Suamiku bawa pulang Rp 8 juta.
Aku Rp 6 juta. Dua gaji. Dua ijazah. Dua orang yang capek kerja. Tapi setiap akhir bula, aku yang pertama buka aplikasi bank.
Bulan ini: −Rp 340.000.
Bulan lalu: −Rp 820.000.
Dua bulan lalu: −Rp 1,2 juta.
Aku tanya suami: "Kemana perginya uang kita?" Dia ga njawab. Aku juga ga tahu jawabannya. Sampai malam itu, kami akhirnya duduk, dan berani hitung.
Selamat ulang tahun buat manusia paling kuat yang pernah gua kenal: diri gua sendiri. Makasih udah bertahan melewati babak demi babak kehidupan yang plot twist-nya kek anj ini. You’re doing great! HBD to me! 🥳 Drop doa terbaik kalian dong~
Thank #Marapthon sudah menemani selama 101 harinya. Banyak pelajaran, kenangan, dan pembelajaran yg bisa diambil dari kalian. Thx juga udah jadi support system gua meskipun cuma lewat live stream aja tapi itu berarti bagi gua. love u abang-abangan gua ♥️
Kecewa? Pasti. Tapi gue bangga sama diri sendiri karena udah berani jujur. Daripada terus-terusan jadi "cadangan" di hati orang, mending gue berhenti sekarang. Sedih secukupnya, habis itu balik fokus ke diri sendiri. End of chapter, moving on.
Akhirnya gue sampai di titik ini. Titik di mana gue harus milih: tetap bertahan dalam ketidakpastian atau melangkah pergi dengan jawaban yang pahit. Setelah 3 tahun lebih cuma sebatas HTS, kemarin gue mutusin buat nembak doi.
Gue pikir, kebersamaan selama 3 tahun itu sudah cukup buat kita naik level. Tapi ternyata, ekspektasi gue ketinggian. Jawaban yang gue dapet cuma permintaan maaf dan kalimat klasik: "Kita temenan aja ya."