gue mulai sadar, ternyata selama ini gue terlalu available. terlalu gampang di-reach, terlalu gampang bilang yes, terlalu gampang luluh. they literally only come around when they need something. meanwhile, pas gue yang butuh mereka, suddenly everyone's busy.
pertama, aku ga selingkuh.
kedua, jika aku mencintai, aku mencintai sepenuhnya.
ketiga, jika itu kamu, itu hanya kamu.
jadi, jika kamu kehilangan aku, itu salah kamu.
Lebih respect sama pasangan yang bilang "sabar ya sayang aku akan berubah pelan pelan demi hubungan kita, aku gamau nyakitin kamu dan aku juga butuh kamu untuk ngerubah ini semua, berjuang bareng bareng ya sayang".
Daripada pasangan yang berlindung kata "aku memang gini orangnya, kalo gasuka cari yang lain aja".
“nanti aku telepon ya, nanti aku kabari kalau sudah selesai” is a love language, bentuk rasa peduli dan menghargai terhadap pasangan, satu hal yang pasti, jangan pernah membuat seseorang yang kamu sayangi menunggu terlalu lama, apalagi hanya perihal sebuah kabar
“gimana hari ini?”
“makan yuk”
“aku anter ya”
“aku temenin ya”
“bosen ya? Yuk jalan”
“bentar lagi aku telfon ya”
“kalo udah sampai kabarin ya”
“hati-hati ya”
is a love languages.
Hal-hal yang terlihat seperti cinta :
1. Sleepcall.
2. Fast respon.
3. Long text.
4. Kirim makan/minuman.
5. Obsesi.
6. Kado dan uang.
Hal-hal yang sebenarnya cinta itu :
1. Respect.
2. Support.
3. Kepercayaan.
4. Validasi.
5. Komitmen.
6. Memaafkan.
7. Toleransi.
8. Komunikasi.
kesimpulannya setara yang aku maksud bukan tentang ekonomi atau latar belakang, tapi cinta dibalas kasih sayang, effort dibalas menghargai, dan khawatir dibalas peduli.