Update Demo Jakarta
Seorang peserta aksi diduga anggota Aliansi Cipayung Menggugat ditangkap dua orang berbaju preman yang diduga polisi, tepat di depan Gedung DPR/MPR.
Peserta aksi langsung marah besar ke polisi.
Penyebab penangkapan dan kondisi orang yang ditangkap masih belum diketahui.
Demo masih berlangsung hingga sekarang.
Dapur MBG udah kaya barak tentara, pake ditutup-tutup ngga boleh masuk atau ketemu siapa-siapa meskipun wartawan.
Sebuah SPPG diduga terafiliasi Dadan cs di satroni wartawan TV one
Orang klo yg punya prinsip yak..
Punya integritas & tidak ngragas ๐๐ป
Bedakan sm kepala BGN:
"Gua dr lahir Kaya"
Koh Ahok:
"Saya ga miskin2 amatlah"
Sama2 orang kayanya
Tp mental & karakter beda
& Siapa bilang klo dr lahir kaya ga doyan korupsi..
Noh banyak, koruptor itu dr lahir kaya ๐
Klo mau, 5 dapur jg mampu bikin koh Ahok.
Tp blio ga mau.. konsisten ๐๐ป๐
Seorang aktivis berinisial FO mengaku mengalami berbagai bentuk teror setelah aktif mengkritik sejumlah kebijakan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.
FO dikenal vokal menyoroti semakin luasnya keterlibatan TNI di ranah sipil. Mulai dari urusan pangan, birokrasi, hingga keamanan masyarakat yang selama ini menjadi domain institusi sipil.
Menurutnya, perluasan peran tersebut berpotensi mengaburkan batas antara fungsi pertahanan dan fungsi sipil yang telah ditegaskan sejak era reformasi.
Kini, setelah kritik-kritik itu disampaikan secara terbuka, FO mengaku justru menghadapi intimidasi dan tekanan. Kasus ini memunculkan pertanyaan yang lebih besar.
Apakah kritik terhadap kebijakan pertahanan dan militerisme masih mendapat ruang yang aman dalam demokrasi? Karena dalam negara demokratis, kritik seharusnya dijawab dengan argumentasi dan keterbukaan, bukan dengan teror terhadap pihak yang menyampaikan pendapat. Jika suara-suara kritis mulai merasa takut untuk berbicara, maka yang terancam bukan hanya seorang aktivis, tetapi juga kualitas demokrasi itu sendiri.
Sc: kementerian_kontroversi
๐น: fb/Baba Ali
@Opposisi6890 Luci juga siih... standard cara berpikirnya saya yakin adik2 mahasiswa lebih tinggi dibanding wapres yg kopong.
Signal bakalan dipecah belah perjuangan mahasiswa.
Budiman Sudjatmiko di UGM malam ini:
"Silakan kritik kami di sini, jangan di media sosial."
Lalu mahasiswa naik panggung.
Lalu Budiman menghilang.
Nusron & Sudaryono keluar , tapi pas ditanya
"Apakah kalian merasa bersalah?"
Mereka pergi juga.
Mahasiswa UGM sampai ngejar mobil pejabat di kampus sendiri , hanya untuk dapat satu jawaban.
Gak dapat.
Kedaulatan rakyat, lo bilang?
Malam ini di UGM, tiga pejabat dievakuasi kabur dari forum "Pancasila Pemersatu Bangsa" : dikejar mahasiswa yang cuma nanya soal tanah Papua dan ekonomi amburadul.
Mari kita bicara siapa mereka:
a. Nusron Wahid, Menteri ATR/BPN : Agustus 2025 viral bilang
"tanah itu milik negara, emang mbahmu bisa bikin tanah?"
lalu minta maaf, ngaku
"cuma bercanda, tidak sepantasnya disampaikan pejabat publik."
Tadi malam ditanya mahasiswa soal ratusan ribu hektare lahan Papua yang dialihfungsikan dan warga digusur , jawabnya:
"Ikut saya ke Papua, lihat langsung."
Menteri agraria, tapi jawab pertanyaan tanah kayak ngajakin wisata
b. Budiman Sudjatmiko, Kepala BP Taskin , eks Ketua PRD, dipenjara Orba 13 tahun karena lawan rezim, bebas lewat amnesti Gus Dur karena dianggap pejuang demokrasi.
Tahun 2023 gabung Prabowo , teman satu selnya sendiri, Petrus Hariyanto eks Sekjen PRD, bilang di YLBHI:
"Ia mengkhianati kami dan korban-korban pelanggaran HAM."
Empat hari lalu di Semarang, waktu mahasiswa nanya soal konsistensinya, jawabannya:
"Anda bukan siapa-siapa, silakan pergi."
Malam ini di UGM katanya mau dialog , terus dievakuasi ke pintu samping.
c. Sudaryono, Wamentan : mantan asisten pribadi Prabowo, dilantik Jokowi di penghujung jabatan, analis politik sebut pengangkatannya sebagai manuver mengamankan Pilgub Jateng.
Hadir di forum berlabel Pancasila , kabur naik mobil patwal.
Spanduk mahasiswa UGM malam ini berbunyi:
"UGM Menolak Pengkhianat Reformasi."
Tiga orang datang bicara Pancasila.
Tiga orang tidak bisa menjawab pertanyaan rakyat.
Pancasila pemersatu bangsa , atau sekadar tameng pejabat yang sama-sama takut ditagih?
Bukan hanya Nadiem Makariem, banyak ahli hukum mengatakan hal serupa.
Tuntutan Jaksa yang tidak masuk akal bukti keputusasaan Jaksa karena tidak mampu membuktikan kesalahan Nadiem Makariem. Tuntutan Jaksa yang tidak masuk akal merupakan strategi licik Jaksa agar hakim tidak memvonis bebas Nadiem Makariem.
Kacau kalau proses hukum dilatarbelakangi dendam.
Akhirnya semua tuduhan, dakwaan dan tuntutan tidak berdasar bukti, tapi berdasarkan dendam.