Ada hot takes menarik dari pidato Pak Anies dan menjawab pertanyaan saya tentang “gimana cara survive di sistem yang jelek?”
PNS dan CPNS, apa kabar kalian? Masih kuat ga di rezim yg awikwok ini 👀
Jadi kata Pak Anies, bikin lah 3 jangkar supaya kita gak larut dalam sistem yg jelek
1. Jaga lingkar sahabat terdekat sebagai cermin. Kalo cermin ga ada kita kehilangan pengetauan tentang rupa kita sendiri.
2. Jaga waktu untuk membaca supaya tau dunia yg ada di luar kantor kita. Baca itu cara paling gampang dan murah buat “jalan-jalan”
3. Ingat alasan dulu masuk ke sistem itu karena apa. Tulis di kertas. Posisi bisa berubah tp prinsip hrs dipegang terus lintas waktu.
Semua solusinya emang personal. Tapi ya that’s the best we can do sambil berdoa semoga suatu saat semua sistem berjalan sesuai idealnya.
Ternyata kalau gue baca-baca, omongan Raditya Dika tentang 'gue gamau tau urusan orang lain dan gue gamau orang lain tau urusan gue’ adalah bentuk personal boundaries yang sehat. Salah satu alasannya adalah untuk menjaga kesehatan mental.
Penelitian ini menjelaskan bahwa menjaga privasi (tidak over-sharing dan tidak terlalu ikut campur urusan orang) memberikan manfaat psikologis besar yaitu mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan rasa otonomi, kontrol atas diri sendiri, memperkuat identitas diri, dan memperbaiki hubungan interpersonal.
Selain itu, adanya privasi juga membantu seseorang merasa aman secara emosional karena tidak ada tekanan untuk “perform” atau dibanding-bandingkan.
Penelitian lain mengatakan bahwa semakin sadar seseorang terhadap batas pribadinya, semakin tinggi juga kualitas hidupnya.
Dengan menjaga privasi dan batas pribadi, kita berusaha melindungi kesehatan mental, menghemat energi, dan hidup lebih damai.
Penelitian terutama pasca-pandemi dan era media sosial semakin menguatkan bahwa “minding your own business” adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga kesejahteraan jiwa di dunia yang hyper-connected ini.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
1. The Psychological Benefits of Keeping Your Life Private
pls guys cobain berteman atau at least kenalan sama siapa aja. bukan buat opportunity this and that tapi buat kenal diri mu sendiri dan tentunya silaturahmi.
kenalan sama banyak orang tuh bikin kita tau kita nyaman dengan lingkungan yg kayak gmn, apa yg bisa ditoleransi dan enggak, berhadapan dengan org kayak gmn yang bikin nguras energi, mana yg bikin recharge dan jdnya bisa belajar menempatkan diri di manapun berada. plus, bisa lebih menerima perbedaan.
tapi juga harus diiringi dengan punya level prioritas dan selektivitas, mana yang bisa dijadiin temen, mana yg cukup jadi "kenalan".
When you feel your mental health is going bad again, try random things. Clean your room, take a walk with no destination, enjoy your favorite ice cream flavor or just ghost everyone. Sometimes, the smallest things can help you feel like yourself again.