اَلصَّبْرُ حِيلَةٌ مَنْ لَا حِيلَةَ لَهُ
(As shobru hiilatun man laa hiilata lahu)
Sabar adalah jalan keluar bagi orang yang tidak memiliki jalan keluar.
La haula wala quwwata illa billah
KEHILANGAN 1 JAM TIDUR membutuhkan hingga 4 HARI untuk pemulihan
Kalian pernah gak ngerasa “ah cuma kurang tidur 1 jam, santai lah”?
Ternyata penelitian menyebutkan efeknya gak sesantai itu!
Ini semacam tamparan gue pribadi juga sih saat menjalani kehidupan sebagai PPDS ini.
Jadi gue baru nemu penelitian yang bikin mikir ulang soal pola tidur yang intinya adalah kehilangan 1 jam tidur aja bisa bikin tubuh butuh sampai 4 hari buat pulih penuh.
Penelitian kecil ini melibatkan 15 laki-laki dewasa muda dan dilihat pola tidurnya dengan hasil yang cukup membuat kaget yaitu:
1 jam hutang tidur, ternyata butuh tidur durasi optimal (7–9 jam) selama 4 hari berturut-turut buat bener-bener tubuh bisa balik normal.
Ini konteksnya juga termasuk pemulihan metabolisme tubuh yang terganggu akibat kurang tidur.
Hutang tidur itu bisa mengganggu irama sirkadian, yang akhirnya ngaruh ke risiko penyakit metabolik, jantung, dan pembuluh darah.
Jadi kalau lagi kurang tidur, jangan berharap pulih hanya dengan satu malam ‘balas dendam tidur’. tapi butuh 4 hari tidur malam dengan durasi cukup.
Jaga tubuh kalian baik-bak ya!
Pernyataan keras dari Feri Amsari: jika negara gagal mengungkap pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus, maka negara bisa dianggap bagian dari kejahatan itu sendiri.
WARISAN KEILMUAN SEORANG Al-ATTAS
Syed Muhammad Naquib al-Attas adalah intelektual Muslim terkemuka yang mewariskan konsep "Islamisasi Ilmu Pengetahuan",
Gagasan Ta'dib (pendidikan berbasis adab), dan Islamic Worldview. Beliau mendirikan ISTAC, menghasilkan lebih 30 karya, serta memecahkan teka-teki sejarah Melayu-Islam.
Berikut adalah rincian warisan pemikiran dan kontribusi Naquib al-Attas:
1. Islamisasi Ilmu Pengetahuan (Dewesternization of Knowledge): Konsep ini bertujuan membebaskan ilmu pengetahuan dari pengaruh sekuler, budaya, dan mitologis Barat, serta mengembalikannya pada kerangka tauhid.
2. Konsep Pendidikan Islam (Ta'dib): Al-Attas mendefinisikan pendidikan sebagai penanaman adab (ta'dib), bukan sekadar pengajaran (ta'lim) atau pengasuhan (tarbiyah), guna membentuk manusia beradab yang mengenali tempat Tuhan dan makhluk.
3. Pandangan Alam Islam (Islamic Worldview): Visi tentang realitas dan kebenaran yang bersumber dari wahyu, mendasari seluruh peradaban Islam.
4. Pendirian ISTAC: Mendirikan International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC) pada 1991 sebagai pusat pemikiran peradaban Islam dengan desain arsitektur yang ikonik.
5. Karya Sastra dan Sejarah Melayu: Menegaskan peran Hamzah Fansuri, meneliti manuskrip Melayu tertua, dan memecahkan misteri prasasti Terengganu.
5. Karya Monumental: Menulis lebih dari 30 buku, termasuk Islam and Secularism, Prolegomena to the Metaphysics of Islam, dan The Concept of Education in Islam
6. Di Indonesia, ada INSISTS - Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations. Sudah jelas lembaga ini adalah kepanjangan ide dari seorang Nuqaib.
Bagi para pengikutnya, Nuqaib layaknya suluh. Menerangi setiap langkah kita agar tidak silau akan permadani dunia. Ia memadukan islamic worldview agar sudut pandang kita tidak keliru. Tak sekedar itu, beliau juga mengingatkan kepada kita semua tidak perlu memandang Barat hebat secara berlebihan, apalagi Islam sampai minder.
Akhir kata, begitu banyak warisan yang dapat kita terima, untuk kita lanjutkan. Khazanah Intelektual Islam yang beliau kenalkan tidak akan berhenti. Ada begitu banyak murid²nya yang siap mengenalkan kepada penerus peradaban.
Selamat beristirahat Prof Nuqaib Al-Lattas. Kepergianmu adalah satu takdir atas ketetapanNya.
Dahulu, kecemasan berlebihan, kehilangan semangat hidup & perasaan hampa dipahami secara religius, yaitu kurang iman, kurang bersyukur, atau lemah mental. Namun kini, istilahnya adalah anxiety disorder, depresi mayor, atau burnout.
Ulasan Riyadi Oyad:
https://t.co/MI5Cx8xL73
Khamenei, Chip, dan Pengkhianatan
Teheran mendadak sunyi. Langit di atas Alborz tampak abu-abu. Kabar itu berhembus lewat pesan singkat yang terenkripsi. Ali Khamenei, Sang Rahbar, telah tiada.
Kematiannya bukan karena usia. Bukan pula karena sakit yang lama diidapnya. Ia takluk oleh sesuatu yang tak terlihat.
Semuanya bermula dari teknologi. Sangat canggih. Hampir tidak masuk akal. Iran merasa sudah sangat aman. Mereka menggunakan sistem pertahanan siber berlapis. Tapi ada satu celah: ketergantungan.
Banyak perangkat keras di jantung pemerintahan justru buatan Amerika. Ironis.
Teheran membeli perangkat itu lewat jalur gelap. Lewat pihak ketiga di Dubai dan Turki. Mereka pikir itu aman. Ternyata tidak. Chip di dalam server utama punya "pintu belakang". Istilah teknisnya hardware backdoor. Pembuatnya di Silicon Valley tahu persis cara membukanya.
Peretasan itu berjalan halus. Seperti mentega di atas roti panas. Protokol keamanan lumpuh seketika. Radar tidak menangkap apa pun. Kamera pengawas di kompleks kediaman mendadak freeze. Gambar yang muncul hanya rekaman sejam lalu. Di balik layar, sebuah operasi presisi sedang berlangsung.
Tapi teknologi saja tidak cukup. Harus ada orang dalam. Di sinilah letak dramanya. Pengkhianatan terjadi di lingkaran elit. Beberapa pejabat tinggi merasa masa depan Iran buntu. Mereka butuh perubahan. Atau mungkin, mereka butuh pengampunan dari sanksi internasional.
Para pembelot ini memberi koordinat. Mereka mematikan sistem sensor manual. Tanpa mereka, teknologi secanggih apa pun akan sulit menembus bunker beton.
Pengkhianatan ini bersifat sistemik. Dilakukan oleh mereka yang selama ini berdiri paling dekat dengan kursi kekuasaan.
Kondisi ekonomi Iran juga mendukung. Rakyat sudah lelah. Inflasi menggila. Harga roti melonjak lima kali lipat. Rial tidak lebih berharga dari kertas bekas. Moral aparat di titik terendah. Gaji mereka tidak cukup untuk makan sebulan. Loyalitas pun luntur.
Uang bisa membeli segalanya di Teheran saat ini. Termasuk informasi rahasia. Ekonomi yang hancur membuat benteng pertahanan keropos dari dalam. Orang lebih takut lapar daripada takut pada ideologi. Itulah celah terbesar yang dimanfaatkan pihak lawan.
Operasi itu berakhir cepat. Tanpa ledakan besar. Hanya satu serangan titik yang sangat akurat. Teknologi AI memandu proyektil menembus jendela yang tepat. Sang Rahbar jatuh di atas permadani Isfahan miliknya. Sebuah era besar di Timur Tengah resmi terkubur.
Dunia kini menahan napas. Iran sedang di persimpangan. Antara bangkit dengan wajah baru atau tenggelam dalam kekacauan. Sejarah baru saja ditulis dengan tinta yang sangat mahal. Gabungan antara chip Amerika, pengkhianatan elit, dan perut rakyat yang lapar.
Gua mulai rutin tidur malam minimal 7 jam bukan karena pengen produktif, tapi supaya gak marah-marah
Setelah baca satu systematic review dan meta-analysis di Sleep Medicine Reviews yang menganalisis 60 penelitian, gua baru paham bahwa kurang tidur punya hubungan kuat dengan kecenderungan marah dan perilaku agresif.
Pada beberapa studi eksperimental, orang yang sengaja dibatasi tidurnya 4–6 jam per malam menunjukkan peningkatan amarah, impulsivitas, dan reaktivitas emosi. Bukan karena mereka “orangnya pemarah”, melainkan karena otaknya lagi capek.
Kondisi kurang tidur bikin hormon stres meningkat, regulasi emosi terganggu, dan bagian otak yang tugasnya ngerem emosi jadi kurang optimal
Jadi kalian masih mau kurang tidur?
إن القلوب تموت وتحيا؛ فإذا هي ماتت فاحمِلُوها على الفرائض، فإذا هي أُحْيِيَتْ فأدبوها بالتطوع
Sejatinya hati bisa mati dan hidup, apabila hati itu mati, maka bawalah ia pada amalan² wajib, dan apabila hati itu telah dihidup, maka didiklah dg amalan² sunnah.
-Hasan al-Bashri
TRT World’s exclusive documentary “Breaking from Zionism: Jewish Voices for Justice” exposes how Zionist ideology has been deeply ingrained in Israeli society, using fear to maintain control.
Discover the powerful stories of those who have dared to break free, challenge the narrative and stand for truth and justice
Islam akan hilang pada 4 situasi: ketika umat tidak mengerjakan apa yang mereka ketahui, mengerjakan apa yang mereka tidak ketahui, tidak belajar hal yang mereka tidak ketahui, dan memghalangi orang lain dari mencari ilmu ~ Siyar A’alam Annubala
*KRONOLOGI SEJARAH PALESTINA*
(tulisan ini pernah dimuat di Majalah Suara Hidayatullah, tahun 1996 – maaf belum diupdate)
oleh Fahmi Amhar
*Palestina Tanah Yang (Pernah) Dijanjikan*
2000 SM – 1500 SM: Ibrahim as. melahirkan Ismail as. (Bapak bangsa Arab) dan Ishak as. Ishak melahirkan Ya’kub as. alias Israel. Ya’kub punya anak Yusuf as, yang ketika kecil dibuang oleh saudaranya, namun belakangan menjadi bendahara kerajaan Mesir. Ketika dilanda paceklik, Ya’kub as. sekeluarga atas undangan Yusuf berimigrasi ke Mesir. Populasi anak keturunan Israel (bani Israel atau bangsa Israel) membesar.
1550 SM – 1200 SM: Politik di Mesir berubah. Bani Israel dianggap problem, dan akhirnya oleh Fir’aun statusnya diubah menjadi budak.
1200 SM – 1100 SM: Musa as. memimpin bangsa Israel meninggalkan Mesir, mengembara di padang Sinai menuju tanah yang dijanjikan, bila mereka taat kepada Allah. Namun saat mereka diperintah memasuki Filistin (Palestina), mereka membandel dan mengatakan:
_“Hai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya, selagi ada orang-orang yang gagah perkasa di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Rabbmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja”. (QS. 5:24)_
Akibatnya mereka dikutuk dan hanya berputar-putar saja di sekitar Palestina. Belakangan agama Musa as disebut “Yahudi” – menurut nama salah satu marga Israel yang paling banyak berketurunan, yakni Yehuda, dan bani Israel -tanpa memandang warga negara atau tanah air- disebut juga orang-orang Yahudi.
1000 SM – 922 SM: Daud as. mengalahkan Goliath dari Filistin. Palestina berhasil direbut. Daud dijadikan raja. Wilayah kerajaannya membentang dari tepi Nil hingga Efrat di Iraq. Sekarang ini Yahudi tetap memimpikan kembali kebesaran Israel raya Raja Daud. Bendera Israel adalah dua garis biru (Nil dan Efrat) dan bintang Daud. Daud diteruskan Sulaiman as. Masjidil Aqsha dibangun.
922 SM – 800 SM: Sepeninggal Sulaiman Israel dilanda perang saudara yang berlarut, hingga kerajaan tersebut terbelah dua: utara bernama Israel beribukota Samaria dan selatan bernama Yehuda beribukota Yerusalem.
800 SM – 600 SM: Karena kerajaan Israel sudah terlalu durhaka kepada Allah swt. maka kerajaan itu dihancurkan lewat tangan kerajaan Asyiria.
_Sesungguhnya Kami telah mengambil perjanjian dari Bani Israel, dan telah Kami utus kepada mereka rasul-rasul. Tetapi setiap datang seorang rasul kepada mereka dengan membawa apa yang tidak diingini hawa nafsu mereka, maka sebagian rasul-rasul itu mereka dustakan atau mereka bunuh. (QS. 5:70)_
Hal ini juga bisa dibaca di Bible: Kitab Raja-raja ke-I 14:15, dan Kitab Raja-raja ke-II 17:18.
600 SM – 500 SM: Kerajaan Yehuda dihancurkan lewat tangan Nebukadnezar dari Babylonia. Dalam Bible Kitab Raja-raja ke-II 23:27 dinyatakan bahwa mereka tidak mempunyai hak lagi atas Yerusalem. Mereka diusir dari Yerusalem dan dipenjara di Babylonia.
500 SM – 400 SM: Cyrus Persia meruntuhkan Babylonia dan mengijinkan bani Israel kembali ke Yerusalem.
330 SM – 322 SM: Israel diduduki Alexander Agung dari Macedonia (Yunani). Ia melakukan Hellenisasi terhadap bangsa-bangsa taklukannya. Bahasa Yunani menjadi bahasa resmi Israel, sehingga nantinya Injil pun ditulis dalam bahasa Yunani, dan bukan dalam bahasa Ibrani.
300 SM – 190 SM: Yunani dikalahkan Romawi. Maka Palestina pun dikuasai imperium Romawi.
1 – 100: Nabi Isa as. (Yesus) lahir, kemudian menjadi pemimpin gerakan melawan penguasa Romawi. Namun selain dianggap subversi oleh penguasa Romawi (dengan ancaman hukuman tertinggi yaitu disalib), ajaran Yesus sendiri ditolak oleh para rabi Yahudi. Namun setelah Isa tiada, bangsa Yahudi memberontak terhadap Romawi.