“Lgbt itu jahat, lgbt itu bahaya, lgbt itu ancaman, lgbt this, lgbt that”
Coba baca komen-komen di postingan tempo ttg awareness diskriminasi terhadap lgbt. Harusnya lu bisa menilai, siapa yg jahat, siapa yang bahaya, dan siapa yang bener-bener mengancam.
gue aja kena tegur mama sendiri karena 'keras' ke laki yg duain gw, karena katanya "mama tau kamu marah dan sakit hati, tapi kita ga pernah tau itu laki laki bisa sampai berbuat apa".......
Terserah sih, tapi basically manusia tuh memang benci proses yg tinggi beban mentalnya tapi rendah penghargaan instannya. Skripsi tu energi intelektual yg gede. Sementara culture selalu nuntut tangible outcome. No wonder kenapa intelektualitas ngga dihargai.
i think pada dasarnya semua jurusan itu berguna, but maybe the real issue is that our country doesn’t invest equally in developing opportunities for every field of knowledge. some are nurtured, funded, and prioritized, while others are left fighting for survival. sedih sih
Kalo boleh jujur aku takut dg kehidupan setelah lulus kuliah. Takut dg ekspektasi² yg akan kuterima. Pdhl rencananya aku masih mau belajar lagi, mau fokus ke self-improvement karena ngerasa diri ini udah melenceng jauh. Tp orang² mana paham, they keep demanding everything...