Isaiah Volant grinned, reaching out for your hand, “𝗖𝗥𝗨𝗫𝗜𝗩𝗔𝗟 is calling, sweetheart—come sail away with me. The view only gets better, the further we drift.”
@XIVCaptCruise ㅤ️
𝐄𝐏𝐈𝐋𝐎𝐆
Sorak kemenangan perlahan mereda. Di antara puing pura dan es yang mencair, mereka duduk berjajar menikmati makanan hangat dalam diam—lelah, kusut, dan sedikit syok.
Tak ada pidato.
Hanya bunyi sendok, tatapan kosong, lalu tawa kecil yang pecah bergantian.
ㅤ
@CRUXIVAL ㅤ️
Di tengah reruntuhan, seluruh rombongan berdiri bersama menyaksikan sisa-sisa kutukan menghilang–gegap gempita dan sorak sorai perayaan menyusul beberapa detik selanjutnya kala mereka sadar bahwa perjuangan mereka telah berhasil.
Kutukan Pulau Navae telah dipatahkan.
ㅤ️
@CRUXIVAL ㅤ️
Salju berhenti turun.
Lapisan es yang menutupi Pulau Navae mulai pecah, memperlihatkan tanah dan tumbuhan tropis yang selama ini terkubur di bawahnya.
Kehangatan perlahan kembali memenuhi udara.
ㅤ️
ㅤ️
Artefak-artefak di sekeliling lingkaran pecah satu per satu. Ice Morthra membuka sayapnya untuk terakhir kali, sebelum seluruh energinya tersedot menuju Captain Vance.
Sang Kapten tersentak. Cahaya di tubuhnya mengembang liar, lalu meledak bersama roh di hadapannya.
BOOOM!
Ledakan besar mengguncang seluruh pura.
ㅤ️
ㅤ️
Ketika cahaya mereda, Ice Morthra telah lenyap menjadi serpihan kristal.
Kapten Vance pun tidak lagi terlihat.
Reruntuhan kuno itu mulai bergetar. Es yang menyelimuti dinding retak, lalu mencair menjadi aliran air yang turun di antara bebatuan.
Dari luar, suara angin perlahan melemah.
ㅤ️
ㅤ️
Artefak-artefak di sekeliling lingkaran pecah satu per satu. Ice Morthra membuka sayapnya untuk terakhir kali, sebelum seluruh energinya tersedot menuju Captain Vance.
Sang Kapten tersentak. Cahaya di tubuhnya mengembang liar, lalu meledak bersama roh di hadapannya.
BOOOM!
Ledakan besar mengguncang seluruh pura.
ㅤ️
ㅤ️
Cahaya kebiruan membanjiri tubuh Captain Vance. Guratan terang menjalar dari tangannya hingga leher dan wajah, sementara energi roh terus mengalir masuk.
Terlalu besar. Terlalu cepat.
Tangannya mulai gemetar, namun tongkatnya tetap terangkat. “Aku bisa mengendalikannya!!!!”
ㅤ️
ㅤ️
Cahaya kebiruan membanjiri tubuh Captain Vance. Guratan terang menjalar dari tangannya hingga leher dan wajah, sementara energi roh terus mengalir masuk.
Terlalu besar. Terlalu cepat.
Tangannya mulai gemetar, namun tongkatnya tetap terangkat. “Aku bisa mengendalikannya!!!!”
ㅤ️
ㅤ️
Ice Morthra menjerit. Energi yang mengikat tubuhnya mulai terlepas, membuat aliran menuju Captain Vance bergetar tak stabil.
“TIDAAAK!”
“You’re not leaving. You’re going to become mine!” Vance memaksa aliran energi itu kembali ke tubuhnya, senyum tipis terukir di wajahnya.
ㅤ️
ㅤ️
Ice Morthra menjerit. Energi yang mengikat tubuhnya mulai terlepas, membuat aliran menuju Captain Vance bergetar tak stabil.
“TIDAAAK!”
“You’re not leaving. You’re going to become mine!” Vance memaksa aliran energi itu kembali ke tubuhnya, senyum tipis terukir di wajahnya.
ㅤ️