People say reading is just a hobby. No babe. It’s a personality, a lifestyle, a coping mechanism, a love language and the only reason for my high standards.
Ada satu esai menarik dari Eka Kurniawan dan menjadi kegelisahan saya sebagai pembaca sastra terjemahan akhir-akhir ini.
Kecendrungan raksasa kapital penerbitan melihat buku atau sastra hanya sebagai produk industrial hanya akan menciptakan suatu formula produksi. Formula produksi sastra yg "sejenis".
Penerbit kapital besar yg menguasai distribusi dan percetakan akan menciptakan selera pembaca yg "sejenis" tanpa disadari oleh pembaca. Di sini pasar diciptakan, bukan cipta dipasarkan.
Semakin masif penerbit kapital menciptakan selera pembaca, semakin sedikit ruang untuk sastra alternatif. Keanekaragaman bacaan juga terancam jika industri hanya dikuasai bacaan sejenis.
Asian literature yg digadang-gadang penerbit Gramedia masuk ke dalam penerbit kapital yg menyeramgamkan selera pembaca. Asian Literature sungguh luas, berbeda dengan penerbit kapital lainnya, Mizan. Mizan masih menerbitkan sastra Asia dari beberapa negara tidak hanya Jepang dan Korea.
Jika menyangkut penerbit kapital yg memang fokus menerbitkan keanekaragaman sastra dunia, salah satunya adalah Penerbit Obor. Obor menerbitkan beberapa sastra dunia bahkan dari negara tetangga kita.
Frankenstein mengajukan satu pertanyaan sederhana: ketika manusia bisa mencipta kehidupan, apakah ia juga siap menanggung akibatnya?
📚 Frankenstein by Mary Shelly
Classic, Sci-fi
📍 Ipusnas
#silmembaca
jauh sebelum manusia berbicara tentang kecerdasan buatan spt AI, mary shelley sudah memperingatkan bahaya menciptakan sesuatu tanpa kesiapan etis.
🌟 4.2/5
Frankenstein mengajukan satu pertanyaan sederhana: ketika manusia bisa mencipta kehidupan, apakah ia juga siap menanggung akibatnya?
📚 Frankenstein by Mary Shelly
Classic, Sci-fi
📍 Ipusnas
#silmembaca
isu moral dalam ilmu pengetahuan rasanya masih relevan, bahkan di era pengembangan teknologi modern masa kini. hal ini yg menjadi kelebihan buku ini.
terlalu berambisi dalam pengembangan ilmu pengetahuan tanpa adanya batas moral dan tanggung jawab apakah baik???