patut diakui, editor Bloomberg KEREN banget ngett ngett !!!!!
visualisasi perbandingan GDP beberapa negara di S.E.A tahun 2025 pake motif kain batik gini
ada juga visualisasi Pelemahan Nilai Rupiah juga pake pewayangan gini; ini kreatif banget.
Bloomberg tahu bagaimana bercerita tapi pendengar/audiensnya adalah masyarakat Global dengan identitas Universal.
Bahkan ketika berbicara tentang PILIHAN TAK SEHAT, dia menganalogikan ini semua dengan GORENGAN yang terlihat nikmat namun sesungguhnya unhealthy.
🙂
UPDATE: Tragedi Daycare Little Aresha, Jogja
- 13 tersangka: 1 kepala yayasan, 1 kepala sekolah, 11 pengasuh
- 30 orang diperiksa polisi: 25 pengasuh, 5 pejabat yayasan, 1 satpam
- 53 anak terverifikasi jadi korban kekerasan fisik, verbal, & penelantaran
- 103 anak pernah dititipkan
- Usia dedek bayi jadi korban mulai yang baru lahir sampai bawah 2 tahun 😭😭
- Ada satu kamar 3x3 meter diisi sampai 20 balita 🤯
Jahat bangeeett siihh!!! 🤬🤬
Ini kekerasan massal terhadap anak-anak yang belum bisa teriak sakit & minta tolong! cuma bisa nangiss 😭
Shock berat, kok bisa tempat penitipan anak jadi tempat penyiksaan gini? Astagaaaaa udah beroperasi 1 tahun lebih!
SEMUA PELAKU HARUS DIHUKUM BERAT!!!!
Ngobrolin Daycare di Jogja sama my partner yang jadi kepsek dan punya program daycare juga.
Serem bgt gila. Dan yang lebih serem lagi apa coba?
Emak2 lain yang ngata2in ibu korban dengan bilang,
- Makannya, punya anak diurusin sendiri, gausah kerja, gausah daycare2an
speechless...
jahat banget Daycare Little Aresha!
para guru di daycare mengikat kaki dan tangan anak anak, ditelanjangi sampai pulang, mulut dibekap.
kasus ini baru terkuak semalam saat penggerebekan oleh polisi.
@BNI harus belajar dari kasus @Citi menangangi Fraud
*Kisah Inong Malinda atau yg akrab dikenal sebagai Malinda Dee*
Malinda Dee menjabat sebagai Senior Relationship Manager di Citibank Cabang Landmark, Kuningan, Jakarta
karena posisinya yang tinggi dan masa kerja yang lama, ia memiliki kepercayaan penuh dari banyak nasabah kelas atas
advice ke sesama laki-laki:
upgrade skill, upgrade referensi, upgrade networking dan pertemanan, kurang2in nongkrong kalau tidak berfaedah, kurang2in gibah tidak produktif.
dulu saya fikir mindset itu cuma akal-akalan motivator aja karna kok dibahas mulu, tapi sekarang saya paham mindset itu penting sekali.
apa yg kita tonton, apa yg kita baca dan dengan siapa kita bergaul mempengaruhi cara pandang kita dalam hidup.
bahkan 1 kejadian yg sama bisa mendapatkan respon yg berbeda2.
saya selalu berusaha untuk berpikir bagaimana suatu kejadian bisa membuat saya bisa upgrade dan terus tumbuh.
buat temen2 yg masih berjuang apapun pekerjaannya, smg Allah mudahkan, lancarkan rezekinya, sehat2an keluarganya, dikuatkan pundaknya.
dunia itu kejam dan tidak adil. jadi yuk kita semangat :')
tapi kasus tumbler ini membuat gue sekali lagi mengingatkan untuk tidak membeli barang yang harganya ga bisa lu beli 3biji in a span of short time, karena kalo punya barang yang bagi standard lu sendiri 'mahal banget' it will lead to a tendency untuk menuhankan benda tsb
Anak lanang 12 tahun tiba-tiba tanya:
“Mom, would you rather be poor but happy or rich but sad?”
Ibune ngakak.
“Honestly? I’d rather be rich and sad"
"Why?"
Because sadness is solvable -- with access, with help, with mobility.
Money can buy therapy.
Money lets you travel, breathe, reset
Money brings you new networks, new perspectives, new families.
Money opens doors that sadness alone could never close.
Happiness tanpa resources itu potensial rapuh. Tapi resources tanpa happiness itu masalah yang bisa diselesaikan.
***
Habis njawab begitu, ibune mikir. Minggu pagi kok "filosofis" bener ngobrolnya 😆