1. gua ga bisa pulang karena macet sampe harus nginep di hotel
2. gua dicatcalling
3. properti kampus gua dicoret-coret
poin 1 gua yaudah aja, selamat berbahagia. tapi poin 2 & 3 gua marah banget :) bisa ga sih merayakan aja tanpa harus merugikan?
Pak Anies skrg sibuk bantu kota Riyadh, punya gerakan AksiBersama, bantu GerakanRakyat, ngisi kuliah tamu dimana2, dsb.
Pak Ganjar skrg sibuk bikin yayasan mental health Teman Bersama, jogging rutin sama anak2 Jogja, bantu UMKM paks LapakGanjar, dsb.
Kebayang kan aktivitas gerakan dan kegelisahan mereka masih tetap konsisten, saat pilpres dan setelahnya?
Artinya apa? Ya gak gimmick. Emang begitu orangnya.
Fans bola berulah lagi
Seorang istri menceritakan pengalaman pahit suaminya yang dipukul massa supporter Viking di lampu merah Loji, Bogor.
Padahal suaminya juga fans berat tim yang sama dan asli orang Bandung.Awalnya macet total gara-gara konvoi. Sang istri coba menengahi dengan baik-baik, “Mang, lagi konvoi ya? Tolong tertib ya, jangan menghalangi jalan.” Anak-anak muda itu sempat mengiyakan.
Tapi tak lama kemudian datang rombongan orang dewasa umur 30-40 tahunan. Dengan logat Sunda mereka bilang, “Ah narorak, dari tadi macet, sana main ke Bandung biar tau rasanya.”
Suami yang berada di dalam angkot menjawab pelan, “Mang, saya asli orang Bandung! Tapi jangan rusuh dong kalau konvoi.” Eh, tiba-tiba salah satu dari mereka langsung naik dan menonjok suami yang masih duduk di dalam angkot!Istri yang syok bilang: “Suami saya juga pendukung kalian, lahir besar di Bandung. Kok malah diginiin?”
Kasus ini langsung ramai dibahas netizen.
Bukan hanya @Persija_Jkt yang perlu di evaluasi, tapi sikap @InfokomJakmania juga yang perlu dibenahi, dengan melaporkan pemain lawan kepada Federasi saja itu sudah aneh.
Sekali lagi bahwa @Persija_Jkt bukan milik satu organisasi, tapi milik semua!
dituntut untuk jangan saling tuduh, tapi keputusan pusat yang buat semuanya berantakan. jangan cuma mau segalanya damai situ yang harus berani ambil tindakan dengan respon-respon seperti ini