdo | 1953.
11. Soenario | 1954–1956.
12. Ida Anak Agung Gde Agung | 1956–1957.
13. Roeslan Abdulgani | 1957–1960.
14. Subandrio | 1960–1966.
15. Adam Malik | 1966–1977.
16. Teuku Syarif Thayeb |1977–1978.
17. Mochtar Kusumaatmadja | 1978–1988.
18. Ali Alatas | 1988–1999.
19. Alwi Shihab | 1999–2001.
20. Hassan Wirajuda | 2001–2009.
21. Marty Natalegawa | 2009–2014.
22. Retno Marsudi | 2014 – 2024.
Nama² yg sy "bold" adalah mereka yg jejak diplomasi, kapasitas 'public speaking, & dampak kebijakan luar negerinya paling menentukan dlm sejarah republik ini.
Daftar tsb di atas saya sampaikan hanya sbg "napak tilas ingatan", bukan krn generasi "jadul" lebih cerdas, melainkan krn dulu, diplomasi ditopang oleh kekuatan pikiran, pengetahuan, keberanian, & kedalaman gagasan, bukan sekadar jabatan & teks sambutan.
______________
Sementara, hari - hari ini, posisi Menlu justru diisi oleh orang dgn kapasitas & kapabilitas yg "terjun bebas tanpa parasut" dari ketinggian 25.000 ft dgn kecepatan ± 120 mph (193 km/ jam).
Ia tak lagi sekadar spt anak magang,
melainkan spt "maba" yg dipaksa bicara di forum internasional sebelum sempat memahami materinya, meskipun hanya baca teks di teleprompter.
______________
Ironisnya, gestur hingga 'public speaking anak² remaja yg jadi Ketua OSIS di SMA mereka masing² era 85 - 90'an, dgn keterbatasan panggung, mikrofon seadanya, tanpa teleprompter, sering kali jauh lebih jernih, terstruktur, percaya diri, & meyakinkan, dibandingkan suara resmi negara yg tampil hari² ini di hadapan dunia.
.
.
8 tahun yang lalu waktu pertama kali jadi manager
Gue bingung banget
Gimana caranya ngasi feedback yang jujur tapi ga nyakitin?
Gimana caranya bikin tim perform tanpa micromanaging?
Biro Buzzer di Kementerian Pertanian
Kementerian Pertanian mengerahkan birokrat, mahasiswa, dan pelajar untuk menyerang Tempo. Menggaungkan citra positif Menteri Pertanian Amran Sulaiman.
Merekrut pelatih dgn rekam jejak dan reputasi kelas kambing pada fase paling menentukan, tidak pantas disebut "manusia yang berencana."
Nih ada contoh definisi apa itu "berencana".
Boycott FIFA and all football and sports.
You’re wasting your time on useless things that won’t benefit you in any way.
If you like sports, practice them
Boycott the 2026 World Cup.
Boycott UEFA.
You’re not a slave in the Roman Empire.
Aduh kontrasnya kerasa banget ini. While Anwar takes the political risk of standing shoulder to shoulder with Palestine, Prabowo sibuk playing safe, building his image in Washington & trying to avoid upsetting Tel Aviv.
Anwar shows Sumud, Prabowo shows Submission.
FreePalestine
10 years.
9kg.
His name is Nafez.
You don't need gas chambers and machetes to have genocide.
Israel is designing and perfectioning a new set of weaponery to genocide people as such.