Ini kejadian udah puluhan tahun ya.
Punya saudara jauh laki-laki yang tampangnya pas-pasan banget (I won't call him ugly, though), guru PNS di pedalaman. Ketemu jodoh sesama guru PNS juga. Calon istrinya, cute dan menarik. Kulitnya putih bersih dan badannya semok/sekel. Menurutku sih, dia beruntung banget tu perempuan mau dinikahi.
Setahun setelah nikah, aku iseng tanya,
"Bang, gimana rasanya nikah? Enak nggak, bang?"
Mukanya nggak ceria waktu jawab,
"ah, udah bosan aku, Dek. Gimana ya, fisik istriku bukan idealku sih. Dia pendek dan gemuk. Aku sukanya dg yang tinggi langsing"
Owalaaahhh, suasu! Aku cuma bisa maki dalam hati,
"Apa lu kagak punya kaca?! Lu juga pendek, muka pun pas-pasan. Kagak ada menariknya samsek. Udah untung, masih ada perempuan yang mau!"
Mukaku kecut! Hari itu, aku belajar, memang ada jenis laki-laki yang nggak tahu diuntung.
Pesanku ajalah untuk sesama perempuan, jangan pernah kasihan sama laki-laki jelek. Mubazir!
cc : threads budakpontianak2025
What do u think guys kl cowo kalian rinciin pengeluaran sm kalian gini? Salah ga sih ngerasa gimana gitu?
niat dia cm mau keluh kesah sehabis ini dia.
POV kalian cowo gimana?
cc : threads bangasu346
Menurut kalian, pantaskah ini disebut sebagai penutup pidato paling nir-empati sepanjang sejarah Indonesia?
Saat rakyat mengeluhkan harga beras yang terus naik, presiden justru mencibir, lalu menantang rakyat menanam beras sendiri.
Barangkali bahkan selisih Rp1.000 hanyalah angka kecil bagi dia dan kroninya yang lahir dari keluarga kaya.
Tapi bagi rakyat?
Rp1.000 pada harga beras bisa menjadi pembeda antara cukup makan atau mengurangi isi piring.
cc : threads
"saya ingin masyarakat miskin senyum krn dia ada harapan"
"saya tidak ingin lihat rakyat miskin"
"saya tidak ingin lihat anak-anak lapar"
"MBG KITA TERUSKAN"
demo berjilid-jilid stop MBG ternyata ga digubris sama dia ๐