@sigcknature kalau aku bukan duit, tapi harga diri๐ญ. pernah sekali ngelaundry di langganan terus engga sengaja kebawa 'pakaian dalam' sebiji. sama mereka engga ditaruh di susunan paling atas, tapi diselipin di antara baju-baju, jadi engga keliatan.
@SeekHustle@elzsq dulu pas masih ngekos di Jogja, mbah (ibunya bapak kos) selalu ngasihin mahasiswa yang ngekos daging kurban yang udah dimasak, beserta nasi kalau idul adha. buat anak kos lumayan banget sih ga perlu beli makan. btw beliau muhammadiyah. ๐ฅบ sehat-sehat mbah.
@maulasam menurutku kalo bahas revenue stream, itu KPI pegawainya radit. tapi, radit sendiri cerita, kalaupun pensiun nanti yang bikin dia senang itu tetap di podcast, artinya dia bakal tetap lakuin, walaupun udah ga menghasilkan lagi. karena menurutnya, pensiun itu melakukan hal bahagia.
@babyAsaa@tanyarlfes dari sudut penjual, tergantung. ada yang karena masih banyak, dia jadi jual rugi. jadi tergantung kondisi. "yang penting uang masuk daripada basi dan engga jadi uang.
@tanyakanrl tergantung. prinsipku kalau beli barang itu semaksimal-semaksimalnya harus <50% tabungan. apalagi kalau 100 juta itu termasuk: dana darurat, dana lain-lainnya. harus dikurangi dulu. baru deh dicari 50%
@tanyakanrl dana pendidikan saudara bukan tanggung jawab kamu, nder. keputusan kuliah di luar negeri itu bukan waktu satu malam nentuinnya. harusnya ortunya udah punya bayangan butuh dana apa aja, even sekecil uang buat beli pasta gigi sebelum anaknya berangkat.
@tanyarlfes yang gue bingungkan dari kejadian ini adalah: banyak yang akhirnya malah debat antara mana yang layak mati. apa laki-laki atau perempuan. maksud gue, emang ga bisa dicegah aja, daripada nentuin salah satu yang mati๐. lu semua kan yang di atas punya kebijakan.
@zahwaisl dulu, temen gue k pantai selatan di siang menjelang sore. sepanjang jln dia engga liat kuburan sm sekali, dia nyeletuk "orang sini meninggalnya dikubur d mana?" singkat cerita, pulangnya udh sore menjelang mlm. sepanjang jalan dia ketemu kuburan terus-terusan. bsknya lgsg sakit๐
@tanyakanrl "sudilah kiranya Anda berbagi informasi. hidangan dari gerai manakah yang kiranya mampu menggugah selera dan memberi sukacita pada sanubari Anda? hamba tertarik untuk mencicipinya, barang seteguk atau dua suap, sekadar untuk mengisi lambung yang sedang merindu"
ekspektasi sender
@AldhitamaR pernah kejadian yang sama, ortu beli nomor baru. terus gue save "mama baru" temen ngiranya bapak gue nikah lagi, pas temen engga sengaja liat notif di hp gue๐ญ
@StaplerClanker @magistrapta @jalmiburung yang paling menyedihkan adalah masyarakat sbg user disuruh lapor sendiri. bukan langsung penyedia jalannya. padahal fokus gue di sini AI dipake ya sama penyedia jalan. sekali jalan, satu orang, belasan km biarin teknologi yang buatin datanya. baru mrk siapin skema perbaikannya.
@fuzzy3303sf @magistrapta @jalmiburung ya ini mah di luar konteks teknologi, yang salah kalo gitu birokrasi๐. mau AI dipake buat isi bensin pun kalau stasiun pengisiannya curang mah rugi. posisi teknologi ya pangkas waktu, pangkas anggaran dari kegiatan berulang.
@tanyakanrl sebagian besar pas kuliah hp-nya iPhone. gue pake samsung. tapi, jujur pede-pede aja sih soalnya mereka kalo nanya tugas ke gue๐. kedengan ga nyambung, tapi intinya jangan taruh value elu di barang. kalaupun orang butuh ya bakal tetep ke elu๐ apapun yang lu punya.
@magistrapta @jalmiburung bahasa bayinya, kl manusia liat jalan rusak, buat pelaporan, data masuk. tapi, pake AI, 3 kegiatan itu bisa diringkas jadi satu waktu. secara cost, bisa kurangin biaya survey, kegiatan kantor (buat input dan olah data), jadi secara logika jauh lebih ringkas. efisien waktu tenaga
@liogtttscrp ada 3 hal soal uang: halal, cepat, dan banyak. lu cuma bisa pilih 2 dari 3 itu. pengen halal dan cepat, hasilnya dikit. pengen cepat dan banyak, uangnya haram. pengen halal dan banyak, waktunya lama.