Congratulations to 🇮🇩 Rizki Firdaus (@rfrdaus_rizki), your 2026 Indonesia Premier Ball League Champion! 🇮🇩🏆 #PokemonACS
This is Rizki's first major achievement! 🥳
🆕 19 September 2026: it will be the first time ever that an official major VGC event is held in Indonesia! Let's hope it is the first of many!
🏆🇮🇩 This season's first event, the Indonesia Premier Ball League, awards Worlds invites!
📖 All info: https://t.co/7GLTpRGrkr
I UPDATED this Document so you can INSTANTLY see if a Team has public EVs!
Thanks to @pangas_vgc for this idea 😄
I also added a couple new teams that you can see with the Link Below ⏬
Pengemudi mana sih yg bakal kepikiran kalau orang nyebrang tuh bakal langsung balik badan pas tengah²?
Selambat lambatnya motor, kalau ngeliat beginian juga bakal linglung anjir
Here is my take on my first rendition of Incin Rilla Balance. I won’t be going to any Majors until Vegas which will be M-D so I plan on using some version of this team exclusively to get my local points out of the way.
Team breakdown below ⬇️
gue ASN kementerian. gaji + tunjangan sekitar 8 jutaan.
dari situ, biaya ojol PP + KRL ke kantor aja bisa habis sekitar 2 jutaan per bulan. laptop kerja pakai laptop pribadi. internet dan komunikasi juga sering pakai resource sendiri.
jadi pas dengar statement kalau ASN kerjanya cuma “absen, ngopi, pulang”, gue langsung mikir… kita ngomongin ASN yang sama gak sih? 😭
apalagi sejak efisiensi, pendampingan ke daerah banyak dialihkan lewat Zoom. review usulan satu-satu, koordinasi bisa berhari-hari. mata literally sampai jereng gara-gara kebanyakan Zoom 😭
kadang kuota pribadi juga kepakai karena jaringan kantor ya… bapuk.
belum lagi request pejabat yang datang tiba-tiba, bahkan di luar jam kantor. “harus sekarang?”, “malam ini?”, “besok pagi sudah harus ada.”
entah gimana caranya, kita dituntut harus always ready. 😭
bukan berarti semua ASN rajin dan produktif. obviously not.
kalau ada yang cuma absen terus ngopi, ya memang harus dievaluasi. tapi jangan satu stereotip dijadikan gambaran semua ASN.
busy belum tentu productive, gue setuju. tapi produktivitas juga gak bisa diukur cuma dari kelihatan duduk di kantor atau enggak.
banyak kerjaan birokrasi yang hasilnya memang gak langsung kelihatan.
dan kalau mau ngomongin “ASN dibiayai negara”, maybe sekalian apple to apple juga. bandingin beban kerja, gaji, tunjangan, fasilitas, sampai tuntutan responsibilitas ASN dengan anggota dewan.
sebagai pembanding, DPR sendiri pada September 2025 mengumumkan take-home pay anggota sekitar Rp65,6 juta per bulan.
sekian. 😭