🚨🚨| MUST-WATCH: 7 MINUTES OF ABSOLUTE CHAOS:
Klopp’s priceless reactions, Richarlison celebrating like he’d rescued a point… only for Diogo Jota to crush Spurs at the very end.
This match had it all 😂🔥
Guys, ada laporan baru dari lembaga riset Celios yang menurut gue adalah salah satu yang paling mengerikan yang pernah gue baca tentang kondisi ekonomi Indonesia.
Judulnya: Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026.
Dan datanya bukan dari sembarang sumber.
Dari Forbes.
Dari LHKPN.
Data yang sudah terverifikasi dan tidak bisa dibantah.
Fakta pertama yang langsung bikin gue sesak napas:
50 orang terkaya Indonesia hanya 50 orang total kekayaannya mencapai Rp4.600 triliun per 2026.
APBN Indonesia?
Rp3.800 triliun.
Artinya 50 orang itu lebih kaya dari seluruh anggaran negara yang digunakan untuk membiayai 270 juta rakyat Indonesia selama satu tahun penuh.
Satu tahun.
Gaji PNS, subsidi BBM, bayar utang, bangun jalan, biaya militer, semua program sosial semuanya masih kalah dari 50 orang itu.
Dan setiap harinya harta 50 orang itu naik Rp13 miliar per hari.
Sementara upah pekerja harian di Indonesia bergerak di kisaran Rp2.000 sampai Rp5.000 per jam.
Fakta kedua ketimpangan di antara pejabat negara sendiri:
Total kekayaan pejabat negara era Prabowo-Gibran: Rp1 triliun lebih.
Dan dari seluruh pejabat itu 73% kekayaannya hanya dikuasai oleh 12 orang.
Dua belas orang.
Yang masing-masing punya kekayaan di atas Rp1 triliun.
Siapa?
Salah satu yang terbesar adalah Menteri Pariwisata Widya Kusuma.
Ada juga Menteri Perumahan Rakyat.
Keduanya masuk dalam daftar lima pejabat terkaya.
Fakta ketigayang paling menohok soal TNI dan Polri:
Setiap tamtama TNI prajurit paling bawah butuh 252 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Panglima TNI.
Dua ratus lima puluh dua tahun.
Kalau mulai kerja umur 20 baru bisa menyamai kekayaan atasannya di umur 272 tahun.
Itu bukan angka. Itu absurditas.
Di Polri sedikit "lebih baik" polisi golongan paling rendah butuh 139 tahun masa tugas untuk menyamai kekayaan Kapolri.
Ketimpangan ini bukan hanya antara rakyat dan orang kaya. Tapi di dalam institusi yang sama.
Di antara satu korps yang sama.
Fakta keempat anggota DPR versus konstituennya:
Anggota DPR Gorontalo kekayaannya 800 kali lipat dari rata-rata masyarakat Gorontalo yang mereka wakili.
Anggota DPR Yogyakarta 400 kali lipat dari rata-rata masyarakat Yogyakarta.
Orang-orang yang mengklaim mewakili rakyat hidupnya 400 sampai 800 kali lebih kaya dari rakyat yang katanya mereka wakili.
Dan mereka yang membuat undang-undang. Mereka yang memutuskan kebijakan pajak. Mereka yang menentukan siapa yang dapat subsidi dan siapa yang tidak.
Dan ini yang membuat seluruh gambar itu menjadi sangat gelap:
Celios mengajukan satu pertanyaan yang sangat sederhana: kalau 50 orang terkaya itu dipajaki hanya 2% dari total kekayaan mereka negara dapat berapa?
Rp93 triliun per tahun.
Sembilan puluh tiga triliun.
Setiap tahun.
Dari pajak 2% saja atas kekayaan 50 orang.
Itu lebih dari cukup untuk membiayai rekonstruksi bencana besar.
Untuk membenarkan semua perlintasan kereta berbahaya di Jawa yang butuh Rp4 triliun.
Untuk menggaji 8 juta guru honorer setahun penuh.
Untuk menutup seluruh defisit BPJS Kesehatan.
Hanya dari 50 orang.
Hanya 2%. Per tahun.
Tapi itu tidak terjadi.
Dan Celios menjelaskan kenapa:
Karena orang-orang yang punya kekayaan itu — adalah orang-orang yang sama yang membiayai kampanye politik, yang duduk di dewan komisaris BUMN, yang punya akses langsung ke pengambil keputusan.
Pajak kekayaan sudah masuk dalam rencana Kementerian Keuangan paling lambat 2028 kata mereka. Tapi implementasinya? Masih "akan akan akan" saja. Tidak pernah benar-benar dieksekusi.
Sementara yang terus dipajaki adalah kelas menengah yang sudah ngos-ngosan. Kelas menengah Indonesia turun 1,1 juta orang dalam setahun tapi mereka yang paling mudah dikejar pajaknya karena datanya ada, penghasilannya kelihatan.
Seperti kata peneliti Celios: berburu di kebun binatang. Hewannya kelihatan, tinggal tembak. Sementara yang benar-benar harus dipajaki terlalu kuat untuk disentuh.
Dan ini yang paling mengerikan dari seluruh laporan ini:
Ketimpangan yang ekstrem ini bukan hanya masalah ekonomi. Ini adalah bahan bakar untuk sesuatu yang jauh lebih berbahaya.
Celios menelusuri pola historis dan hasilnya konsisten. Ketika ketimpangan mencapai titik ekstrem dan orang-orang hopeless tidak melihat jalan keluar yang rasional mereka tidak lari ke gerakan buruh atau gerakan sosial yang terorganisir.
Mereka lari ke kelompok-kelompok yang menawarkan identitas, musuh bersama, dan rasa memiliki.
Di Italia 1930-an orang yang di-PHK direkrut oleh Black Shirt. Di Jerman industri tutup, pengangguran meledak, orang mencari pegangan.
Di Indonesia sendiri kerusuhan 1998 dan berbagai gejolak sosial sesudahnya, ketika ditelusuri, akar masalahnya selalu sama: ketimpangan ekonomi yang dibalut isu identitas.
Dan tanda-tandanya sudah mulai terlihat sekarang ormas-ormas yang berdemo bukan ke instansi pemerintah tapi ke lembaga bantuan hukum masyarakat sipil, bayaran demo yang menjadi solusi pengangguran, program-program besar yang menyerap tenaga kerja tapi dengan cara yang menciptakan ketergantungan bukan kemandirian.
Solusi yang Celios rekomendasikan dan ini sangat konkret:
Satu — pajak kekayaan 2% untuk 50 orang terkaya. Langsung hasilkan Rp93 triliun per tahun. Bukan mimpi Brazil dan Colombia sudah melakukannya dengan komite audit independen.
Dua — moratorium MBG. Hentikan sementara, perbaiki tata kelola dari akar, baru jalankan lagi dengan tepat sasaran fokus ke daerah 3T dan keluarga miskin ekstrem, bukan merata ke semua sekolah termasuk swasta di Jabodetabek.
Tiga — kembalikan 20 triliun yang diambil dari anggaran kesehatan ke Kementerian Kesehatan untuk program stunting yang sudah terbukti efektif. Benefit yang dihasilkan: Rp400 triliun. Versus MBG yang belum jelas benefit konkretnya.
Empat — pajak windfall untuk komoditas yang sedang untung besar batu bara, sawit, nikel, minyak. Mereka untung dari harga global yang tinggi, sementara rakyat menanggung subsidi energi. Ini bukan soal nasionalisasi ini soal keadilan distribusi keuntungan.
Indonesia bukan negara miskin. Indonesia adalah negara yang kekayaannya terkonsentrasi pada sangat sedikit orang, yang sistem pajaknya melindungi orang kaya dan membebani kelas menengah, dan yang program-program besarnya lebih banyak menciptakan celah korupsi baru daripada menyelesaikan masalah lama.
50 orang lebih kaya dari APBN. 12 pejabat kuasai 73% kekayaan seluruh pejabat negara. Tamtama butuh 252 tahun untuk menyamai Panglima. Anggota DPR 800 kali lebih kaya dari konstituennya.
Dan solusinya sudah ada. Jelas. Terukur. Bisa dijalankan hari ini.
Yang tidak ada adalah kemauan politik untuk melakukannya. Karena yang harus meloloskan kebijakan pajak kekayaan itu adalah orang-orang yang sama yang akan paling terdampak olehnya.
Itu bukan korupsi yang bisa ditangkap KPK. Itu adalah struktur. Dan struktur hanya bisa diubah kalau tekanan dari bawah lebih kuat dari kenyamanan di atas.
⚠️ Disclaimer: Berdasarkan laporan Celios "Republik Oligarki Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026" dan wawancara peneliti Celios Bima Yudistira. Data bersumber dari Forbes dan LHKPN yang dapat diverifikasi publik. Ini analisis berbasis riset independen bukan tuduhan hukum kepada individu manapun.
Musim 14/15, musim pamungkas LFC dg Warrior. Balik ke Champions League, plus dipake Balotelli.
Akhirnya, designnya menjadi semakin "normal", walaupun jersey homenya masih ada yg nyebut spt jersey Ultraman. Punya detail piping yg okay banget. Dan jacquardnya jg bagus sih memang utk home 14/15 ini
#kultuitjersi
Kuning adalah warna klasik LFC, hadir di jersey away, itu kalau ga ada list merah gede di depan, harusnya lebih baik, menurut saya.
Jersey 3rd, pakai kerah polo. Saya tuh salah seorang yg suka banget sama jersey dg polo collar. Dan menurut saya jersey ini bagus, bahkan dg detail merah aneh diagonal itu, jersey ini tetep bagus.
Tapi ya memang, fase LFC dg Warrior ini, fase yg sangat bikin kami para fans yg juga jersey enthusiasts, jadi pusing. Ujungnya tetap beli walaupun harganya ya mahal :/ karena koleksi jersey original.
deep talk pas pacaran:
- saling berterima kasih karna sudah sama2 memperjuangkan sejauh ini
- ngomongin rencana masa depan
- ngomongin mimpi masing2
- ngomongin persiapan rencana pernikahan
- saling meyakinkan diri kita bisa menikah dan jalanin semua dari 0 bareng2
- ngomongin keuangan dan tabungan bersama
- ngomongin pemikiran2 random yg sama2 cm bisa diomongin sama pasangan enggak ke orang lain, karna kita sama2 enggak suka nge-judge
- lagi deeptalk tiba2 suka kemana2 enggak penting ngomongin film, makanan, hobi, update temen2 😆
- paling konyol lagi deeptalk terus tiba2 ribut gara2 random topik saya minta dia temenin nonton film raditya dika dia enggak mau awokwkwk
deep talk setelah nikah:
- saling berterimakasih atas perjuangan masing2
- ngomongin anak2 dan dunianya
- ngomongin luka masa lalu (inner child) kami kadang suka ke trigger ngeliat anak, karna masa kecil kami tidak semudah dia, tapi kita saling memvalidasi dan menjadikan inner child itu rasa syukur buat anak
- ngomongin hubungan pribadi berdua (tanpa bawa2 anak)
- ngomongin keresahan masing2
- ngomongin keuangan
- ngomongin love language masing2
- ngomongin bisnis masing2
- ngomongin segs
- ngomongin rencana2 kedepan dan liburan
- ngomongin agama
- ngomongin update/cerita keluarga masing2
- dan msh suka tiba2 ngobrol topik enggak penting jg 😆
kalau kata raditya dika kecantikan dan ketampanan semua akan memudar, pada akhirnya yg tersisa di hubungan itu ya ngobrol. makanya penting punya pasangan 1 frekeuensi, bisa cerita tanpa di judge dan sama2 nyaman
kamu kalau deeptalk sama pasangan ngomongin apa???
satu sepupuku pernah tiba-tiba kabur ke labuan bajo dan tinggal di sana beberapa waktu. harga kos tempat dia tinggal 600rb, dia tinggali ber-2. jadi per-orang, cuma 300k. kamarnya di tepi laut lagi dan ada public balcony juga seperti ini.
harga tiga ratus ribu per orang, include listrik dan dan air.
minusnya cuma satu
Guys lu pada penasaran kagak
kenapa laki-laki bisa selingkuh bahkan dengan perempuan yang secara fisik di bawah istrinya
Jadi begini menurut seorang dokter yang udah 27 tahun nanganin orang bermasalah
dia bilang begini :
Masalahnya bukan di cantik atau jelek
tapi di kebutuhan yang nggak terpenuhi
Banyak orang salah kaprah.
Ngira selingkuh itu karena tergoda fisik.
Padahal menurut penjelasan:
yang dicari itu bukan wajah, tapi rasa.
Di rumah:
Istri sibuk, capek, atau nggak ngerti bahasa cinta suami
Suami ngerasa nggak dihargai
nggak dilayani
atau nggak dianggap penting
Di luar:
Ada perempuan yang nge-serve total
Manja, nurut, perhatian, bikin laki-laki ngerasa jadi raja
Jadi walaupun secara fisik kalah, secara “rasa” dia menang telak.
Cewek selingkuhan itu main di psikologi, bukan logika
Perempuan selingkuhan biasanya:
Lebih manja (padahal pura-pura)
Lebih mengagungkan laki-laki (biar egonya naik)
Lebih “siap melayani” (act of service full)
Sementara istri di rumah:
Sudah jadi “realita” (urus anak, rumah, capek)
Kadang komunikasi keras
Kadang lupa nge-charge “baterai kasih sayang”
Akhirnya laki-laki lari ke tempat yang bikin dia merasa:
dihargai, dibutuhkan, dan jadi penting.
Ini yang paling brutal:
laki-laki butuh merasa jadi hero
Ada bagian otak laki-laki yang pengen:
gue ini pahlawan buat perempuan gue
Nah…
Kalau di rumah dia sering disalahkan → jatuh
Di luar dia dipuja → naik
Dan cewek selingkuhan ngerti banget cara main di sini.
jadi kenapa sering kelihatan “lebih jelek”?
Jawaban jujurnya:
Karena yang dijual bukan tampang, tapi:
perhatian
pelayanan
ego boost
kepatuhan (walau fake)
Sementara banyak istri:
unggul di kualitas nyata
tapi kalah di cara menyampaikan rasa
Selingkuh itu bukan karena:
istri kurang cantik
cewek di luar sana lebih menarik
Tapi karena:
kebutuhan emosional yang kosong
bahasa cinta yang nggak nyambung
ego laki-laki yang nggak keisi di rumah
Laki-laki itu jarang selingkuh karena ketemu yang lebih bagus…
tapi karena ketemu yang bikin dia merasa lebih hidup
kata beliau
Ali, adik keduaku punya selera unik. Ia lebih tertarik mobil usia 30 tahun daripada mobil-mobil seliweran di iklan.
Saat kredit mobil semakin gampang, ia memilih tdk tergiur. Hanya membeli mobil ini under 50jt, lima tahun lalu. Tanpa perlu berutang.
Di tangannya, Toyota Great Corolla ini msh terawat, kuat berkeliling Aceh dgn segala medannya. Menembus dataran tinggi Gayo, merangsek Bireuen dan Aceh Utara, sampai masuk ke pedalaman Pidie.
Masih tangguh menanjak di kawasan Leuser, Gn. Singgahmata, dan menantang Geurutee.
Kendaraan memang bukan ttg gaya, tetapi manfaatnya. Inilah prinsip yang ditanamkan mendiang bapak, menancap di pikiran 6 anak lelakinya.
Dulu, beliau, memilih hanya bersepeda ke mana-mana, dan tak kecil hati dgn prinsipnya. Memiliki sesuatu hanya yg dibutuhkan, bukan untuk adu gengsi.
Stop bayar Google One.
Gue gue pernah panik gara2 Google Drive gue penuh dan ga bisa terima email. Hampir aja gue subscribe bayar Google One buat upgrade kapasitas drive.
Ternyata gak perlu.
15GB gue yang "penuh"? 11GB-nya sampah yang Google sembunyiin.
Gue bersihin dalam 20 menit. Gratis. Tanpa hapus file penting.
Gini caranya:
Anjir ini titlenya harusnya diganti cuy, harusnya gimana caranya kita bersyukur menghadapi hidup, ngena coyy!!
✨Sebenernya Video ini ngebahas soal lifestyle, grooming, dan cara biar makin "ganteng" di tahun 2026, tapi dibungkus dengan obrolan yang cukup mendalam soal mental apalagi Arti Kebahagiaan cuy....
💎Berdasarkan obrolan di video tersebut, happiness atau kebahagiaan itu didefinisikan kayak gini:
➡️Doing What You Love: Bahagia itu sesimpel bisa ngelakuin hal yang bikin mata kita berbinar-binar (passion). Kalau kita all out ngerjain sesuatu yang kita suka, orang lain bakal ngelihat kita lebih menarik secara alami [38:04].
➡️Pensiun untuk "Sesuatu": Bahagia bukan berarti berhenti kerja total dan nggak ngapa-ngapain (retire from something), tapi pensiun biar punya waktu buat ngelakuin apa yang emang kita pengenin banget (retire to do something), kayak berkebun, melukis, atau ngobrol hal-hal yang bikin penasaran [58:30].
➡️Bersyukur & Purpose: Kebahagiaan itu seringkali ada pada rasa syukur. Jejow mention kalau kadang orang yang hidupnya terlihat lebih simpel justru bisa lebih bahagia karena mereka nggak ribet dan lebih bisa menghargai hidup daripada orang yang punya segalanya tapi terus-terusan merasa kurang [01:02:05].
➡️Balance & Financial Freedom: Memiliki kebebasan finansial itu penting biar kita punya kendali atas waktu kita sendiri. Waktu yang bebas untuk keluarga dan diri sendiri adalah kunci kebahagiaan yang hakiki [57:10].
Videonya untuk yang terakhir sampe gw ulang beberapa kali Shout out buat @Jejouw yang bisa nanya apa arti kebahagiaan sama Radit👏👏
🔗Lo kalo mau nonton disini:
https://t.co/dpbMtLZ41A
Stay Ciakakakakak😁😁
Avengers: Doomsday Theory Why Doctor Doom looks like Tony Stark 🚨
1️⃣Earth-616. 1969.
Maria Stark is pregnant. The child dies at birth.Howard and Maria are shattered.
Howard believes every problem has a solution.Even this one.
2️⃣That same night, another tragedy.A family dies in a car crash.Only one survivor: a baby boy. To Howard Stark, it feels like fate.
3️⃣Howard adopts the child in secret. No press. No records.The world is told the Stark baby was born.They never say how.
4️⃣The truth?That baby was Victor Von Doom.Renamed: Anthony Edward Stark.
The miscarried Stark child already had a name: Arno.
5️⃣To protect Maria and the Stark legacy
Howard erases the Von Doom bloodline.
Government records. Medical files. Adoption history.Victor Von Doom legally ceases to exist.
6️⃣Tony grows up loved.Never treated differently.Never suspects the truth.
He lives as a Stark.Becomes a Stark.
Dies as a Stark.
7️⃣Avengers: Doomsday.Multiversal Avengers assemble.
Earth-616 Tony is brought back from just before the snap.Other Tony variants are present.
8️⃣When 616 Tony enters the room—
Every other “Tony Stark” raises their repulsors.Not at Doom. At him.
9️⃣The shock:
None of the Tony variants share his face.
All of them look the same And it’s not RDJ.
1️⃣0️⃣TVA explanation:
Earth-616 Tony Stark is a multiversal anomaly.Across the multiverse, that face belongs to Doctor Doom.
1️⃣1️⃣Meaning:
Doctor Doom doesn’t look like Tony Stark.
Tony Stark looks like Doctor Doom.
1️⃣2️⃣Why wasn’t he pruned?
Because not all anomalies are threats.
Some are anchor beings Individuals who stabilize reality.
1️⃣3️⃣In Earth-616, Tony Stark was an anchor being.(So is Peter Parker.)
Biology didn’t matter.Identity did.
1️⃣4️⃣When Tony died, the universe didn’t collapse.Peter Parker still anchored it.The multiverse held.
1️⃣5️⃣Final truth:
Tony Stark was never a Stark.
He was a Von Doom.And the greatest hero of Earth-616 was born its greatest villain.