dewasa bagi gue adalah memaafkan kesalahan orang lain yang gak pernah minta maaf ke kita. bukan buat dia tapi buat diri gue sendiri. supaya lebih
tenang dan damai ngejalanin hidup.
adegan paling menguras energi di tempat kerja bukan kerjanya, tapi harus bersikap normal dengan orang orang yang sebenernya pengen kita sleding kepalanya
Perihal balas membalas tak akan ada habisnya. Mari melanjutkan hidup dengan baik dan hati penuh ikhlas, biarlah setiap rasa sakit itu menjadi urusan Tuhan.
Ternyata skill kehidupan yang harus dikuasai di usia 20-35 itu adalah skill mengatur suasana hati dan emosi. Jangan apa-apa di baperin. Please don’t expect too much. Orang bisa berubah. besok suka, besok lagi bisa enggak. Semua bisa hilang, semua bisa pergi kapan saja.
Dulu ada laki2 bercerita soal gaji 3 juta, lalu direndahkan sampai serendah2nya kalau uang sgtu cma untuk perawatan hewan-nya.
Hari ini ada suami bercerita kalau istrinya menggunakan pinjol 300 juta, tapi tetap mendapatkan reaksi jelek krna mau berpisah.
Laki2 katanya jangan suka menyimpan dan menahan emosi dalam dirinya. Harus berani bercerita apa yang dia rasakan.
Tapi ketika laki2 bercerita…dia tetap disalahkan walaupun dia benar.
Sudah benar laki2 jangan bercerita apapun di sosmed.
Sudah dua kali terjadi dengan pola yang hampir sama.
Kalau saat ini kamu memaafkannya lagi, wajar kalau muncul satu pertanyaan penting:
Kamu ini tulus atau bodoh?