disamping Spanyol yg main bagus gila, superior & lini tengah yg dominasi parah malem itu, Argen ini tiba2 keilangan karakter mainnya yg ngotot, agresif, determinasi tinggi jir.
kayak, setuju bgt Spanyol konsistensi nya tinggi bgt sepanjang gelaran wc. tp Argen yg sblmnya kmn jir
SEPAK BOLA AKAN SELALU MENARIK DENGAN BUMBU-BUMBUNYA, KONTROVERSINYA, EMOSINYA DLL
REKAP PERJALANAN TIMNAS ARGENTINA DI PIALA DUNIA 2026
Matchday 1 Vs Algeria
Sangat menikmati, Messi Hattrick. Bulan Madu Piala Dunia dimulai. ๐
Matchday 2 Vs Austria
Sengit, Messi gagal penalti tapi happynya ga kurang sama sekali.
Matchday 3 Vs Jordan
Lapis kedua, Lo Celso Menggila dan akhir dari fase grup yang indah dengan gol freekick Messi.
32 Besar
Vs Cape Verde
Awal keajaiban-keajaiban.
Bukan match mudah 120 menit dan hiburan yang mendebarkan.
16 Besar
Vs Mesir
Tampak kalah semangat, dan hampir putus asa, tapi bak roller coster dan menang dramatis. Deg-degannya super kerasa.
8 Besar
Vs Swiss
Partai Berat, Alot, dan lagi-lagi fans Argentina dibuat untuk tidak lelah untuk percaya pada tim ini.
4 Besar
Vs Inggris
Pasrah dan ikhlas pulang,
Keajaiban datang dan memukul mundur "orgasme" banyak orang.
Mengapa??
Tuchel datang diremehkan banyak orang.
Tetiba ngebawa Inggris sampe semi final.
Dan ketika harapan itu didepan mata, dapat hadiah dari Enzo dan Lautaro.
Mental Argentina berbicara tapi banyak yang DENIAL.
๐๐
FINAL
VS SPANYOL
Argentina vs Everybody ๐๐
Fans Spanyol, Prancis, Portugal, INGGRIS dkk
Seluruh Dunia berharap Argentina kalah.
Hasilnya???
Spanyol menggila dan Argentina kehilangan arah di final.
ANTI KLIMAKS
Sebagai Fans Argentina
sedih? JELAS, kecewa? JELAS.
Tapi Spanyol memang superior di malam itu.
Persetan dengan teori konspirasi dll.
HANYA ALAT ENGAGEMENT mereka yang cari IMPRESI
๐๐๐
DIRTY FOOTBALL
adalah hal biasa dalam sepak bola.
Bagian dari taktik atau respon pemain di lapangan.
Lepas kontrol juga adalah hal yang wajar bagi seorang pemain bola. Apalagi dengan tensi pertandingan terutama FINAL PIALA DUNIA.
Apapun kalah dalam final adalah merasa jadi PECUNDANG.
MOLINA, PAREDES, OTAMENDI, ENZO BAHKAN AYALA adalah wajah sepak bola Argentina yang menggebu.
SALAH? IYA, TAPI SUDAH JADI CULTURE ASLINYA.
Ketika mereka selesai pertandingan mereka semua mengaku salah dan semua hal itu terjadi karena tensi, pride dll yang kadang bisa bikin akal sehat hilang.
Ga usah judgment macem-macem kita sudah sering melihat pemain-pemain top hilang control dan itu wajar, bagian dari sepak bola.
Dewa Bola seperti MARADONA ZIDANE dan pemain-pemain top pernah melakukannya.
CANTONA, ROONEY, PEPE, dan banyak lagi pemain yang lepas kontrol emosi pernah menghiasi headline sepak bola.
BUKAN SEBUAH PEMBENARAN, TAPI HANYA MENGINGATKAN SEPAK BOLA MENARIK ITU KARENA BANYAK BUMBU-BUMBUNYA, KONTROVERSINYA DLL.
SEKIAN ๐๐
Waktunya nggak lama lagi, Messi bakal ninggalin sepak bola.
Di MetLife Stadium, New Jersey, Messi jalan pelan menuju podium runner up. Bahunya sedikit membungkuk, matanya berkaca kaca saat medali perak digantung di lehernya.
Spanyol baru saja menang 1-0 lewat gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu. Argentina gagal pertahankan gelar. Tapi bagi jutaan orang yang nonton, malam itu bukan tentang kekalahan. Malam itu adalah tentang akhir sebuah era.
Messi berusia 39 tahun. Rambutnya sudah mulai memutih di pelipis, langkahnya nggak secepat dulu, tapi matanya masih sama. Penuh api, penuh cinta untuk sepakbola. Sepanjang turnamen cetak delapan gol, kasih assist krusial, dan bawa Argentina yang sempat terseok hingga final. Messi main kayak umur 29 tahun, bukan 39. Tapi usia nggak pernah bohong. Tubuhnya lelah, dan sepak bola tak lagi beri ruang untuk keajaiban selamanya.
Kita ingat Qatar 2022. Malam itu Messi mengangkat trofi yang selama 36 tahun tak pernah diraih Argentina. Air mata bahagia mengalir deras.
โSaya sudah lengkap,โ katanya saat itu.
Tapi Tuhan memberinya satu babak lagi. Satu kesempatan terakhir untuk menari di panggung terbesar. "The Last Tango", begitu ia tulis di postingan sebelum final. Tango terakhir. Dan meski berakhir dengan nada sedih, tango itu tetap indah kok.
Bayangkan seorang anak kecil dari Rosario yang dulu menderita kekurangan hormon pertumbuhan, kini berdiri di final Piala Dunia untuk ketiga kalinya.
Lihat wajah para pemain Spanyol saat membuat guard of honour. Ada rasa hormat di mata mereka. Mereka tahu, mereka baru saja mengalahkan legenda hidup, panutan mereka sendiri.
Nggak lama lagi, Messi bakal ninggalin sepak bola. Mungkin beberapa bulan lagi di Inter Miami, mungkin satu atau dua pertandingan persahabatan terakhir dengan Argentina. Lalu lampu stadion akan padam untuknya. Nggak ada lagi momen ankara messi yang bikin bek lawan mati kutu. Nggak ada lagi senyuman malu malu saat ia mengangkat trofi.
Yang tersisa adalah warisan yang nggak bisa dihapus. Bukan hanya rekor gol, assist, atau Ballon dโOr. Tapi Messi ngajarin kita bahwa bakat saja tak cukup. Dibutuhkan hati yang besar, ketahanan yang luar biasa, dan cinta yang tak pernah pudar.
Untuk Leo, terima kasih. Terima kasih telah membuat jutaan anak di seluruh dunia percaya bahwa mimpi bisa diwujudkan meski berkekurangan dan tantangannya besar.
Kau bukan runner up malam ini, Leo. Kau adalah pemenang seumur hidup.
Sekarang, istirahat yang pantas. Dunia sepak bola akan terus berputar, tapi tak akan pernah sama lagi tanpamu.
@unmagnetism hasil perjuangan 3 kali kalah di final major trophy final wc 2014, final copa america 2015, 2016 sampe ngumumin mau pensiun dan cuma juara 3 di 2019 ๐ญ goddamn bro
@FaktaSepakbola bahkan di prime era nya mbappe haaland aja masih ada bapak2 39 thn. definisi di setiap masa, ada era nya. di setiap era, ada messi nya๐