Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria membantah kabar perihal warga Indonesia dengan tabungan di atas Rp3 miliar diwajibkan membeli produk Obligasi Patriot dan Obligasi Merah Putih.
Dony menegaskan kabar yang beredar tersebut tidak benar alias hoaks.
Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN itu menegaskan tidak pernah ada rencana mewajibkan orang kaya membeli Obligasi Patriot dan Obligasi Merah Putih.
Kabar tersebut mencuat seiring disahkan revisi UU tentang Perubahan atas UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) menjadi Undang-undang.
Dony menyampaikan instrumen Obligasi Patriot dan Obligasi Merah Putih dirancang sebagai produk investasi yang ditujukan bagi masyarakat maupun investor yang berminat untuk berpartisipasi dalam pembiayaan pembangunan nasional. Dia menegaskan tak ada kewajiban bagi masyarakat kalangan tertentu untuk membeli produk tersebut.
"Pemerintah dan Danantara berkomitmen menjalankan seluruh kebijakan investasi sesuai prinsip transparansi, tata kelola yang baik, serta menghormati hak masyarakat dalam mengambil keputusan investasi. Oleh karena itu, informasi yang menyebut adanya kewajiban pembelian bagi kelompok masyarakat tertentu tidak benar dan tidak memiliki dasar," kata Dony.
Baca selengkapnya disini: https://t.co/aDl4fvHDAb
___
#vivanews #danantara #investasi
Apakah Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, masuk kabinet? Mensesneg, Prasetyo Hadi, buka kemungkinan itu.
Jabatannya apa? Tak terjawab gamblang.
Lalu, apa kata Saiq Iqbalnya sendiri?
>> https://t.co/jnPtKDmuGD
persiapan pesta babi suku muyu 10 tahun, dilepas liar babinya dihutan dari kecil. pemburu cari babi yg mereka lepas dihutan yg luasnya 479 hektar. kasian mereka klo sampe tanah adatnya dirampas.
Detik-detik perilisan film Pesta Babi di YouTube Redaksi JubiTV oleh bapak Vincen Kwipalo.
Film Pesta Babi yang asli ada di sini:
https://t.co/Sbq967xJ3z
#PestaBabi#PapuaBukanTanahKosong