๐จ๐๏ธ GBLA sebenarnya sudah punya "paket lengkap" yang bikin iri banyak stadion.
โ Latar Gunung Manglayang dan Pacet
โ Bentuk stadion modern
โ Atmosfer bobotoh
Tinggal hiji deui... โก๐
SUTET-na pindahkeun weh, langsung asa stadion Piala Dunia 2026 euy. ๐๐ฅ
paling mirip stadion Piala Dunia 2026 nu mana?
Bisa ga Masyarakat stop MBG ?
Jawabannya : Bisa !
Yaitu harus ada gerakan kolektif dari masyarakat utk menolak MBG !
Terutama masyarakat menengah keatas.
๐ฒ๐พ Rata-rata gaji di Malaysia: Rp12-14 Juta
Harga Bensin RON 95:
- Subsidi: Rp8.790/liter
- Retail: Rp17.315/liter
๐ฎ๐ฉ Rata-rata gaji di Indonesia: Rp4-6 Juta
Harga Bensin RON 92: Rp16.250/liter
Tahu kah kamu?
Dengan cukup memangkas MBG Rp36-40 triliun saja, pemerintah sebenarnya tidak perlu menaikkan BBM.
Tapi pemerintah lebih memilih menaikkan Pertamax Rp3.950 dan Pertamax Green Rp4.100 per liter, yang efek dominonya jauh lebih luas ke seluruh masyarakat.
Padahal keduanya sama-sama bisa hemat Rp36,3 triliun di APBN.
Naik BBM = menekan daya beli kelas menengah, memicu kenaikan harga barang, memicu inflasi.
Pangkas MBG = memengaruhi kelompok rente, mengurangi dana bancakan.
Ada cara yang jauh lebih ringan buat hemat, tapi kenapa malah pilih yang membebani rakyat?
Why?
Gini yaa
GA MASALAH HARGA BBM 20 RIBU
Asalkan:
- UMR di Indo minimal 10 juta
- Penghasilan rata-rata rakyat Indo 20 juta
- Transportasi publik ada di semua kota besar, banyak, terintegrasi dan murah.
- Daerah hunian dekat ke pusat bisnis dan perkantoran
Lah sekarang
- UMR kota paling kaya aja 5-6 juta
- Rata rata penghasilan rakyat Indo 2-3 juta
- Transportasi publik yang lengkap di Jakarta, kota-kota lain bapuk
- Jarak rumah ke kantor 30-40 km di Jakarta
Malah ada yang kantor di Sudirman, rumah di Cisarua. Mantap ga tuh
Bakal habis berapa bensinnya per hari?
Source Gambar: Republika
Kalo masih ada yg bilang petamax kan cuma buat org yang mampu wkwkwk eitss menurut gua akan ada efek domino yang muncul setelahnya.
Dan efek domino ini justru bisa nyampe ke orang yang bahkan nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
1. Orang langsung cari alternatif yang lebih murah Ini perilaku manusia paling normal.
Kalau Pertamax naik, sebagian orang bakal pindah ke Pertalite. Masalahnya, Pertalite itu kuotanya terbatas. Kalau yang ngantri makin banyak, tekanan ke stok juga makin besar.
2. Pertalite makin rame
Kalau permintaan naik terus, antrean makin panjang. Yang biasanya isi santai jadi rebutan.
Yang nggak kebagian?
Ya terpaksa beli BBM yang lebih mahal.
3. Biaya transportasi dan logistik pelan-pelan ikut naik
Di negara kepulauan kayak Indonesia, hampir semua barang harus diangkut. Begitu biaya energi naik, biaya distribusi ikut naik. Dan biaya distribusi yang naik itu biasanya nggak berhenti di jalan.
Ujung-ujungnya diterusin ke konsumen.
4. Harga barang ikut naik seperti Beras. Sayur. Makanan. Jasa kirim. Ojol.
Bahkan UMKM kecil pun bisa kena. Karena modal operasional mereka ikut naik.
5. Daya beli makin tertekan
Ini yang menurut gua sering diremehin.
Gaji nggak naik setiap bulan. Tapi pengeluaran bisa naik pelan-pelan. Awalnya mungkin nggak kerasa.
Tapi lama-lama orang mulai mikir dua kali sebelum belanja. Mulai nahan konsumsi. Mulai batal checkout.
6. Yang kena bukan cuma orang kaya
Narasi "yang pake Pertamax kan orang mampu" menurut gua terlalu sederhana.
Karena ekonomi itu saling terhubung.
Ketika biaya di satu titik naik, efeknya bisa nyebar ke mana-mana.
Kadang yang kena justru orang yang nggak pernah isi Pertamax sekalipun.
Makanya menurut gua yang perlu dilihat bukan cuma siapa yang pakai Pertamax?
Tapi juga: apa yang terjadi setelah Pertamax naik?
Karena sering kali yang bikin berat bukan kenaikan harganya. Tapi efek domino nya.
Ini yg dikemukakan ama beberapa ahli ekonomi tempo hari.
Kenaikan barang itu terjadinya perlahan, mulai dari bahan mentah, setengah jadi, baru bahan jadi.
Kenaikan bensin itu baru langkah awal, yg akan memberikan efek domino ke naiknya harga2 yg lain.
Yg tercekik itu yg finansialnya dan gajinya terbatas.๏ฟผ