Kenapa korban kecelakaan kereta Argo Bromo dan KRL Commuter Line di Bekasi Timur dikasih cairan infus selama evakuasi? Jadi gini
Waktu evakuasi korban terjepit, ada resiko crush syndrome yang terjadi karena otot yang tertekan dalam durasi yang lama, sel otot rusak dan zat sisa metabolisme (kalium, mioglobin, asam, dan fosfat) โbocorโ ke dalam pembuluh darah.
Tapi waktu korban masih terjepit, zat sisa ini masih terbendung sebagian di tempat korban terjepit
Setelah tekanan dilepaskan, zat sisa metabolisme tadi bisa tiba-tiba mengalir ke sirkulasi. Endingnya bisa menyebabkan henti jantung akibat kelebihan kalium, syok karena mediator inflamasi, rabdomiolisis, dan kerusakan ginjal.
Cairan IV/infus NaCl sebelum pelepasan tekanan bisa bantu mengencerkan zat sisa metabolisme berbahaya tadi dan meningkatkan produksi urine supaya lebih mudah dibuang. Mengurangi risiko korban tiba-tiba memburuk atau henti jantung setelah berhasil dievakuasi.
Turut berduka cita untuk seluruh korban, semoga proses evakuasi dan penanganan dapat berjalan lancar.
#ODOP#onedayoneprophet
Kita sering salah paham soal satu hal:
Nabi Ya'qub as. punya anak favorit.
Dan itu bukan dosa parenting.
Itu justru pelajaran parenting terbaik
yang pernah ada.
โโโ
Yusuf as. jelas lebih dicintai
dibanding saudara-saudaranya.
Saudara-saudaranya pun tahu itu.
Bahkan mereka cemburu karenanya.
Tapi perhatikan apa yang dilakukan
Nabi Ya'qub as.:
Ketika Yusuf as. menceritakan mimpinya,
Tentang semesta yang sujud kepadanya,
Nabi Ya'qub as. tidak memujanya
di depan saudara-saudaranya.
Ia justru berbisik:
"Jangan ceritakan ini kepada mereka."
(QS. Yusuf: 5)
Ia tahu anaknya istimewa.
Tapi ia juga tahu
cara salah memperlihatkan itu
bisa menghancurkan segalanya.
โโโ
Lalu Yusuf as. hilang.
Kakak-kakaknya pulang
dengan baju berlumuran darah palsu.
Apa reaksi Nabi Ya'qub as.?
Tidak memukul. Tidak berteriak.
Tidak mengusir.
Ia hanya berkata:
"Kesabaran yang baik itulah kesabaranku."
(QS. Yusuf: 18)
Dan ia menangis.
Sampai matanya memutih.
(QS. Yusuf: 84)
Ia tidak menyembunyikan dukanya.
Tapi ia juga tidak menghukum
anak-anaknya dalam keadaan marah.
โโโ
Ini yang jarang dibahas:
Setelah semua itu,
Nabi Ya'qub as. tetap mendoakan
anak-anak yang menyakitinya.
"Aku akan memohonkan ampun bagimu
kepada Tuhanku."
(QS. Yusuf: 98)
Bukan kutukan.
Bukan "dasar anak durhaka."
Doa.
โโโ
Dan di akhir hidupnya,
satu hal yang ia pastikan:
Ia tanya anak-anaknya,
"Apa yang kalian sembah sepeninggalku?"
Bukan hartanya.
Bukan warisannya.
Bukan bisnis keluarganya.
Tauhid.
Itu satu-satunya yang ia wariskan
di detik-detik terakhirnya.
(QS. Al-Baqarah: 132-133)
โโโ
Pertanyaannya:
Kebanyakan orang tua hari ini
lebih fokus mewariskan apa?
Harta, nama keluarga, atau aqidah?
Bagaimana menurut kamu parenting nabi Ya'qub as.?
@tanyarlfes Big NO jadi istri kedua ya nder!!! Lu gblg amat klo smpe mau. Kenapa gue bilang goblog klo smpe lu jadi istri kedua gaada namanya nikah sah secara hukum nder. Pernikahan lu sama tu org bkal lemah hukum, lu gabisa nuntut kewajiban dia A, B, C semisal amit", lu punya anak OMG NO ๐ฅฒ