@kevinsebast_ Di LinkedIn kok. Sampe dinego pun 2 digit ga sampe. Makanya ga ambil.
Trus gue tanya beberapa org, ternyata beberapa temen juga ngalamin. Mungkin emang beberapa company nyari org indo untuk kerja remote biar bs bayar lebih murah. Cuma emang bukan bidang tech ya.
@fznrramadhan @LambeSahamjja Ya kan emang ga disubsidi dan harga minyak naik kak. Salahinnya perang yg bikin harga minyak naik, bukan pemerintahnya. Wkwk.
@catonlythoughts@xxtdkhmr@naiserule@asteriskta69364 Ga ada yg nyerang atau meremehkan skill lu. Tapi cerita yg lu tulis, seolah2 ada seorang data analis yg ga tau kalo ternyata kerjaan data analis harus ngasih insight dari data yg dikasih.
@catonlythoughts@xxtdkhmr@naiserule@asteriskta69364 Kalo lu bilang story telling harus mulai dari nol, cerita yg lu bikin juga ga mulai dari nol bang. Lu udah masuk ke perusahaan luar negeri sebagai data analis. Kalo dari nol, lu baru mau coba masuk sebagai data analis.
Lu cek deh, banyak komen negatif konten lu.
@catonlythoughts@xxtdkhmr@naiserule@asteriskta69364 Ya salahnya cerita lu dimulai dari udah kerja sbg data analis di luar negeri (nunjukkin lu punya exp). Trus lu merasa udah maksimal, tapi baru ngeh tugas data analis yg bener.
Jadi aneh, kerja di perusahaan bagus, tapi di alur cerita lu, lu belom paham tugas data analis.
@catonlythoughts@naiserule@asteriskta69364 Sbg orang yg bukan data analis aja gue bingung dan muncul pertanyaan yg sama kayak bro di atas. Wkwk.
Sebagai konten mungkin bisa mancing engagement, tp untuk org yg nyari Data analis, atau untuk para data analis sendiri, statement TS aneh banget. ๐
@cryptoluck33@ikhsanirfansyah Ya bukan sepenuhnya gagal. Ga ada negara yg transumnya sampe ke pelosok desa. Bahkan kalo di Indonesia ada sampe ke pelosok, orang akan tetap ada yg pilih naik motor/mobil, karena 1 ongkos, sementara naik transum dikali jumlah orang.