sumpah my biggest “when yh” itu bukan tentang pacaran tapi WHEN YAH pindah ke negara 4 musim itu dengan pendapatan rata-ratanya yang tinggi, pendidikan sangat berkualitas, termasuk negara dengan penduduk paling bahagia di dunia, alam yang indah sejalan dengan pembangunan kota dan fasilitas transportasi yang sangat baik, kriminalitas rendah, bisa healing tanpa stress ekonomi (work-life balance), lingkungan sosial yang ramah dan nyaman, dan pemerintahan yang selayaknya baik.
Menuduh jurnalis, LSM sebagai "Londo Ireng"
Padahal ayahnya nyediain senjata buat PRRI, garis keturunan dari ibunya yaitu Benyamin Tomas Sigar yang menangkap Pangeran Diponegoro. Dan dia kabur ke Yordania setelah menculik aktivis.
Kinda ironic
[TRIGGER WARNING]
Ditolong pas gw kecelakaan, posisi gw cuma dipindahin ke sisi jalan + ditutup koran (disangka udah "lewat" soalnya lumayan parah juga, berdarah-darah kecelakaannya).
Kalo bukan karena insting/feeling 1 orang Bapak ini, yang katanya ngeliat tangan gw masih utek-utek/gerak-gerak dia langsung turun dari motornya, langsung sekilas cek, setelah mastiin gw masih ada nyawanya dia lantas kontak RS terdekat, Hamdallah ada 2 RS jarak deketan dari lokasi TKP.
Barang-barang gw dia amanin; tas isinya netbook, dompet dan ada uang tunai bernilai lumayan, dia pegang terus, ga lepas dalam kondisi liat gw kritis, dia ga panik, mutusin buat random calling orang-orang di kontak hp (waktu itu belum trend WhatsApp), HP posisi terkunci dia sempet nanya ke gw, meski lagi berjuang nyambung nyawa, gw ngasih kode pake tangan "Uh, uh, (baca: gitu, lurus, ngebentuk angka 7"
Selang ½-1 jam, pihak keluarga gw datang, dia masih dengan waspada dong nanya ini siapanya gw, takut malah orang asing yang mau "manfaatin" keadaan untuk ambil barang-barang gw gitu, setelah confirmed dia alihkan lah barang-barang gw ke keluarga, ngga ada sedikitpun yang dia pake, sempat dioper sana-sini, beberapa RS di Bogor tidak menyanggupi menindak gw, mesti dirujuk ke Jakarta. Pihak keluarga merasa peran si Bapak sudah dirasa cukup, udah Alhamdulillah banget, namun si Bapak masih nerusin nemenin, katanya; "Saya belum tenang kalo belum masuk kamar RS."
Setelah beberapa kali pindah sekitar 4 RS di Bogor, dan terakhir ditindak CT Scan di RS Cibinong, diputuskan lah keluarga merujuk gw ke RS yang lebih besar di Jakarta, posisi disitu udah malem sekitar jam 10 akhirnya si Bapak minta pamitan, dan mendoakan yang terbaik buat gw.
Waktu itu puasa, gw kecelakaan jam 4 sore, si Bapak mungkin lagi ditunggu istri dan anak²nya untuk bukber bareng bersama di rumahnya malah milih nyelamatin orang asing yang kebetulan dia temui pas di perjalanan pulang kerja, I couldn't do the same kayanya klo dihadapin dengan hal yg sama, kalo aja bukan karena naluri/rasa kemanusiaan si Bapak yang langsung tanpa pikir panjang ngurus-ngurus gw yg lagi kritis, sepertinya gw udah ngga ada di dunia ini, udah berenti hidup di usia 22, I couldn't thank enough sampe saat ini, cuma bisa mendoakan dengan do'a-do'a terbaik buat si Bapak & keluarganya 🤲🏻
P.s
Setelah menjalani serangkaian operasi dan masa pemulihan, gw bernazar untuk mencari tahu rumah si Bapak untuk berterimakasih sekalian silaturahmi dengan info terbatas yang si Bapak bilang mengenai alamat dan jabatan dia di kediamannya tersebut (which is Ketua RT). Alhamdulillah ketemu juga, namun tidak ngeh untuk menyempatkan foto bersama, pokonya sehat-sehat teruus Pak.
[PERNYATAAN SIKAP]
Prabowo Harus Minta Maaf Sebut Wartawan Londo Ireng
Kami, kelompok organisasi jurnalis dan media, mengecam pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menabalkan jurnalis sebagai ‘Londo Ireng’.
-utas-
Ngebayangin mereka nahan lapar, haus, dan sakit sendirian di dalam kegelapan tanpa bisa ngomong atau minta tolong ke siapa-siapa... In another life, I hope you all run free, far away from human greed. 💔
bete banget kontol baca prabowo mau bangun universitas ri apa itu waktu banyak maba ngundurin diri karena ga sanggup bayar ukt atau bahkan ga berani untuk mimpi sekolah sekalipun karena ga punya biaya. lu kalau tolol tolol sendiri sana anjing gausah ajak rakyat lu yg mau pinter
kasihan banget adik2 yang mau pergi sekolah saja harus melewati benteng takeshi
sementara bangunan di tengah hutan dipakein kipas dengan harga 11 juta per unit.
sungguh miris🥲