10 Tahun Jd Buruh Tani, 7 Tahun Jd Tukang Sandwich, Lalu Pecahkan Soal yang Gak Terpecahkan 150 Tahun
Bayangin lulusan PhD Purdue, tapi kerjanya bikin sandwich di Subway selama 7 tahun. Bukan cerita gagal. Ini cerita org yg gak pernah berhenti, sampe akhirnya di umur 58 tahun, dia bikin sejarah matematika dunia.
1955: Yitang Zhang lahir di Shanghai. Umur 9 tahun dia udah nemuin sendiri pembuktian teorema Pythagoras, tanpa diajarin siapa pun.
1966-1976: Revolusi Kebudayaan bikin sekolah ditutup. Bapaknya bermasalah sama partai, jadi Zhang dikirim ke desa, jadi buruh tani 10 tahun. Gak ada sekolah, gak ada guru. Dia cuma baca buku matematika kalau nemu di ladang.
1978: Revolusi berakhir, dia ikut ujian masuk universitas dan keterima di Peking University, salah satu jurusan matematika paling kompetitif di Cina.
1985: Lulus S1 dan S2, dapet beasiswa full dari Purdue University, AS, atas rekomendasi langsung rektor Peking University.
1991: Selesai PhD di Purdue. Tapi hubungan sama pembimbingnya rusak parah, gak dapet surat rekomendasi. Pasar kerja akademik langsung tertutup buatnya.
1992-1999: Hidup susah. Jadi akuntan, kerja kurir, bahkan tidur di mobil pas gak ada kerjaan. Temennya buka restoran Subway di Kentucky, Zhang kerja jadi tukang sandwich dan pegang buku kas, selama 7 tahun.
1999: Diterima jadi dosen (lecturer, posisi terendah) di University of New Hampshire. Gak ada funding riset, gak ada mahasiswa bimbingan. Dia ngajar kalkulus ke mahasiswa S1, sisanya dipake buat riset sendirian.
2012: Saat berkunjung ke rumah temen di Colorado, dia nemu titik terang buat masalah yang udah dia kerjain bertahun-tahun, soal jarak terbatas antar bilangan prima (bounded gap problem), turunan dari Twin Prime Conjecture yang udah 150 tahun gak terpecahkan.
April 2013: Dia kirim papernya ke Annals of Mathematics, jurnal matematika paling prestisius di dunia. Biasanya review berbulan-bulan sampe tahunan.
2013: Cuma 3 minggu, papernya diterima. Isinya: ada tak terhingga banyak pasangan bilangan prima dengan jarak kurang dari 70 juta. Pertama kalinya dalam sejarah hal ini terbukti.
2013-2014: Di umur 58, dia dapet MacArthur Fellowship, Cole Prize, Rolf Schock Prize, dan jadi profesor penuh di UC Santa Barbara. Dari tukang sandwich jadi salah satu matematikawan paling dihormati di dunia.
Cara akses jurnal yang terkunci
1. Buka Google Chrome, cari jurnal yang kamu inginkan (di ScienceDirect, IEEE, dll.).
2. Salin (Copy) DOI jurnal tersebut. (Contoh DOI: 10.1016/j.memsci.2026...).
3. Buka Tab Baru, lalu masuk ke situs sci-hub
4. Tempel (Paste) DOI tadi ke kolom pencarian Sci-Hub, lalu tekan Enter atau klik Open.
5. Download PDF jurnal yang sudah terbuka lewat ikon panah di pojok kanan atas.
100 Intellectual Pursuits Every Mind Should Explore Before They Die:
1. Study basic philosophy
2. Learn formal logic
3. Study ancient Greek history
4. Read all Shakespeare plays
5. Learn basic economics
6. Study world history
7. Read Darwin's Evolution theory
8. Study the Roman Empire
9. Learn basic astronomy
10. Read Plato's Republic
11. Study the French Revolution
12. Learn basic psychology
13. Read Freud's key works
14. Study World War 1
15. Study World War 2
16. Learn basic mathematics
17. Study the human brain
18. Read Marx's Communist Manifesto
19. Learn basic coding
20. Study climate change science
21. Read Newton's Principia
22. Study the Renaissance period
23. Learn basic chemistry
24. Study ancient Egypt
25. Read Einstein's relativity theory
26. Study the Cold War
27. Learn a new language
28. Study basic law
29. Read Aristotle's works
30. Study the Ottoman Empire
31. Learn basic biology
32. Study the Industrial Revolution
33. Read Nietzsche's works
34. Study ancient China
35. Learn basic physics
36. Study the American Revolution
37. Read Dostoevsky's major works
38. Study ancient India
39. Learn basic sociology
40. Study the Islamic Golden Age
41. Read Tolstoy's major works
42. Study ancient Greece
43. Learn basic geography
44. Study the British Empire
45. Read Kant's major works
46. Study the Space Race
47. Learn basic medicine
48. Study ancient Rome
49. Read Hemingway's major works
50. Study the Civil Rights Movement
51. Learn basic nutrition science
52. Study the Mongol Empire
53. Read Homer's Iliad and Odyssey
54. Study the Byzantine Empire
55. Learn basic statistics
56. Study the Viking Age
57. Read Dante's Divine Comedy
58. Study the Ming Dynasty
59. Learn basic anthropology
60. Study the Age of Exploration
61. Read Kafka's major works
62. Study the Persian Empire
63. Learn basic neuroscience
64. Study the Mughal Empire
65. Read Orwell's major works
66. Study the Russian Revolution
67. Learn basic genetics
68. Study the Crusades
69. Read Dickens's major works
70. Study the Mexican Revolution
71. Learn basic ecology
72. Study the Aztec civilization
73. Read Voltaire's major works
74. Study the Inca civilization
75. Learn basic architecture
76. Study the Maya civilization
77. Read Rousseau's major works
78. Study the Silk Road history
79. Learn basic art history
80. Study the African empires
81. Read Camus's major works
82. Study the Japanese Empire
83. Learn basic music theory
84. Study the Korean War
85. Read Sartre's major works
86. Study the Vietnam War
87. Learn basic data science
88. Study the Arab Spring
89. Read Confucius's Analects
90. Study the Holocaust history
91. Learn basic quantum physics
92. Study the Cuban Missile Crisis
93. Read Marcus Aurelius's Meditations
94. Study the Israeli-Palestinian conflict
95. Learn basic artificial intelligence
96. Study the future of humanity
97. Read Machiavelli's The Prince
98. Study the American Civil War
99. Learn basic environmental science
100. Study the rise of modern democracy
Perbedaan Plh., Plt., Pjs., dan Pj ada pada konteks.
- Plh. menjalankan tugas harian pejabat yang berhalangan sementara.
- Plt. menjalankan tugas pejabat yang berhalangan tetap.
- Pjs. khusus menjalankan tugas kepala daerah yang cuti sementara, misalnya saat kampanye.
- Pj mengisi kekosongan sampai pejabat definitif terpilih.
Perhatikan, ada perbedaan antara "pejabat" dan "penjabat".
Tanaman ini naik kasta.
Ga ada kerabat di Korea, ga ada saudara di Cina. Dia tanaman gulma, tapi disebut ginseng.
Namanya Talinum paniculatum atau ginseng Jawa.
Di marketplace ada yang jual Rp 35rb per pot. Masuk daftar herbal. Dibikin teh karena akarnya dipercaya membantu stamina tubuh. Padahal ini tanaman pekarangan.
Kadang nasib ga ada yang tahu 😜
Ada yang sudah membuktikan hasiatnya ?
🙌
percaya atau ngga, kadang rezeki dateng bukan karena kamu kerja 24/7, bukan karena kamu always fight tanpa henti, tapi karena vibesmu positif aja. kamu bisa ikhlas nerima hidup apa adanya, no drama, no dendam, dan doa-doa baik yang kamu panjatkan. dan semesta tuh peka banget, energi kaya gitu selalu dibalikin dalam bentuk yang lebih besar 🤍✨
Ilmuwan mengusulkan tiga cara untuk membuat gurun menjadi hijau kembali.
Pertama, dengan modifikasi cuaca. Panel surya dan turbin angin dipasang menutupo 20% lahan gurun.
Kedua, memanen air dari udara, dan ketiga, dengan desalinasi.
Apa saja tantangannya?
Sekarang udah nggak butuh bayar Grammarly, Canva Pro, Notion AI, Copy ai, dan ChatGPT Plus yang totalnya Rp1,38 juta per bulan.
Claude bisa replace semua itu 100% gratis!
Gua kasih Prompt yang langsung bisa kalian pakai.
Jangan lupa di-save🧵
Sekarang Gw mau coba campaign pakai tag #Belajarsahamgratis untuk belajar saham itu bisa dari sumber2 gratis yg punya kualitas bagus,
gw mau kumpulin sumber2 gratis dari chanel yt,stream sb dll yg pernah gw pake buat bahan bacaan di thread ini
Semoga bermanfaat
Keracunan MBG di Indonesia Tahun 2026 :
08/01/26 di Semarang (75)
09/01/26 di Grobogan (803)
10/01/26 di Mojokerto (411)
12/01/26 di Majene (61)
12/01/26 di Wonogiri (206)
13/01/26 di Pekalongan (15)
13/01/26 di Siak, Riau (21)
17/01/26 di Lombok Tengah (38)
20/01/26 di Tulungagung (123)
20/01/26 di Kulon Progo (104)
21/01/26 di Magelang (80)
22/01/26 di Tulungagung (15)
23/01/26 di Aceh Timur (19)
23/01/26 di Tulungagung
23/01/26 di Gunungkidul (57)
26/01/26 di Tomohon (181)
27/01/26 di Cianjur (300)
27/01/26 di Tuban (14)
28/01/26 di Sukabumi (19)
28/01/26 di Buol, Sulteng (141)
28/01/26 di Kudus (600)
29/01/26 di Manggarai Barat, NTT (132)
29/01/26 di Pinrang (8)
30/01/26 di Grobogan (8)
30/01/26 di Muaro Jambi (150)
30/01/26 di Palembang (4)
02/02/26 di Surabaya (27)
04/02/26 di Dharmasraya (183)
05/02/26 di Jember (112)
05/02/26 di Ketapang (417)
05/02/26 di Palangka Raya (16)
05/02/26 di Singkawang (56)
06/02/26 di Wonosobo (26)
09/02/26 di Pati (22)
09/02/26 di Sidikalang (180)
09/02/26 di Ogan Komering Ilir (15)
10/02/26 di Tulungagung (24)
10/02/26 di Sidikalang (78)
11/02/26 di Penajam Paser Utara (25)
11/02/26 di Lombok Utara (30)
11/02/26 di Singkil (35)
11/02/26 di Manggarai, NTT (42 ibu hamil)
11/02/26 di Manggarai, NTT (131 siswa)
11/02/26 di Malang (7)
13/02/26 di Bandar Lampung (247)
14/02/26 di Polewali (16)
14/02/26 di Ngawi (67)
23/02/26 di Tegal (3)
24/02/26 di Tulang Bawang (33)
24/02/26 di Nias Selatan (60)
25/02/26 di Cimahi (43)
26/02/26 di Bireuen (140)
27/02/26 di Pasie Raja, Aceh Selatan (18)
27/02/26 di Sukadana, Lampung Timur (11)
01/03/26 di Banggai Kepulauan (12)
03/03/26 di Ngada, NTT (balita dan bumil)
03/03/26 di Timor Tengah Utara, NTT (7)
05/03/26 di Jombang (31)
06/03/26 di Sukabumi (47)
11/03/26 di Nabire (7)
12/03/26 di Pemalang (1)
31/03/26 di Enrekang (17)
02/04/26 di Jakarta Timur (72)
04/04/26 di Bima (27)
07/04/26 di Kalikotes, Klaten (81)
07/04/26 di Nganjuk (3)
08/04/26 di Bogor (106)
08/04/26 di Klaten Utara (70)
08/04/26 di Pundong, Bantul (19)
08/04/26 di Tasikmalaya (114)
08/04/26 di Banten (100)
09/04/26 di Jambi (3 guru)
09/04/26 di Mojokerto (79)
09/04/26 di Pacitan (139)
10/04/26 di Praya Tengah (11)
13/04/26 di Jetis, Bantul (80)
15/04/26 di Anambas, Kepri (155)
15/04/26 di Bojonegoro (17)
16/04/26 di Madiun (18)
16/04/26 di Cilegon (49)
16/04/26 di Karawang (46)
17/04/26 di Cianjur (134)
18/04/26 di Grobogan (34)
18/04/26 di Demak (187)
20/04/26 di Cilegon (9)
20/04/26 di Bangkalan
21/04/26 di Rembang (22)
22/04/26 di Sampang (19)
22/04/26 di Cilegon (11)
22/04/26 di Kediri (73)
22/04/26 di Lampung (147 siswa, 25 guru)
23/04/26 di Jeneponto (20)
23/04/26 di Bengkulu (8)
23/04/26 di Kubu Raya, Pontianak (6)
23/04/26 di Amuntai (61)
24/04/26 di Lombok Timur (51)
27/04/26 di Kediri (5)
27/04/26 di Bandar Lampung (112)
28/04/26 di Deli Serdang (12)
28/04/26 di Klaten (584)
29/04/26 di Cilacap (29)
29/04/26 di Tangerang (33)
29/04/26 di Batam/MAN Insan Cendikia
29/04/26 di Batam/SMKN 3
29/04/26 di Timor Tengah Selatan (47)
30/04/26 di Sumba Tengah, NTT (37)
Guys, ada satu analogi yang dilontarkan tim Bocor Alus Politik dari Tempo tentang strategi Prabowo menghadapi Hari Buruh 1 Mei kemarin dan menurut gue ini adalah analogi paling tepat yang pernah gue dengar untuk menggambarkan apa yang sebenarnya terjadi:
"Kaki kiri gatal, yang digaruk kaki kanan."
Masalahnya ekonomi.
Yang diselesaikan:
bagi-bagi kekuasaan ke tokoh buruh. Bukan memperbaiki ekonominya.
Dan dari situ bocoran demi bocoran mengalir tentang apa yang sebenarnya terjadi di balik layar menjelang Mayday.
Jumhur Hidayat Menteri Lingkungan Hidup yang masuk lewat pintu belakang reshuffle:
Reshuffle Senin kemarin melantik Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup.
Tapi cerita di baliknya jauh lebih panjang dan jauh lebih berliku dari yang kelihatan di permukaan.
Keinginan Prabowo untuk memasukkan representasi tokoh buruh ke kabinet sebenarnya sudah ada sejak pembentukan kabinet 2024 setahun setengah yang lalu.
Awalnya ada dua nama:
Jumhur Hidayat dari KSPSI, dan Andi Gani Nena Wea dari SPSI.
Andi Gani ditawari dua pos kementerian termasuk Ketenagakerjaan.
Tapi mencopot menteri dari PKS untuk memberi posisi ke Andi Gani berisiko mengguncang koalisi.
Akhirnya Andi Gani sendiri menolak dia lebih nyaman mendukung dari luar kabinet sambil menjabat staf ahli Kapolri.
Tinggal Jumhur. Dan namanya baru benar-benar kencang setelah ada satu momen yang sangat menarik:
Prabowo video call langsung dengan Jumhur.
Melalui HP siapa?
Melalui siapa lagi kalau bukan Tedy Indrawijaya yang selalu ada di sisi Prabowo.
Video call itu membicarakan persiapan Mayday. Dan di situlah Prabowo meminang Jumhur jadi menteri.
Siapa yang mendorong Jumhur masuk dan ini yang paling menarik:
Ada dua nama yang disebut sebagai pintu masuk Jumhur.
Pertama, Rocky Gerung dari diskusi Prabowo dengan Rocky muncullah nama Jumhur.
Kedua, Sufmi Dasco Ahmad — Ketua Harian Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR.
Dan ada satu detail yang sangat khas Prabowo: ketika meminang Jumhur menjadi menteri, pesan yang disampaikan Prabowo hanya satu kalimat:
"Kalau jadi menteri jangan korupsi.
Hanya itu. Satu kalimat.
Sebelum dilantik Jumhur juga diminta menandatangani fakta integritas dengan dua poin: jangan korupsi dan loyal kepada presiden.
Yang bikin Jumhur jadi Menlu bukan Menhub ada politik di baliknya:
Ini yang menarik dan tidak banyak dibahas. Awalnya Jumhur diperkirakan akan masuk ke pos ekonomi atau perhubungan karena lebih relevan dengan background-nya di dunia buruh dan industri.
Tapi di menit-menit terakhir sebelum dilantik — bahkan malam sebelum pelantikan masih ada dua opsi: Menteri Perhubungan atau Menteri Lingkungan Hidup. Jumhur baru tahu posisinya beberapa jam sebelum dilantik di istana.
Kenapa akhirnya Lingkungan Hidup? Karena pos ini bersinggungan dengan Satgas Penertiban Kawasan Hutan yang dipimpin Menhan Sjafrie Sjamsoeddin.
Dan Dasco orang yang mendorong Jumhur masuk selama ini berada di kubu yang berbeda dengan Sjafrie.
Jadi ada nuansa power struggle di sini: dengan menempatkan Jumhur di Kementerian Lingkungan Hidup,
ada blok kekuatan yang bisa mengimbangi dominasi Sjafrie di Satgas PKH karena Kementerian Lingkungan Hidup punya peran menghitung kerugian negara akibat pembalakan hutan liar dan pelanggaran AMDAL.
Bahkan beberapa politikus Gerindra sendiri mengaku resah: masalah ekonomi yang perlu diatasi, tapi yang dilantik justru Menteri Lingkungan Hidup baru. Salah resep.
Di balik Mayday lobi-lobi yang tidak terlihat publik:
Ini bagian yang paling substansial dan paling mengungkap cara kerja kekuasaan.
Said Iqbal dari KSPI awalnya sudah menyiapkan aksi di GBK dan DPR bukan di Monas. Alasannya jelas: Monas adalah fiesta atau seremonial yang tidak menyampaikan aspirasi substantif.
Ada pembagian door prize, ada presiden hadir, ada selebrasi tapi tidak ada ruang untuk menyampaikan tuntutan nyata.
Beberapa hari sebelum Mayday — Said Iqbal ditemui oleh seorang pimpinan DPR dan wakil menteri di sebuah restoran di Senayan. Pesan yang disampaikan:
Presiden tidak berkenan ada demo-demo terpisah. Ada kekhawatiran aksi bisa ditunggangi oleh pihak yang ingin memicu kerusuhan seperti yang terjadi di demo Agustus 2025.
Said Iqbal tidak langsung setuju. Dia mengajukan satu syarat: pertemuan langsung dengan Presiden Prabowo.
Pertemuan itu terjadi. Prabowo membuka dengan narasi pentingnya guyub bersama membangun bangsa.
Said Iqbal menyampaikan tuntutan: revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan, perbaikan sistem outsourcing, penanganan PHK akibat melemahnya industri.
Prabowo menyanggupi termasuk janji revisi UU Ketenagakerjaan sebelum Oktober 2026.
Dan akhirnya Said Iqbal memindahkan aksi KSPI ke Monas.
Yang tidak bisa dilobi dan ini yang paling kritis:
Tidak semua kelompok buruh bisa didekati dengan cara itu.
Aliansi Gebrak Gerakan Buruh Bersama Rakyat tetap menggelar aksi di DPR.
Bukan hanya buruh industri yang bergabung tapi juga serikat pekerja media, mahasiswa, dan berbagai elemen sipil lainnya.
Mereka tidak mau ke Monas. Alasannya sangat jelas: persoalan real yang dihadapi buruh di lapangan outsourcing, upah, PHK pabrik tutup belum ada perbaikan nyata di era Prabowo.
Ditambah kekhawatiran tentang menguatnya militerisme dan represi terhadap kelompok sipil.
Mereka juga mengaku banyak hambatan logistik menyewa bus untuk aksi pun sulit.
Dan panitia Mayday Fiesta di Monas sempat menelepon mereka untuk bergabung ke Monas.
Tidak berhasil.
Gula-gula yang disiapkan Prabowo untuk Mayday:
Prabowo menyiapkan 200.000 kaos yang desainnya disetujui langsung olehnya sampai detail tulisannya.
Diresmikannya Museum Marsinah di Jawa Timur juga dijadwalkan di momentum Mayday awalnya 2 Mei tapi digeser karena bertabrakan dengan Hari Pendidikan Nasional.
Strategi yang sangat terencana: berikan simbol, berikan representasi, berikan jabatan supaya gejolak tidak meledak.
Analisis yang paling pedas dari Tempo dan gue setuju sepenuhnya:
Tempo menyebutnya dengan sangat lugas: Prabowo salah resep.
Masalahnya adalah ekonomi yang lesu. Rupiah di atas Rp17.000. Industri tertekan. PHK meluas. Daya beli turun.
Solusi yang benar: evaluasi program-program yang memboroskan anggaran MBG yang Rp335 triliun setahun, Kopdes Merah Putih yang belum jelas efektivitasnya.
Solusi yang dipilih Prabowo: beri jabatan menteri ke tokoh buruh, buat fiesta di Monas, cetak 200.000 kaos, resmikan museum.
Masalah ekonomi bukan diselesaikan dengan memperbaiki ekonominya tapi dengan memberikan kue kekuasaan kepada kelompok yang akan protes karena ekonomi buruk.
Dan yang paling mengkhawatirkan: beberapa politikus Gerindra sendiri sudah resah dengan logika ini.
Mayday 2026 bukan sekadar peringatan hari buruh. Ini adalah cerminan dari cara pemerintahan Prabowo mengelola ketidakpuasan: bukan dengan solusi substantif, tapi dengan kombinasi lobi, simbolisme, dan bagi-bagi kekuasaan.
Untuk sebagian kelompok buruh itu cukup untuk memindahkan mereka dari DPR ke Monas. Untuk sebagian lainnya tidak ada jumlah kaos atau jabatan menteri yang bisa menggantikan perbaikan nyata di lapangan.
Dan selama akar masalahnya ekonomi yang lesu, fiskal yang tertekan, program yang boros tidak ditangani secara serius, Mayday berikutnya akan datang dengan tekanan yang lebih besar.
Agar bisa lahir, lo membutuhkan:
2 orang tua
4 kakek-nenek
8 buyut
16 kakek-nenek buyut kedua
32 kakek-nenek buyut ketiga
64 kakek-nenek buyut keempat
128 kakek-nenek buyut kelima
256 kakek-nenek buyut keenam
512 kakek-nenek buyut ketujuh
1.024 kakek-nenek buyut kedelapan
2.048 kakek-nenek buyut kesembilan
Agar lo bisa lahir hari ini dari 12 generasi sebelumnya, lo harus membutuhkan total 4.094 leluhur selama 400 tahun terakhir.
Coba Pikirin sejenak:
Berapa banyak perjuangan?
Berapa banyak pertempuran?
Berapa banyak kesulitan?
Berapa banyak kesedihan?
Berapa banyak kebahagiaan?
Berapa banyak kisah cinta?
Berapa banyak ungkapan harapan untuk masa depan?
Yang harus dilalui leluhur lo agar lo bisa ada di saat ini...
By analyzing satellite observations of Java Island, Indonesia, researchers found that sinking land will drive up to 85% of relative sea-level rise along Java's coast by 2050, outpacing the effects of global ocean rise. @Leonardgeol@UCIPhysSci@uciess https://t.co/o8KHb9Pqwh
Ubah Lahan Terbatas Jadi Kolam Nila Produktif dengan Sistem RAS
📹 : @/beni_erwan via Instagram
Ternak ikan nila tidak selalu butuh lahan berhektar-hektar. Keterbatasan lahan bisa diubah menjadi kolam produktif skala rumahan dengan sistem RAS (Recirculating Aquaculture System).
Selain solusi pangan mandiri, sistem ini punya potensi ekonomi yang menjanjikan. Ini jadi pengingat kalau kemandirian pangan selalu dapat dimulai dari halaman rumah sendiri.
Saya pernah ketemu petani di Lampung, dia bilang “cukup lihat warna dan ukuran daun singkong untuk tahu kondisi tanahnya, tak perlu alat canggih”
Ilmu ini ada sejak ratusan tahun. Tidak diajarkan di sekolah.
Ini cara bacanya 👇🧵
Surat dari Ananda Muhammad Rafif Arsya Maulidi, siswa kelas XI SMK NU Miftahul Falah Kudus kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yg meminta jatah MBG miliknya dia dialihkan untuk kesejahteraan gurunya.
Potret generasi emas Indonesia yg cerdas akalnya dan lembut hatinya. Kiranya Allah swt menjaganya.
Source: Kang Iman @zanatul_91 Guru Sejarah, Kepala Bidang Advokasi Guru P2G.
Satu kunci kesuksesan industri China adalah pemusnahan preman.
Pada 1983, Deng Xiaoping menurunkan tentara untuk membantai habis overpopulasi preman di kota-kota China.
1.7 juta preman ditangkap.
Tujuannya bukan konsolidasi preman seperti Petrus. Tapi pemusnahan.
Populasi preman terlalu banyak sehingga wajar dimusnahkan. Yang diburu dan ditumpas bukan segelintir preman saja seperti Petrus, melainkan semuanya. Semua preman adalah musuh negara, sehingga ditumpas secara militer.
Dalam skala raksasa, populasi preman se-China ditandai, diburu, ditangkap, dijejalkan ke dalam truk-truk tentara, dibawa pergi, dan mereka tidak pernah terlihat lagi. Preman yang melawan mati dibantai.
Posko dan markas-markas preman dan mafia triad dikepung dan dikosongkan pasukan tentara.
Ketua-ketua organisasi preman kabur diseret ke luar dan ditembak mati oleh tentara. Tubuh mayat mereka bergelimpangan berlubang-lubang di jalan seperti anjing.
Memang, sudah sepatutnya sampah masyarakat menjijikkan diperlakukan sebagai literal sampah dan benda mati, bukannya malah disanjung oleh pejabat tinggi negara.
Nama programnya adalah Strike Hard Campaign. Kebijakan perburuan manusia ini diterapkan Deng Xiaoping di negara China selama 3 tahun.
Kota-kota dan pemukiman China pun berangsur damai, bersih, dan kondusif untuk pertumbuhan perdagangan dan pabrik.
Misal Shanghai sekarang sudah sangat bersih dan beradab. Jauh sekali dari reputasinya dulu sebagai tempat kumuh sarang gerombolan triad dan mafia di film-film kung fu zaman dahulu.
Hari ini China adalah negara industri manufaktur no. 1 di dunia.
---
Kalau disesuaikan dengan rasio jumlah populasi, hari ini Indonesia seharusnya mulai menangkap dan memusnahkan sedikitnya 350.000 orang preman. Mulai dari bos-bos tingginya dulu, atau dari sektor low hanging fruit seperti Pelabuhan Tanjung Priok.
Pembasmian preman oleh Deng Xiaoping ini dilanjutkan oleh pembasmian preman berseragam oleh Xi Jinping. 4 juta pejabat pemerintah korup ditangkap. Puluhan perwira tinggi militer boomer korup ditangkap dan tentara PLA dirombak habis agar profesional.
This plant figured out how to cheat death 400 million years before humans existed. We're still reverse-engineering the trick.
The Rose of Jericho loses 95% of its water content, dries into a ball that looks completely dead, detaches from its own roots, and tumbleweeds across the Chihuahuan Desert until it finds moisture. Then it rehydrates in hours, turns green, and resumes photosynthesis like nothing happened.
The mechanism is wild. As water evaporates, the plant floods its cells with trehalose, a crystallized sugar that physically replaces every water molecule propping up the cell membranes and proteins. Millions of microscopic molecular scaffolds holding the entire cellular architecture in suspended animation. The cells don't die. They vitrify. The plant essentially turns itself to glass at the molecular level, freezing its own biology in place until water dissolves the sugar crystals and everything restarts.
The lineage that produced this plant, the lycophytes, diverged from all other vascular plants over 400 million years ago. Fossils assignable to the modern genus span 300+ million years. These things survived the Permian extinction, the asteroid that killed the dinosaurs, and every ice age in between. They predate flowers, seeds, and fruit by hundreds of millions of years. They reproduce with spores.
Here's where it gets interesting for anyone outside botany. The pharmaceutical industry figured out that trehalose, the same sugar this plant produces, is one of the best stabilizers ever discovered for fragile biological molecules. Vaccines, monoclonal antibodies, protein-based cancer drugs. Companies now freeze-dry these with trehalose so they can ship at room temperature instead of requiring cold chains. The trehalose market is approaching $1 billion.
A desert plant that sells for $10 on Amazon invented the preservation technology that the pharmaceutical industry spent decades trying to figure out. 400 million years of R&D, zero venture funding.
A post reposted by Japan’s Finance Minister Katayama.
Japan’s major oil company ENEOS has succeeded for the first time in producing synthetic fuel (e-fuel) — made without using petroleum — from CO₂ in the air and water at its facility in Yokohama.
The demonstration plant’s current production scale is still very small at 1 barrel per day (roughly the size of one drum), but the company aims to scale it up to 10,000 barrels per day by 2040.
Although it is still at the experimental stage, this is drawing attention as a new fuel that could reduce dependence on petroleum.
In the timeline we’re currently living in, the move away from oil appears to be beginning at the same time as the move away from the US dollar.