Dari salah satu mhs pens untuk mhs its yang demen ke kantin pens. Cuma mau nitip pesen, kalau habis makan tolong sampahnya dibuang ke tempatnya ya. Sama minta tolong banget, kalau udah beres makan jangan nongkrong kelamaan apalagi rame se-sirkel. Kami yang anak pens kadang sampe nggak kebagian tempat, apalagi pas jam crowded.
Tulong kesadarane ya rek, matursuwun
gue ga bakal pernah ngerti sama aturan yang ngelarang maba buat nikmatin fasilitas kampus (e.g ga boleh ke kantin)... like? why can't we be treated the same ketika kita sama-sama bayar ukt? :/
Temen gue, Miguel, resign bulan lalu.
Gaji Rp7,2 juta. Kantor 15 menit dari rumah. Kerjaan sesuai jurusan.
Semua orang bilang dia bodoh.
Terus dia nunjukin satu screenshot chat ke gue.
Gue langsung paham kenapa dia kabur.
Ngobrol sama wartawan senior soal pemasangan pagar di mall-mall Jakarta
Saya tanya: “Kenapa sih mall pada pasang pagar tinggi?”
Dia jawab: “Demo berikutnya diprediksi agak gede. Setelah 17 Agustus, anak-anak kuliah masuk”
Jawabannya bikin saya mikir: bukannya mahasiswa UI cenderung damai pas demo ya?
Kampus-kampus kita makin sulit nih dapat kepercayaan internasional
Jadi gini, Isidro F. Aguillo (inisiator Ranking Webometrics) mengumumkan bahwa banyak perguruan tinggi Indonesia tidak akan dimasukkan ke dalam Ranking Webometrics resmi edisi Juli 2026.
Alasannya? Kampus-kampus itu turut mempromosikan ranking Webometrics palsu alias tidak resmi.
Dalam cuitannya, ia pun melampirkan gambar nama-nama kampus yang terkenal, antara lain ITB, UNS, ITS, UNJ, Universitas Terbuka, dan banyak universitas lainnya.
Alasannya apa? Jadi gini, kampus-kampus tersebut mempromosikan versi palsu ranking Webometrics yang berisi data dan peringkat yang dibuat-buat (bukan data resmi).
Kampus-kampus itu mengambil data ranking-nya dari https://t.co/jA8NgtoPAg. Nah ternyata itu website palsu. Masalahnya... media-media juga ternyata ngutip dari website palsu itu.
Nah, sekarang pertanyaannya... apakah kampus kamu termasuk di dalamnya?