manifesting
one day, aku akan jadi istri beruntung itu yang punya suami pulang ga mabuk, ga merokok, ga main judol, ga gila perempuan, pekerja keras, ga kasar, sayang keluarga.
Tiba-tiba keinget kata Habib Jafar:
“Yang tidak sampai ke kita, tidak perlu dicari tau.
Yang sampai dari mulut orang lain, tidak perlu dipercaya.
Dan yang sampai langsung dari orangnya, dimaafkan.”
Btw, aku pernah dikasih tips sama psikologku dulu pas konsul.
Intinya gini, kalo idup mau ‘lebih’ bahagia dan rejeki lancar.
Coba deh lo lakuin ini:
- jangan dendam ke orang. Namanya manusia pasti ada aja kan cekcok sama temen dll? Tp coba deh, selesein masalah itu, dan jangan ada dendam. Klo temenmu gengsi minta maaf duluan, kalian sja dulu yg minta maaf. Urusan dia maafin/ngga, itu urusan dia dah. Yg pntg hatimu damai udh minta maaf dll.
- jangan pelit sama diri sendiri, selagi halal dan ngga dilarang agama, yowes turutin aja wl wl mu itu. Rejeki mah pasti ada aja kok.
- jangan negatif thinking ke org.
Org lain ngapain, udh bukan urusan kita.
- sering2 maafin diri sendiri, dan nerima apa adanya. Selagi udh berusaha, gapapa serahin hasilnya ke Allah. Klo belum sesuai keinginan? Gapapa, bisa dicoba lagi. Maafin diri sendiri jg klo misal kita sering gagal, jgn berlarut2.
Ada lagi?
hidup cuma sekali.
so it's okay kalau kita pernah salah.
salah pilih, salah percaya, salah langkah, it's part of learning.
asalkan you learn and move forward, that's already brave. that's how you take responsibility for your life.
cantik banget kalimat ini :
"rezeki itu ngga pernah salah alamat, rezeki itu gaakan tertukar. bahkan, sebutir nasi yang kamu makan hari ini, sudah ditulis menjadi milikmu sejak benihnya ditanam."
jadi jangan sampai kita iri dengan rezeki orang lain. remember, what's yours, will always finds it's ways, always.