alasan gw dulu berusaha banget buat kuliah di tempat terbaik adalah karena gw pengen living with the giants, ketemu, terbiasa, dan belajar dari orang-orang kayak mba fatimah ini.
cara ngomongnya ga tergesa-gesa, ga gampang kepancing emosi, dan tetap on the track ke substansi pembahasan. padahal lawan bicaranya jelas berusaha mainin psikologis dengan menunjukkan superioritas, terutama pas bilang, “jadi dek... saya pernah mahasiswa yang merasa paling benar.”
kalimat itu seolah-olah mau menempatkan lawan bicara sebagai orang yang harus tunduk, nurut, dan dianggap belum paham apa-apa hanya karena berhadapan dengan orang yang lebih tua.
AMPAS BENER SISTEMNYA
Gw dulu mau jadi staff pelen aja panjang bener tuh tahapan. Ujungnya mentok pula di medcheck.
ADA INI FAST TRACK JALUR TIMSES.
Di BUMN loh ini, milik negera, bukan milik bapak kau.
Panteslah susah bener ini negara majunyaaa.
gue 17 tahun jadi actor juga gabakal bisa kayaknya acting dengan muka setenang ini kalo denger ocehan lawan bicaranya gitu, pasti muka gue MERENGUTTTTT
Gue mau nampol kalian pakai kenyataan.
Dan gue jamin, kalian belum siap dihantam realita ini.
Apa yang Fatimah Azzahra lakuin baru-baru ini di TV nasional, dan wakil BEM yg dulu.
Gue cap sebagai:
Entertainment Politik.
Kritik yang seharusnya tajam, malah berakhir cuma jadi HIBURAN.
Jadi bahan trending semalam, panen impression dan engagement di Twitter, lalu besoknya orang lupa dan lanjut hidup seperti nggak ada apa-apa.
Kenapa bisa gitu? Gue bahas di sini.
bayangin ini jalur resmi masuk Pertamina lewat BPS tesnya puanjanggg dan soalnya susah gila. kalo lu ga pinter, cerdas, kritis, bahasa inggrisnya bagus, paham isu terkini terkait bidang yg didaftarin, dan lainnya ga bakalan mungkin lolos. tiba-tiba ada bocah 27 tahun jalur fast track timses jadi komisaris yg gajinya bisa nyentuh 200jt sebulan like what the hhhh..???
Ibu Desi sama Ibu Yuyun ini polos sekaliiiii.
Ngomong di depan kamera kalau dibayar 100 ribu.
Terus ke media nasional pula.
Ini koordinatornya gak briefing dulu gimana ngadepin media???
😂🤣😂🤣
Gw dah pelajari polanya, media baru akan memberitakan situasi terkini ketika demo sudah mulai rusuh, dan munculah narasi bahwa rakyat diadu domba dengan polisi!!!!
Kenapa demikian? Untuk mengubah fokus demo saat ini dan mengembangkan narasi Sipil VS Polisi
kadang suka tiba-tiba sedih keinget dulu gue pas masih sekolah even kuliah masih banyak perempuan yang kalo mau ganti pembalut di toilet, pembalutnya harus disembunyiin dulu di saku, padahal tetep keliatan juga 🥹