Hari ini Eomma dimakamkan. Aku sebenarnya sedih, tapi aku cukup lega karena bisa melihat Appa sedikit bertenaga dibanding hari kemarin.
Aku juga berpikir untuk tinggal di rumah Appa sementara waktu. Tapi, Cookie bagaimana ya?
Ia tiba di depan pintu kediaman @amourevclous bersama keluarganya. “Kiara-chan, keluarlah,” sapanya dengan lembut; lengkap dengan kue kecil dan bunga di kedua tangannya.
Karena tidak ingin mendapatkan omelan dari Kiara, akhirnya Hanna buru-buru mampir ke sebuah toko kue di sudut Seoul yang untungnya belum tutup!
“이모님, maaf mengganggu padahal sudah waktunya tutup,” ujar Hanna dengan kikuk. Untungnya, sang penjaga toko kue hanya mengangguk.
Setelah mendapatkan kue dari toko kue dan bunga dari toko bunganya sendiri, akhirnya Hanna kembali ke apartemennya. Ia memastikan bahwa Jaehee—putrinya—sudah tertidur lelap.
Lantas, ia berteleportasi ke negara tetangga; Jepang. “Semoga belum terlambat,” gumamnya.
@chevaIieur 𝐋𝐈𝐍𝐄: Edmel
: Aku ingin travelling ke Wizarding World.
: Kemungkinan bulan depan.
: Dan, aku tidak punya Galleons.
: Boleh kupinjam darimu? Akan kubayar segera.
Dan mematikan layar ponsel sembari menunggu balasan.
Setelah berbincang dengan Akiara perihal rencananya untuk travelling ke Wizarding World, hal pertama yang dibutuhkan oleh Yoo Hanna adalah: Galleons. Sayangnya, wanita itu tidak memilikinya. Sengaja sudah bertahun-tahun ia tidak menyentuh dunia itu. Akhirnya, sudah tiba saatnya
@chevaIieur Hanna menggigit bibir bawahnya sembari mengetik balasan untuk dikirimkan kepada Edmund. Di dalam hati, ia berharap sang sahabat tak bertanya terlalu detail—karena bagaimanapun juga, ia tidak ingin situasi finansialnya menjadi sorotan utama dari konversasi mereka.
Ucapannya terhenti untuk beberapa sekon, “ … I will never come back. No,” ia menggelengkan kepalanya.
���Aku menghindari kementerian karena alasan itu, Ki-chan,” tukas Hanna.
( @amourevclous )
Seharusnya, Yoo Hanna dan putrinya hanya menginap satu malam di rumah @amourevclous. Namun, karena wanita itu merasa waktu untuk 𝒄𝒂𝒕𝒄𝒉 𝒖𝒑 bersama sahabatnya itu kurang sekali, maka ia memutuskan untuk memperpanjang satu malam lagi. Untungnya, baju yang dibawa cukup.
“Namun bagaimana caranya aku meninggalkan Jaehee di Seoul, ya? Maksudku, eomma mungkin bisa menjaganya. Tapi tetap saja, rasanya aku bisa gila kalau tidak melihatnya selama berhari-hari,” ujar Hanna.
“Atau mungkin saja berminggu-minggu, bertahun-tahun. Or worse …”
@amourevclous Usai menjelaskan secara singkat, ia menoleh kepada Kiara. “Menurutmu, haruskah aku mencari kerja di Wizarding World? Galleons jika ditukar ke uang manusia jumlahnya besar, ‘kan?” tanya Hanna.
@amourevclous “Aku …” keraguan kembali menyelinap di hati Hanna. Ia menggigit bibir bawahnya, “ … tidak memiliki banyak pemasukan dari toko bunga, Ki. Lagi pula, saingan semakin banyak dan mereka semua benar-benar kreatif. Aku mengurus semuanya hanya berdua dengan karyawanku seorang.”
@amourevclous ragu apakah ia harus menanyakan hal ini kepada Kiara atau tidak. Di sisi lain, Hanna membutuhkan pendapat.
“Kau tahu ‘kan, aku di Seoul memiliki toko bunga, Kiara?” Ia memulai dengan sebuah pertanyaan.
@amourevclous Hanna tahu Jaehee masih terlelap karena biasanya, bayi itu akan menangis apabila bangun tanpa kehadiran sang ibu. Ditambah, rumah Kiara termasuk lingkungan yang asing baginya.
“Oh,” ia menoleh pada sahabatnya dengan senyum yang canggung. Batinnya menimbang-nimbang,