Terpaksa minta Mama sendirian terbang ke sini soalnya w sama suami kecapekan ngurus baby, payah banget kita 😭kasian sama Mama tapi beliau seneng2 aja mau ketemu cucunya lagi. Emang Mama is the best, love you Mama ❤️
Untung gak ngalamin gini pas minta Mama terbang sendirian dari Sing ke Melbourne soalnya Mama paham kalo beda negara beda peraturan… karena beliau dulu pramugari juga
Pernah ngajak orang tua ke Jepang. Sebelum berangkat udah gue ingetin, "Mah, jangan bawa daging apa pun ya, termasuk rendang, soalnya emang nggak boleh masuk."
Tapi entah kenapa nyokap malah lebih percaya omongan ART yang bilang, "Diselotip aja Bu, harusnya aman." Padahal yang sering bolak-balik ke Jepang kan gue, sedangkan dia belum pernah.
Pas sampai bandara Jepang, koper langsung diendus anjing pelacak dan disuruh dibongkar. Gue yang tadinya udah pede bilang ke petugas kalau nggak bawa produk daging, ternyata nyokap diam-diam bawa daging masakan sendiri yang dibungkus seadanya.
Akhirnya gue yang angkat koper ke meja pemeriksaan, jelasin ke petugas, bongkar dan rapihin lagi isi koper, sampai minta maaf juga ke mereka. Sementara nyokap malah minta gue nego ke petugas biar makanannya boleh dibawa masuk karena buat kakak gue yang tinggal di Jepang.
Di situ gue udah nggak tahan dan bilang, "Mah, ini aturan negara, bukan urusan bisa dinego atau nggak. Masa mau kita semua kena masalah gara-gara ini?"
Nyokap masih sedih karena makanannya harus dibuang, bokap akhirnya ikut marahin nyokap, dan suasana jadi makin nggak enak. Yang bikin tambah capek, setelah itu gue malah disalahin karena katanya dorong troli terlalu lama, makanya koper bisa keendus anjing pelacak.
Padahal dari awal gue yang ngurus koper, bantu orang tua lewat imigrasi, jelasin ke petugas, sampai berusaha tetap sabar. Kadang yang bikin capek itu bukan perjalanannya, tapi situasi yang harus dihadapi.
As soon as Melburnians found out that Eyal Shani, chef & owner of Mizon was in Israel cooking up meals for the IDF before they headed out to slaughter Palestinians, they boycotted & shut down his restaurant.
In Melb, feeding baby killers is bad business.
https://t.co/cGK99kiw3G
Kemarin sore sekitar jam 5.15 sore, lagi jalan2 di Flagstaff garden abis beli popok, tiba2 lihat seseorang dikejar polisi2 yg ngacungkan pistol dan diringkus tepat di depan mata. Seumur hidup baru sekali itu liat. Cuma bisa bengong sambil ngarep ga ada peluru nyasar. 😩
@dinawiratma@Thesenuttzz@Verun_000 ha perusahaan mana ini? kalo beneran ada perusahaan kaya gini bisa dilaporin ke MOM. Aku pas baru lahiran, suamiku malah dapet parental leave sampe 16 minggu dari kantornya.
Begitupun dengan ekspor saya ke Mesir yang gagal karena “ditikung” Vietnam 🇻🇳 untuk karet RSS1. Disaat rantai pasok Indonesia 🇮🇩 kasih harga $2090/ton (FOB) belum sama ongkir. Vietnam 🇻🇳 beri harga $2070 (CIF) plus ongkir dan insurance. Kok bisa? 🤯
Usut punya usut ternyata mereka mendapatkan berbagai macam insentif dari pemerintah. Dengan tarif ekspor menyentuh 0%, dapat lagi diskon insentif 10% selama 15 tahun, 4 tahun bebas pajak diikuti 9 tahun diskon 50% pajak.
Dari segi pendanaan pun mereka menang, Bank Vietnam 🇻🇳 berani “nalangin” dulu untuk bayar ke petani. Ketika buyer pelunasan, langsung ada sistem bagi hasil sesuai kesepakatan.
Mereka benar-benar terintegrasi dengan baik antara Pemerintah dan Bank dalam mendorong ekspor mereka. Gimana kita mau menang kalau sistem mereka sudah begitu?
Compare dengan bangsa kita? Masih banyak mafia komoditasnya. Barang ditimbun, kadang dibuat langka, kadang dibuat banjir, harga dimainkan, teknologi pertanian perkebunan yang tidak berkembang, masih tergantung dengan musim/cuaca. Banyak.