Di tengah kebisingan gerombolan feminazi yang gencar menakut-nakuti perempuan soal pernikahan, merendahkan peran seorang istri, hingga menormalisasi seks bebas, childfree dan aborsi. Iklan Prenagen hadir bukan ikut bising, tapi membawa pesan lantang:
"..menjadi ibu bukan beban, tapi kehormatan tertinggi"
"..menjadi ibu bukan akhir kebebasan, tapi awal kemuliaan"
Ini bukan tweet iklan, tapi gue suka banget sama narasi iklan susu khusus Ibu hamil & menyusui di tahun 2025 ini. Keren!
Lah itu kan tugas lu, lu enlist sebagai personel militer ya itu artinya lu udah teken kontrak sama negara bahwa lu bersedia mati untuk menjaga kedaulatan negara. Tugas lu itu melindungi, bukan jadi penindas bagi orang yang sudah lu sumpah untuk lindungi.
Beda kelas memang media yang udah pernah dibredel pemerintah sejak jaman orba. Diteror pake pala babi, dibalas dgn munculin wajah orang-orang dibaliknya. Seakan memberi pesan.. โini wajah kami, kami ga ngumpet kaya pengecut macam loโ. Sehat-sehat @tempodotco@BocorAlusPol #KamiBersamaTempo ๐ซก
jadi begini temen-temen, self love tuh penting, tapi self awarness lebih penting.
Ini juga kenapa penting punya temen yang rajin ngecengin atau cakcakin kita ๐๐ป
Resistensinya udah gede banget, sekarang mungkin cuma berasa di beberapa kota, tapi dengan komunikasi publik dari mereka yg berkesan meremehkan dan tidak berusaha meredam. Cuma tinggal tunggu waktu.