Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh…
Salam sejahtera buat semua.
Hari ini, 10 November 2025, kita memperingati Hari Pahlawan.
Saya memilih hari ini untuk menyampaikan satu hal yang berguna buat seluruh anak bangsa, dan terutama buat diri saya sendiri, dr.Tifauzia Tyassuma, https://t.co/IDuIvQSub4.
Hari Jumat lalu, 7 November 2025, saya bersama dua rekan saya, Dr.Rismon Sianipar dan Dr.Roy Suryo, (yang lebih dikenal sebagai RRT) bersama lima aktivis lainnya, ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus dugaan ijazah Palsu Jokowi.
Pasal yang disangkakan kepada kami adalah sejumlah pasal berlapis yang bagi saya sendiri menimbulkan perasaan tidak nyaman, tapi bukan suatu perasaan TAKUT. Ketidaknyamanan itu datang dari pemikiran bahwa betapa ruwet dan runyamnya proses pikir dibalik pasal2 persangkaan ini.
Saya merasakan ada kejanggalan dalam cara pasal-pasal ini dirangkai, seolah logika hukum dipaksa menyangkal akal sehat. Bila bertanya dan meneliti dianggap kesalahan, dan keterusterangan diperlakukan sebagai kriminal, maka persoalannya jauh lebih serius daripada apa yang dituduhkan kepada kami. Ini melebihi persoalan hukum yang kasat mata.
Hari ini, ketika bangsa memperingati Hari Pahlawan, kita seperti diingatkan bahwa keberanian bukan hanya soal perang dan senjata, tetapi tentang siapa yang masih berani berkata jujur ketika kejujuran mulai ditakuti.
Saya masih percaya bahwa di dalam bangsa yang besar ini masih ada orang yang berpihak pada kejujuran, kebenaran dan keadilan. Kepada mereka ini kami menggugah akal sehat dan nalar untuk dapat ikut serta dalam perjuangan ini.
Kami bertiga, dan terutama saya, dengan tenang dan penuh keyakinan, insyaAllah siap datang dan menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya. Kami sangat menghornati institusi ini dan berupaya menjadi warga negara yang baik. Kedatangan ini bukan karena saya tidak punya rasa takut, tapi justru karena keyakinan yang kuat akan adanya pertolongan Allah. Hasbunallah wanikmal wakil nikmal maula wanikman nasir" ("Cukuplah Allah sebagai penolong kami, Dialah sebaik-baik pelindung, sebaik-baik pemimpin, dan sebaik-baik penolong).
Saya berdoa, semoga Allah menolong kami, melalui tim kuasa hukum yang telah kami percayai. Saya pun bermohon pada Allah, semoga para pemeriksa kami dikaruniakan hati yang lembut, mata hati yang terbuka pada kebenaran, dan keberanian untuk mengambil sikap dalam membela kebenaran. Amin ya robbal ‘aalamin.
Saya hanya meminta satu hal: biarkan proses ini menjadi ruang untuk menemukan kejelasan, bukan ruang menimbulkan ketakutan. Biarkan hukum mengantar kita pada kebenaran, bukan pada tekanan. Karena ketika hukum berjalan dengan jujur, maka tidak ada siapa pun yang perlu merasa terancam oleh kebenaran.
Tak ada yang perlu merasa tersinggung dengan penelitian dan upaya ilmiah yang kami lakukan.
Di balik semua proses ini, saya menyimpan kepercayaan yang teguh kepada Presiden Prabowo Subianto—pemimpin yang sejak awal berdiri dan memantapkan diri untuk selalu berusaha bertindak penuh keadilan dan berdiri di atas kebenaran. Saya yakin beliau mendengar, melihat, dan memahami, bahwa bangsa ini hanya bisa maju jika kebenaran diperlakukan sebagai cahaya, bukan ancaman.
”Terima kasih.
Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Dengan Hormat
Dr.Tifauzia Tyassuma, https://t.co/IDuIvQSub4
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
Kita amat terpukul dan geram atas wafatnya Affan Kurniawan, pengemudi ojol yang meninggal tragis saat menyuarakan hak. Hidup muda penuh harapan terenggut dalam perjuangan keadilan.
Kepada keluarga almarhum, doa dan dukungan kita menyertai. Tidak ada yang dapat mengobati luka kehilangan putra tercinta.
Affan berkumpul dengan ribuan rakyat karena hak konstitusional mereka. Kita harus berdiri bersama mereka yang menuntut keadilan dan melindungi hak menyuarakan pendapat.
Kita mendesak investigasi transparan dan proses hukum tegas. Langkah Kapolri dengan permintaan maaf terbuka harus dituntaskan dengan penegakan hukum konsekuen.
Ke depan, penyampaian aspirasi harus tetap bisa dilakukan tanpa rasa takut. Namun, bagaimana rakyat dituntut menyampaikan aspirasi dengan damai jika wakil rakyat dan penyelenggara negara berperilaku semena-mena dan berkomentar semaunya yang meremehkan akal sehat publik?
Tuntutan penyampaian aspirasi damai harus diimbangi kesediaan mendengarkan dan mempertimbangkan aspirasi secara serius dan beradab, bukan malah meremehkan hingga memantik kemarahan dan keputusasaan publik.
Terima kasih kepada sesama rakyat yang saling menjaga dalam demonstrasi kemarin. Sikap rakyat ini menunjukkan kekuatan dan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Jangan ada lagi nyawa melayang saat menyampaikan aspirasi. Keadilan harus hadir sekarang, untuk Affan, keluarganya, dan masa depan demokrasi kita.
Suryopratomo mantan jurnalis metrotv.... Rasanya orang ini terlibat dalam hoax mobil SMK khususnya dan harus bertanggungjawab terkait efek destructif Jokowi presiden 2 periode.
Pak @prabowo :
"JIKA #fufufafa sampai hari ini tidak pernah dicari orangnya, tidak pernah diselidiki, tidak pernah ditangkap, MAKA tidak ada satu pun konten di medsos yg bisa kamu penjarakan gara2 menghina orang lain."
****
Tuan Nyonya, Bapak Ibu, Adik Kakak, Wahai netizen dunia ghaib yang budiman.
Izinkan sy untuk kesekian kali mengingatkan satu prinsip teguh tiada tara.
Bahwa: JIKA fufufafa sampai hari ini tidak pernah dicari orangnya, tidak pernah diselidiki, tidak pernah ditangkap, MAKA tidak ada satu pun konten di medsos yg bisa kamu penjarakan gara2 menghina orang lain.
Karena postingan fufufafa dulu adalah core of the core, standar of the standar penghinaan tertinggi. Kamu lihat screenshot lama ini, ya Rabbi, ini tuh penghinaan yg sangat mematikan. Tuduhan kejam tiada tara. Fitnah terkutuk. Melampaui semua nilai2 moralitas. Maka, jika fufufafa kalian bisa berdamai, memaafkan, kenapa postingan orang lain tidak?
Saya jelas tdk mendukung saling menghina. Sorry, dunia tulisan sy memang kasar; tapi sy tidak bawa2 fisik, tidak bawa2 fitnah, dll, dsbgnya. Tulisan sy fokus ke substansi. Saya itu bahkan tidak suka lihat orang yg suka bawa2 aib keluarga, bergosip, dll. Buku2 sy tdk ada adegan fisik, ciuman. Boro2 mau lebih serius dari itu.
Tapi postingan saya ini, yang berkali2 sy ulang posting screenshot fufufafa ini, adalah agar kita semua itu mau bersikap fair, adil. Dan jelas sekali, buku2 sy membahas tentang keadilan. Bahwa hidup ini kita harus adil gitu loh.
Karena kalau kamu munafik, wah repot, susah buat berpikir dan bersikap adil. Fufufafa yg suangat jahat kamu maafkan, giliran meme2, sesuatu yg hanya diposting1-2x, pelaku tdk sempat berpikir panjang, masih sekolah/kuliah, kamu tereak-tereak marah! Fufufafa dulu melakukannya berkali2, bertahun2!
(Tere Liye)
Kasus kematian Juwita (23), jurnalis wanita asal Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mulai menemukan titik terang. Juwita diduga dibunuh oleh oknum anggota TNI AL.
https://t.co/u1fBfxKlj9
Tom Lembong ditahan padahal belum ada bukti atas kesalahannya. Tak terbukti rugikan negara, tak terbukti perkaya diri/ org lain, tak terbukti langgar aturan sbb kebijakan diambil atas restu presiden Jokowi. Sudah dipertanyakan DPR & APH tak bs jawab, tp beliau tetap ditahan.
Awas! Tom Lembong kini, bisa jadi kamu besok.
#bebaskantomlembong
Sejarah memang tak akan merujuk pada apa yg di katakan buzzerp, apalagi cuma dasar potongan2 video pendek lagi blusukan bagi2 sembako dan amplop. Sebelumnya Ben Bland tulis dia dalam sebuah buku dgn judul "Man of Contradictions".
https://t.co/guUUzY8p4d