@adrianoqalbi Enggak. Nada membaca enggak bisa sepenuhnya dikembalikan ke pembaca. Setiap kalimat punya nuansa, setiap kata membawa konotasi. Sebagai contoh, meski maknanya sama, "ngejilat penguasa" dan "mengabdi ke penguasa" beda nuansanya.
Yang menarik dari final dun dun pildun semalam adalah gelombang dukungan terhadap spanyol yang tiba-tiba membludak. Banyak dari mereka bahkan tidak menganggap spanyol sebagai tim kuat sejak awal karena materi pemain yang "kalah mewah". Halah halah
kalo masih blm sanggup pindah negara, harusnya udah paham negara kita punya nilai-nilai dan budaya sendiri yg kt junjung dr dulu smp skg itu gmn. ya terima aja. jgn terlalu apa apa dibarat-baratin. kl mau kebarat-baratan, ya pindah aja
@PerempuanWaos Kalo kata seorang penulis, kita perlu membongkar beban makna yang melekat pada kata sastra. Konsep sastra sebagai teks yang adiluhung tidak lagi relevan. Dan ini masuk akal juga. Novel A dan novel B bisa kita sebut cerita cinta, tapi apakah keduanya sama-sama bagus itu soal lain.
Indonesian authorities used online disinformation campaigns to brand activists and journalists as "foreign agents" and silence dissent, sometimes leading to physical threats, Amnesty International said. https://t.co/sFoBm6AbMx
Ini tu enggak menunjukkan bagaimana kementerian dan pejabat berlaku ABS. Bukan. Ini tu menunjukkan kalau sejak awal, prabowo sangat jwuauh dari kehidupan kelas pekerja macam kita. Apa yang disebut dia sebut sebagai program pro-rakyat enggak pernah berpijak pada kehidupan rakyat.